3 Pelajaran Penting Dalam Berteman

Hai YOTers!

Dalam tulisan kali ini, saya mau share pengalaman saya nih dalam bergaul. Mungkin ada dari kalian yang pernah atau bahkan sedang berhadapan dengan situasi seperti yang saya tulis ini. Saya harap ini bisa jadi bahan referensi buat kalian ya. 

Pelajaran pertama. Be yourself. Ketika bergaul, kamu ngga usah merubah diri menjadi orang lain agar kamu disenangi sama teman-teman kamu. Jika mereka memang tulus mau berteman sama kamu, mereka pasti nerima kamu apa adanya guys. Tanpa kamu sadari, teman-teman kamu itu suka sama diri kamu yang apa adanya loh. Ketika kamu berubah menjadi orang lain untuk berteman, kamu bakal kehilangan jati diri kamu. Ingat guys! Just be yourself. Saya pernah nih punya pengalaman. Ceritanya saya iri melihat teman baik saya (sebut saja Koncreng) malah lebih dekat sama teman yang lain (sebut saja Inem). Saya sedih dan kesepian ceritanya. Terus saya malah mencoba merubah diri saya biar kayak Inem. Niatnya sih agar Koncreng bisa balik dekat sama saya lagi. But, itu ternyata ngga berhasil guys. Saya malah jadi kehilangan jati diri dan teman-teman saya yang lain malah bilang kalau saya berubah jadi aneh. Jadi, kalau kamu dalam posisi ini, lebih baik kamu tanyakan langsung kepada teman kamu yang dalam case saya ini bernama Koncreng. Kenapa hubungan pertemanan kita mulai renggang ya? Kenapa Koncreng sekarang lebih deket sama Inem dan jauh dari saya? Kamu bakal dapat jawaban yang lebih akurat tanpa harus menduga-duga dengan menanyakan langsung guys.  

Pelajaran kedua. Jangan ember! Alisan bocor sana bocor sini. Ketika kamu mengetahui privasi teman kamu, sebaiknya kamu jangan asal menceritakannya kepada orang lain tanpa izin yang bersangkutan. Ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan teman kamu. Apalagi ketika teman kamu berani menceritakan privasinya sama kamu, it’s mean that she/he put a trust on you. Dan kamu harus jaga kepercayaan itu. Kalaupun ada teman lain yang minta kamu buat cerita, jangan mau! Kalau dia maksa, kamu suruh saja nanya langsung sama orangnya. Kalau teman kamu itu emang pantas buat tahu, dia pasti akan diberitahu langsung tanpa perantara kamu. Namun, bila ngga, kamu jadi ngga salah cerita kan. Dengan ini, kita bisa belajar untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita. Ini juga bentuk pengendalian diri lho.

Pelajaran ketiga. Jangan suka ngomongin kejelekan teman. Menjelek-jelekan orang itu ngga ada untungnya guys. Malahan, itu akan mencemarkan nama baik kita sendiri. Orang-orang akan tahu bahwa kita adalah orang yang suka menjelek-jelekan orang lain. Setelah itu, orang akan malas untuk bergaul dengan kita apalagi menjadikan kita teman curhat. Never! Kalau pun misalnya, ada kesel sama orang, coba deh untuk menenangkan diri dulu, kemudian mencari saat yang pas buat ngungkapin isi hati kamu kepada orangnya langsung. Jadinya kita bisa saling terbuka dan dapat mengetahui kejelasan dari masalah kita.

Lain cerita, namun masih terkait dengan pelajaran nomor 3. Sering terdengar di telinga saya, ada seorang teman sedang menjelek-jelekan temannya dihadapan teman-temannya yang lain. Semoga kamu ngerti ya maksud saya apa. Gini guys, siapa sih yang suka kejelekannya diumbar? Apalagi di depan umum. Main belakang lagi. Pakek nambah-nambahin lagi! Jadi, ketika kamu ngga suka sama sesuatu yang ada pada diri teman kamu atau ketika kamu tahu kejelekan teman kamu, sebaiknya kamu langsung bilang sama orangnya. Saya dulu sempat dengar ada yang menjelek-jelekan teman saya nih. Terus saya nyoba cari tahu apa sih kejelekan teman saya yang sering dijadikan bahan obrolan oleh orang lain. Setelah saya dapat semua informasinya, saya langsung mendatangi teman saya yang dijelek-jelekan itu. Saya ceritakan semua yang saya tahu untuk mengkonfirmasi kebenarannya. Apabila itu salah, kamu bisa bantu buat bersihin nama baiknya dia. Namun, apabila semua kejelekan yang dikatakan itu benar, dia bisa menjadikan itu sebagai bahan refreksi diri agar menjadi lebih baik kedepannya.

Oh iya guys. Misalnya nih, kamu mendapati teman kamu (sebut saya Doi) dijelek-jelekan sama orang-orang dan Doi ngga tahu itu. Namun kamu ngga enak buat ngomong langsung karena mungkin kamu ngga terlalu deket sama Doi. Kamu bisa minta tolong ke orang lain yang kamu yakin dapat dipercaya. Teman dekat si Doi, misalnya. Kamu ceritakanlah apa yang kamu tahu, sehingga teman dekatnya itu dapat membahasnya langsung dengan si Doi untuk ditanggapi.

Sekian ya guys, tiga pelajaran penting dalam berteman dari saya. Semoga bermanfaat and see you On Top! 

  




By : Ni Putu Ayu Frida Ningsih

Posted on August 15, 2015 read:237

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter