6 Tipe Cinta, What Kind of Lover are You?

6 TIPE CINTA, WHAT KIND OF LOVER ARE YOU?

By: Mory Wulandari

 

            “CINTA”, sebuah kata yang dirangkai dari lima huruf sederhana, namun istimewa. Sebuah kata fenomenal di jagad raya yang acap kali dilafalkan oleh berjuta umat manusia. Tidak ada teori baku tentang apa itu cinta. Masing-masing individu memiliki interpretasi serta sudut pandang tersendiri dalam melihat dan memaknai cinta. Ada beragam jenis cinta di dunia, di antaranya yaitu cinta kepada Sang Maha Kuasa, cinta terhadap sesama manusia, dan cinta kepada makhluk lainnya. Namun, pada kali ini akan dibahas mengenai cinta terhadap sesama manusia khususnya pada hubungan interpersonal.

            Berbicara tentang cinta, tidak akan ada habisnya. Hal tersebut selalu mengundang perhatian dan ketertarikan berbagai pihak termasuk para ilmuwan. Salah satu peneliti cinta bernama John Alan Lee (1976) berhasil mengidentifikasi dan membagi cinta ke dalam 6 tipe yang berbeda. Namun, sebelum masuk kepada penjelasan masing-masing tipe cinta, mari isi beberapa pernyataan yang dirancang oleh ahli bernama Hendrick and Hendrick (1990) dengan jawaban B (benar) atau S (salah). Pernyataan ini menggambarkan bagaimana respon dan tindakan seseorang terhadap pasangannya. What kind of lover are you?

1. “My lover and I have the right physical “chemistry” between us.”

_____ 2. “I feel that my lover and I were meant for each other.”

_____ 3. “My lover and I really understand each other.

_____ 4. “I believe that what my lover doesn’t know about me won’t hurt him or her.”

_____ 5. “My lover would get upset if he or she knew of some of the things I’ve done with other people.”

_____ 6. “When my lover gets too dependent on me, I want to back off a little.”

_____ 7. “I expect to always be friends with my lover.”

_____ 8. “Our love is really a deep friendship, not a mysterious, mystical emotion.”

_____ 9. “Our love relationship is the most satisfying because it developed from a good friendship.”

_____ 10. “In choosing my lover, I believed it was best to love someone with a similar background.”

_____ 11. “An important factor in choosing a partner is whether or not he or she would be a good parent.”

_____ 12. “One consideration in choosing my lover was how he or she would reflect on my career.”

_____ 13. “Sometimes I get so excited about being in love with my lover that I can’t sleep.”

_____ 14. “When my lover doesn’t pay attention to me, I feel sick all over.”

_____ 15. “I cannot relax if I suspect that my lover is with someone else.”

_____ 16. “I would rather suffer myself than let my lover suffer.”

_____  17. “When my lover gets angry with me, I still love him or her fully and unconditionally.”

_____ 18. “I would endure all things for the sake of my lover.

            Skala ini dibuat oleh Hendrick and Hendrick berdasarkan teori yang ditemukan oleh Lee. Skala ini digunakan untuk mengetahui tipe cinta yang paling mendominasi hingga yang paling lemah pada diri seseorang. Fungsinya, agar individu mengetahui tipe pasangannya masing-masing sehingga kedua belah pihak mampu bersikap saling menghargai, melengkapi, dan meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal menjadi lebih efektif. Berikut 6 tipe cinta pada diri seseorang terhadap pasangannya:

  1. Eros : “Beauty and Sexuality

Eros merupakan tipe cinta yang berfokus pada kecantikan dan daya tarik fisik pasangannya. Seseorang dengan tipe cinta ini memiliki sebuah gambaran ideal terhadap keindahan yang tidak terjangkau di alam realitas. Oleh sebab itu, tipe ini sangat sensitif terhadap ketidaksempurnaan fisik orang yang mereka cintai. Tidak jarang, tipe ini disebut juga dengan tipe cinta yang erotis yaitu cinta yang menggebu-gebu dan berani mengambil resiko. Biasanya tipe ini juga memiliki ikatan emosi serta komitmen yang kuat terhadap pasangannya. Pernyataan nomor 1-3 merupakan tipe Eros (skala Hendrick and Hendrick).

 

  1. Ludus : “Entertainment and Excitement

Pernyataan nomor 4-6 merupakan tipe ini. Seseorang yang memiliki tipe Ludus menganggap bahwa cinta sebagai permainan dan kesenangan semata. Semakin bagus memainkannya, maka semakin besar kenikmatan yang diraih. Bagi mereka, cinta tidak dianggap sebagai sesuatu yang serius. Ludic lover is self-controlled, mereka selalu menyadari bahwa mereka harus mengontrol perasaan cinta. Tipe ini menjalin hubungan selama pasangannya dinilai menarik dan menghibur, namun setelah ketertarikan itu memudar maka tipe ini pun bersiap mengganti pasangannya dengan yang baru. Karena menganggap cinta adalah permainan, maka sexual fidelity dirasa cukup penting.

 

  1. Storge : “Peaceful and Slow

Storge sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “familial love” yaitu cinta yang kurang menggebu-gebu dan memiliki intensitas yang rendah. Storgic lovers  cenderung berawal dari persahabatan yang bertujuan untuk membangun hubungan dengan seseorang yang mereka kenal, seseorang tempat berbagi minat serta aktivitas. Perasaan cinta tumbuh secara perlahan dan bertahap, perubahan juga datang begitu lambat. Namun, mereka yang bertipe ini memiliki perasaan yang dalam dan komitmen yang kuat dalam menjalin hubungan walaupun mereka jarang mengucap kata cinta terhadap pasangannya. Bagi mereka, daya tarik fisik bukan hal utama sehingga perihal sex tidak menjadi sesuatu yang penting. Pernyataan 7-9 merupakan tipe Storge.

 

  1. Pragma : “Practical and Traditional

Pernyataan 10-12 merupakan pernyataan yang menggambarkan pragma lovers. Tipe ini memandang cinta sebagai sesuatu yang praktis dan realistis. Mereka menginginkan kompabilitas dan sebuah hubungan yang mampu memenuhi (memuaskan) segala kebutuhan penting dan keinginnya. Mereka berfokus pada potensi sosial seseorang daripada potensi pribadi, seperti keluarga dan latar belakangnya. Pragma lovers melihat cinta sebagai sebuah hubungan yang sangat berguna yang mampu membuat hidup terasa lebih mudah. Mereka yang bertipe ini akan sangat hati-hati dalam memilih pasangan serta sangat memerhatikan kesamaan di antara mereka.

 

  1. Mania : “Elation and Depresion

Pernyataan 13-15 menunjukkan tipe ini. Mania dicirikan sebagai seorang yang extreme high dan extreme low. Tipe ini akan sangat mencintai pasangannya dan dalam waktu yang bersamaan mereka juga sangat takut akan kehilangan orang yang dicintai. Ketakutan ini cenderung menghalangi manic lovers untuk merasakan kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Dengan sedikit provokasi, mereka akan merasakan kecemburuan yang ekstrem. Mereka juga merupakan tipe yang obsesif, ingin memiliki dan dimiliki oleh pasangan seutuhnya. Self-image dari manic lovers mampu ditingkatkan dengan cinta dan self-worth datang karena adanya perasaan dicintai. Mereka percaya bahwa jika ada cinta, maka hal lainnya dirasa tidak penting.

 

  1. Agape : “Compassionate and Selfless

Agape is a compassionate, egoless, self-giving love. Agapic lovers mampu mencintai orang yang bahkan tidak memiliki ikatan yang dekat dengannya seperti kepada stranger yang baru saja berpapasan di jalan. Tipe ini merupakan tipe spiritual love: memberi tanpa pamrih dan mencintai tanpa menuntut balasan. Mereka tidak mementingkan diri sama sekali, mereka menganggap kebutuhan orang yang dicintai jauh lebih penting daripada kebutuhan dirinya sendiri. Tipe ini merupakan perwujudan cinta yang tinggi dan dalam. Pernyataan 16-18 menunjukkan individu bertipe Agape.

 

Sumber:

Devito, Joseph A. (2013). The Interpersonal Communication Book. Pearson: New Jersey

 

  




By : Mory Wulandari

Posted on August 20, 2015 read:169

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter