Anak Bangsa Mengabdi untuk Indonesia

Indonesia, negara yang begitu kaya dan indah tapi jika boleh jujur, masih banyak hal yang harus diperbaiki dan menjadi PR besar anak bangsa. Dari pengalaman saya sebagai "anak negara" yang kuliah dengan full dari dana APBN Indonesia dan langsung berinteraksi dengan dunia pemerintahan, masih banyak hal yang membuat hati miris. Menjadi abdi negara tidaklah mudah, banyak hal yang terkadang membuat kita serba salah dalam suatu posisi. Menjadi abdi negara ibarat menjadi "backbone" bangsa. Banyak hal positif yang dilakukan tapi tidak akan ada perhatian, sedikit hal negatif dilakukan maka akan terekspos luar biasa. Begitulah sistemnya.

Hal ini sangat menarik saat saya mengikuti Monthly Meeting Young On Top Campus Ambassador pada bulan Februari lalu. Ada seorang Mistery Guest yang akan berbagi ilmu dan kisahnya yang berkaitan dengan tema "Sharing & Giving" pada saat itu. It was really surprised saat mengetahui bahwa Mistery Guest nya adalah CEO Transjakarta, Bapak Steve Kosasih, salah satu abdi bangsa yang akan sharing pengalamannya.

Banyak lesson learned yang di dapat dari beliau. Perjalanan karier yang luar biasa, beliau mampu melihat hikmah dan pelajaran baru dalam hidup di setiap langkah perjalanan beliau. Beliau mampu melihatnya sebagai suatu pembelajaran yang sangat berharga.

Dihadapkan dengan dua pilihan yang cukup menyulitkan saat harus memilih satu dari dua pekerjaan yang sama-sama menarik, satu pekerjaan yang menawarkan gaji yang cukup fantastis, dan pekerjaan lainnya menawarkan sebuah impian dan passion walau tidak begitu menjanjikan banyaknya uang. Satu hal menarik saat beliau mendapatkan advice dari Ibunda beliau yang mengatakan bahwa "Your Dream isn't For Sale". Mimpi bukanlah sesuatu yang dapat dibeli dengan uang, berapapun harganya.

Beliau beberapa kali pindah tempat bekerja dengan berbagai pertimbangan. Hal yang patut digaris bawahi disini bahwa beliau selalu memperhatikan etika, dimanapun beliau bekerja. Beliau mengajarkan tentang "Be Ethical". Sepintar, sehebat apapun kita jika tidak memiliki etika yang baik maka hal itu akan merusak nama baik sendiri.

Karier beliau sangat menarik dan meningkat. Jika dianalisis dari pengalaman beliau, lesson learned nya adalah beliau selalu mencintai pekerjaannya sehingga beliau dapat berkontribusi maksimal dalam menjalankannya. The more you give and contribute, the more the world in your favor.

Perjalanan karier beliau pertama kali di pemerintahan adalah saat beliau bekerja di BUMN yaitu PT. Bahana. Beliau berkontribusi luar biasa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan akhirnya beliau diangkat menjadi CFO Perhutani. Beliau sempat berhenti bekerja saat beliau tidak ingin melanjutkan kerja di Perhutani pada masa Pak Dahlan Iskan karena tidak ingin bekerja di bawah tekanan politik. Sampai akhirnya beliau diminta oleh pak Joko Widodo dan Ahok untuk menjadi CEO Transjakarta.

Dari sharing beliau, saya belajar bahwa semua hal tidak selalu tentang uang dan uang. Tetapi sesuatu yang priceless yang bahkan uang tak sanggup membelinya. Tentang kepercayaan, passion dan mimpi.

Saya berharap dapat menjadi abdi negara yang baik untuk bangsa ini. Mungkin saat ini bangsa kita masih cukup kacau, tapi saya optimis akan ada masa depan yang lebih baik pada generasi saya dan kita untuk Indonesia.

"Tuhan tidak akan memberikan hidup yang sia-sia. Kalau kamu sudah menjalankan semuanya, melayani umat-Nya dengan baik, tapi hidupmu masih susah, must be something wrong with your faith." - Steve Kosasih

Oleh :

Direktur Jenderal Pajak (masa depan)
Anak Negara
Punggawa Keuangan Negara

 

Lisa Amalia Artistry Ramadhani
Skolah Tinggi Akuntansi Negara
Young On Top Campus Ambassador batch 5

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on March 20, 2015 read:98

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter