APA BERBUAT BAIK ITU SUSAH?

 

Kebajikan adalah suatu hal yang ringan, yakni menunjukkan muka yang berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut – Umar bin Khattab

Saya sengaja membuka artikel ini dengan sebuah penuturan penuh makna dari Umar bin Khattab untuk menunjukkan bahwa kebaikan dapat dilakukan semua orang. Siapa yang tidak bisa menunjukkan muka ceria kepada orang lain? Adakah orang yang susah untuk berkata lembut? Saya kira kesulitan tersebut tidak berlaku untuk “orang normal”, kecuali kesulitan yang dibuat-buat.

Percaya atau tidak, jika kita berbuat baik, maka kebaikan akan menghampiri kita. Terdengar mainstream, tapi benar. Ada yang bilang, kebaikan adalah sebuah investasi yang suatu saat akan kembali. Namun, kebaikan sejatinya harus diniatkan untuk kebaikan belaka, bukan untuk menerima balasan tertentu. Kebaikan dilakukan untuk dilupakan, bukan untuk dikenang.

Kebaikan seperti apa yang bisa dilakukan? Coba baca kembali paragraph pertama artikel ini. Muka berseri dan perkataan yang lembut, see? Bahkan kita bisa melakukan kebaikan sesederhana itu. Tak usah ragu untuk melakukan kebaikan, meski hanya kecil. Hal kecil jika memiliki niat baik yang besar, maka akan berdampak signifikan.

Jika kita masih belum bisa membawa keluarga kita pergi haji, bukankah kita masih bisa mengajak mereka sholat berjamaah di rumah? Jika kita belum bisa memberikan pendidikan gratis bagi seluruh anak kurang mampu di Indonesia, bukankah kita masih bisa melakukannya di skala yang lebih kecil? Jika kita belum bisa membantu orang yang sedang kesusahan, bukankah menyingkirkan paku-paku di jalan raya adalah sebuah kebaikan.

In case, ada yang berbuat buruk kepada kita, apa yang kita lakukan? Mungkin, sebagian besar dari kita akan membalasnya dengan keburukan yang sama, bahkan lebih kejam. Namun, dalam aliran kebaikan, tak ada formula yang menjelaskan bahwa keburukan yang dibalas dengan keburukan akan menghasilkan kebaikan. Coba lihat ketika ada golongan A mengajak tawuran golongan B dan si B meladeninya. Bukankah semakin parah?

Tak usah menunggu besar untuk melakukan kebaikan. Even, ketika kita masih menjadi kita yang sekarang, kita (sangat) bisa melakukan kebaikan. Kebajikan bukan hal yang complicated, kebaikan adalah hal-hal sederhana disekitar kita, yang dapat memberi dampak baik bagi orang lain. Selamat berbuat baik.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador Batch 5

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on April 03, 2015 read:138

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter