Asertivitas

Hai, apa kabar? Semoga kita bisa cepat bertemu dengan personil yang lengkap pada suatu hari nanti yaa. Dalam tulisan ini Saya akan membahas satu perilaku positif yang menurut Saya penting dimiliki oleh orang-orang yang mengikuti organisasi (sebenernya yang ga ikut organisasi juga perlu, berhubung kita adalah makhluk sosial yang pastinya melakukan interaksi antara satu sama lain). Perilaku yang akan Saya bahas disini adalah perilaku asertivitas, menurut Saya sangat penting anggota dalam organisasi memiliki perilaku asertivitas. Kenapa?

 Sebelum itu, Saya akan bahas sedikit mengenai perilaku asertivitas.

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain.

Dalam organisasi ketika setiap anggota terbuka satu sama lain, otomatis akan lebih mempererat hubungan keanggotaan. Akan berdampak dalam kinerja anggota karena saling terbuka untuk menyampaikan ide sampai unek-unek yang ada, dapat mempermudah menyelesaikan kesalahpahaman atau konflik yang ada dalam organisasi. Kebayang dooong deketnya kita kaya gimana kalo saling terbuka seperti itu. Perilaku asertivitas juga megajarkan kita untuk kritis tetapi juga tetap menghargai hak-hak, perasaan dan pemikiran orang lain. Nah, ini dia yang kadang membuat organisasi “panas”, ketika ada perbedan pendapat. Tidak ada salahnya kita berbeda pendapat, karena memang disinilah tempatnya memberi, mencari, mengumpulkan dan menyatukan pendapat dari masing-masing kepala. Yang harus diingat adalah ketika kita ingin mengkritik, atau menyampaikan pendapat yang berbeda, kita tetap menghargai hak-hak, perasaan dan pemikiran orang lain. Memakai bahasa yang sopan, nada yang rendah (biar ga keliatan nyolot) juga penting diterapkan ketika ingin menyampaikan pendapat.

Perilaku asertivitas merupakan pengembangan pribadi yang positif. Perilaku asertivitas merupakan perilaku yang jujur (terus terang), langsung dan ekspresi yang penuh penghargaan terhadap pikiran, perasaan, dan keinginan dengan mempertimbangkan perasaan dan hak-hak orang lain. Inti dari perilaku asertivitas  adalah (1) mempertahankan hak, (2) mengekspresikan diri, (3) langsung, terbuka, jujur, dan (4) menghargai hak orang lain. Perilaku ini juga dapat menciptakan organisasi yang bersifat demokratis loooh! Sangat menyenangkan bila kita terbuka dan saling menghargai satu sama lain, dan jangan lupa untuk saling menjaga perasaan antar anggota. Perilaku ini dapat menjadi sarana perekat hubungan antara anggota yang pasti berdampak positif pula kepada komunitas kita tercinta.

Sekian dari Saya, semoga bermanfaat and see you on top!

 

Ayu Bunga

Mahasiswi Psikologi Universitas Gunadarma

Young On Top Depok

  




By : Young On Top Depok

Posted on January 10, 2016 read:93

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter