Bahagia itu Sederhana

Eriska Nugrahani is listening to Ingatlah Hari Ini by Project Pop.
Eriska Nugrahani at Senayan City.
Ersika Nugrahani just posted a photo.
 
Tulisan tersebut pasti sering dilihat di layar handphone kalian. Dan dapat dipastikan bahwa kalian hidup di abad ke-21 dimana teknologi sangat berkembang akibat globalisasi. Memang, sosmed layaknya seperti pisau bermata dua. 
 
"Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat."
 
Ya... Adanya sosmed membuat kita bisa berhubungan dengan teman kita yang berada jauh bahkan beda benua bisa berinteraksi dengan kita di satu waktu. Mempererat kembali silahturahmi. Bayangin aja, kalau dulu sih butuh skill menulis surat beserta format menulis surat. Belum lagi ke pos dan butuh biaya. Kalau beda kota sih gapapa lah ya bisa sampe 3-7hari... Kalau luar negeri? Kirim surat bulan Oktober, sampenya? Hahaha... terkadang kalau membayangkan jaman dulu suka ketawa sendiri. Kadang, gue ingin ngerasain hidup di zaman itu. Entah tahun berapa, gue ingin mgerasain sensasinya ngirim surat, perasaan gundah gulana apakah surat terkirim, rasa apakah akan dibalas dan rasa senang apabila menerima surat. 
 
"Gue lebih bahagia nerima satu surat ketimbang nerima ratusan email"
 
Bayangin aja, begitu priceless-nya satu surat pribadi yang sampai dirumah kalau kita hidup di masa kini. Sedangkan email? Bisa kita terima at least 1 email/hari. 
 
"Ketika followers, love dan komen begitu berharga saat ini...."
 
Sering nemu temen yang tiba-tiba chat "love ig gue ya...", "like path gue", "like post line gue gece!" Hmmm.... Oke, gue ga akan judge. Tapi sedih aja. Seberharga mana  ngechat untuk minta love ig atau ngechat untuk ajak ketemuan? 
 
Jujur aja, salah satu buku favorit gue adalah generasi 90an by Marchella FP. Dan gue sependapat bahwa:
 
"Kebahagiaan itu sederhana." 
 
Kalau bahagianya generasi 90an sih.... "Sesederhana ngeliat tamagochi tumbuh kembang dengan sehat dan bahagia, sesederhana nemuin 2 keping tazos di sebungkus chiki, sesederhana tertawa saat nempelin kertas bertuliskan 'aku orgil' di punggung teman."  
 

Akan lebih menyenangkan bisa patungan nyewa sepeda di Monas bersama teman-teman dibanding ke tempat hits untuk bisa update path. Seriously, I love that moment. Kemudahan membuat kita malas, kurang berkembang, dan mungkin beberapa bahkan menjadi sombong. Dan percayalah kemudahan itu berada di satu 'tap' jari kita di layar handphone. Sosmed membuat kita berinteraksi dengan sangat mudah, tapi juga membuat kita lupa hakikat kebahagiaan, bahwa kebahagiaan itu sederhana.

 
"Bukan soal gadget tercanggih di genggaman, tapi ada teman tertawa di lapangan."-Generasi 90an.
  




By : Eriska Nugrahani

Posted on November 21, 2015 read:68

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter