Baper & Modus

Di kalangan anak-anak muda, kaya YOTers, pasti udah ga asing sama kata-kata gaul jaman sekarang. Kaya modus dan baper. Dua kata ini lagi ‘in’ banget sih sekarang. Anak muda pasti tau dua kata tersebut, kecuali kalau udah berumur ya haha..

Tapi coba deh telisik YOTers, ternyata dua kata ini sangat mempengaruhi kehidupan pergaulan kita saat ini. Tanpa tahu ternyata ada sisi negative dari dua kata yang lagi happening banget ini. Kenapa? Yuk, direnungkan YOTers..

Modus. Kata modus digunakan bisa pada konteks yang berbeda, tapi yang jelas modus diartikan sebagai ‘ada maunya’. Saat ini modus sangat erat dikaitkan dengan keadaan dimana seseorang yang berinteraksi atau ingin membantu orang lain (biasanya lawan jenis) namun ada maksud dibalik itu semua. Ketika ada teman kita yang ngobrol dengan orang lain lalu kerap kali kita anggap sebagai modus untuk berkenalan. Tau ga sih YOTers ternyata ‘modus’ berakibat kita membatasi diri sendiri. Kalau jama dahulu, kita bebas untuk berkenalan dan main dengan siapa saja. Sekarang? Kita ngobrol dengan orang asing saja pasti dianggap modus dengan teman kita. Karena takut memberikan sinyal yang salah, kita terkadang jadi berpikir dua kali untuk mencoba berkenalan dengan orang lain. Ya karena takut dibilang modus. Padahal, apa salahnya kita berkenalan untuk menambah networking dan pengetahuan?

Baper alias bawa perasaan. Kalimat ini sering kali terucap semisal teman sedang ngambek. Lalu kita pasti akan bicara “Yaelah.. jangan baper, cuma gitu doang”. Lalu apa salahnya? YOTers sadar ga kalau kata ‘baper’ itu ternyata membuat kita semakin menggampangkan atau menyepelekan perasaan orang lain dan parahnya, kita lebih sering bilang ‘baper’ daripada ‘maaf’. Baper ternyata menggantikan kata maaf. Kita jadi lebih menyepelekan perasaan teman kita yang mungkin pada saat itu tersinggung akan kalimat yang kita ucapkan, akan tingkah laku yang kita telah perbuat. Dan sayangnya, kita melupakan maaf dan malah menganggap bahwa teman kita ini terlalu bawa perasaan pada hal sepele. Ingat YOTers, hal yang sepele buat kita bukan berarti juga sepela buat orang lain. Tiap-tiap dari kita ini berbeda YOTers, beda latar belakang, prinsip, nilai-nilai, dll.

So, untuk tidak tertinggal dengan pergaulan boleh-boleh saja YOTers. Namun yang harus kita ingat adalah jangan sampai nilai-nilai positif yang ada dalam diri kita tergerus dengan kata-kata yang dapat membatasi diri kita sendiri. Jangan batasi diri sendiri untuk mengeksplore sesuatu yang ingin diketahui hanya karena kata ‘modus’ dan jangan lupakan kata ajaib, yaitu ‘maaf’ hanya karena kita menganggap teman kita terlalu bawa perasaan pada hal yang kita anggap sepele.

See U on TOP!

Eriska Nugrahani

Universitas Al Azhar Indonesia

Young On Top Campus Ambassadors

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on August 21, 2015 read:96

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter