Beda Agama - Beda Makna, Beda Daerah – Beda Cara

Hai YOTers! Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2015. Sebentar lagi, kita akan berganti kalendar ke tahun 2016.

Sudahkah kamu punya rencana untuk merayakan tahun baru 2016 nanti? Berikut akan saya sajikan beberapa makna dan cara merayakan tahun baru menurut agama dan negara yang berbeda.

Kalau dalam Islam, pada tahun baru Hijriyah, umat muslim harus hijrah dari kebodohan menuju kecerdasan. Dari yang pernah atau biasa berbuat jahat, mari mulai untuk selalu melakukan kebaikan. Tidak jauh berbeda dalam Hindu ada tahun baru Saka atau yang biasa disebut Hari Raya Nyepi. Pada tahun baru ini, umat Hindu melakukan introspeksi diri terhadap perjalanan selama 1 tahun belakangan. Selain itu, harapan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya juga terus dilontarkan. Lain halnya pada umat Kristiani, tahun baru sangat identik dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih.

Di Indonesia, perayaan tahun baru sangat identic dengan peniupan terompet dan penyalaan kembang api. Kalau tak ada hal-hal tersebut, ada yang kurang rasanya! Tak sedikit pula keluarga yang memanfaatkan tahun baru ini sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga atau jalan-jalan untuk refreshing dari kepenatan saat beraktivitas sehari-hari.

Di Brazil, orang-orang merayakan tahun baru dengan memberikan penghormatan kepada Dewa Laut atau Dewa Lemanja. Hal ini dilakukan dengan menebar bunga ke laut dan mengubur manga, pepeya, dan semangka di dalam pasir pantainya.

Lain halnya dengan Yunani. Masyarakat negeri para dewa ini biasa melemparkan buah delima di berbagai tempat, seperti di depan pintu rumah, kantor, toko, dan lain-lain. Buah delima ini melambangkan kesuburan dan kesuksesan bagi masyarakatnya.

Di negeri Pizza Italia, tepat pukul 00.00 pergantian malam tahun baru, masyarakat biasa membuang barang-barang bekas ke tengah jalan. Selain itu, mereka juga biasa menyalakan api unggun yang besar. Api unggun ini tidak boleh padam dalam 1 hari. Apabila api ini padam, masyarakat percaya bahwa mereka tidak akan mendapat merasakan sinar matahari sepanjang tahun.

Ada lagi yang unik nih di Austria. Saat tahun baru, masyarakat Austria punya tradisi Lead Pouring atau menuangkan timah ke dalam wadah yang sudah berisi air. Timah-timah yang dituang tersebut akan menjadi beberapa bentuk yang dijadikan prediksi untuk tahun depan. Contohnya, bentuk bola menunjukkan keberuntungan sepanjang tahun, jangkar berarti memerlukan bantuan, dan salib berarti kematian.

Sama dengan di Austria, Jerman juga punya kebiasaan Lead Pouring. Namun, ada yang berbeda. Saat tahun baru, keluarga di Jerman biasa menyajikan hidangan (biasanya ikan mas) yang akan disantap bersama. Hidangan itu harus disantap habis. Yang membuat unik adalah, duri ikan mas itu akan dibagikan kepada para tamu sebagai jimat keberuntungan.

Sekian YOTers info dari saya! Semoga dapat menambah wawasan YOTers sekalian yaa. Have a nice day and Happy New Year 2016!

  




By : Ni Putu Ayu Frida Ningsih

Posted on December 29, 2015 read:73

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter