BEING A SOLUTION

 

 

“Serving bukanlah profesi, tapi sebuah sikap – Ricky Setiawan”

Kadang, saya berpikir bagaimana jika semua orang di dunia ini adalah perusak? Au dibawa kemana dunia ini jika seluruh pemimpin adalah seorang perusak? Adanya begal yang sedang marak di sekitaran Jabodetabek bisa jadi merusak ketenangan warga sekitar. Adanya koruptor yang masih berkeliaran di muka bumi bisa mengganggu kestabilan “anggaran” suatu instansi. Begitupula dengan banyaknya pengedar dan pecandu narkotika dapat merusak regenerasi anak bangsa. Sekali lagi, para perusak bisa merusak dunia, cepat atau lambat, jika tidak segera ditangani serius oleh semua pihak. Mereka tak bisa diandalkan untuk memperbaiki hidup. Lalu, siapa yang bisa diandalkan di kehidupan ini?

Pada saat Monthly Meeting (MM) bulan Februari 2015 kemarin, salah satu mentor Young On Top (YOT), Ricky Setiawan berbagi tentang pentingnya serving others. Disitu, Mas Ricky menyelipkan pesan yang sederhana namun mengena. Ia bilang bahwa semua orang, termasuk saya dan kamu adalah bagian dari solusi. Pasti ada yang bertanya, solusi yang seperti apa yang bisa kita berikan? Service yang bagaimana yang bisa kita lakukan?

Saya mengutip perkataan dari Direktur Utama (Dirut) PT. Transjakarta, Steven Kosasih, “We can teach skills, but cant teach mindset and attitude.” Lalu, mari kita cermati perkataan Farhan di salah satu talkshow bersama Sarah Sechan beberapa hari lalu, “Knowledge is power, but carracter is more.” Kedua kutipan dari orang yang berbeda tersebut memiliki makna yang hampir sama, yaitu betapa pentingnya pemikiran dan perilaku kita sebagai manusia.

Solusi yang dimaksud Mas Ricky di atas bisa muncul jika semua orang memiliki karakter yang baik, termasuk saya dan kamu. Kita bisa jadi manusia yang antinarkoba, antikorupsi, antibegal dan anti hal lainnya merupakan bentuk solusi kita terhadap permasalahan behavioristik yang terjadi akhir-akhir ini. Ketika kita ingin menjadi solusi, perlu untuk membenahi perilaku kita terlebh dahulu. Kita bisa serving others dengan cara menjadi “solusi” yang ditunggu tersebut.

Meskipun kita tak bisa menjadi solusi secara langsung atas “kerusakan” yang saat ini terjadi, at least kita bisa menjadi agen pembaruan untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Solusi untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Solusi untuk tetap menjadi contributor aktif bagi bangsa. Solusi untuk tetap menjadi pelayan negara, karena kita worth it to be reliable.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

 

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on March 12, 2015 read:103

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter