Bekerja untuk Uang?

Dear YOTers,

saya ingin sedikit sharing tentang sebuah buku yang saya baca. Buku ini merupakan buku best seller di kalangan pebisnis dan saya ingin mengulas sedikit dari BAB 1 yang ada di buku ini.

Dalam BAB 1 ini ada sebuah pelajaran menarik bagi saya. Tentang pola pikir orang kaya dan orang miskin. Kaya dan miskin bukan 100% takdir Tuhan, tapi adalah sebuah pilihan. Terkadang orang yang dari keturunan kaya pun bisa menjadi miskin karena memang pola pikirnya masih miskin. Hal ini yang sesungguhnya ingin saya bahas.

Dalam buku ini mengatakan bahwa hanya kebanyakan orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan kan? Begitu juga orang kaya mereka bekerja pun untuk mendapatkan penghasilan. Lalu apa yang beda?

Orang miskin bekerja untuk uang. Ya, mereka melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan uang. Uang tersebut lalu dibelanjakan, membayar tagihan dan lain sebagainya. Saat uang yang di dapat dirasa tidak cukup untuk memenuhi hasrat belanja dan tagihan mereka, mereka akan mengeluh dan menuntut akan penghasilan yang lebih tinggi karena berpikir bahwa penghasilan yang lebih tinggi akan memenuhi kebutuhan mereka. Bagaimana kenyataannya?

Tidak, sama sekali tidak. Saat penghasilan mereka meningkat pun daftar belanja mereka juga akan semakin meningkat. Maka masalah yang sama akan terulang lagi karena mereka merasa penghasilan mereka tidak cukup dan menyalahkan bos mereka untuk menuntut gaji yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan orang kaya? Orang kaya bekerja juga, untuk mendapatkan uang juga tapi bedanya, mereka bukan bekerja untuk Uang.

Mereka mampu mengatur penghasilan mereka sendiri walaupun penghasilan mereka jumlahnya sama. Pola pikir yang berbeda. Uang bekerja untuk mereka. Mereka bisa membuat penghasilan mereka terasa lebih tinggi ataupun lebih rendah dengan kehendak mereka sendiri.

Bekerja bukan untuk berfokus pada uang. Tetapi bagaimana cara  kita mengelola uang dan memanfaatkannya.

Permasalahan orang Indonesia kebanyakan adalah masalah yang pertama. Mereka tidak tahu kemana larinya uang mereka, merasa penghasilan mereka kurang dan menuntut gaji lebih.

Dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan finansial tentang ini. Kemampuan yang tidak diajarkan dimanapun, bahkan di sekolah bisnis sekali pun.

Tertarik? Bisa membaca buku tersebut lebih dalam YOTers

Sekian sharing singkat saya. Semoga bermanfaat

 

by :

Lisa Amalia Artistry Ramadhani
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Young On Top Campus Ambassador batch 5

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on January 24, 2015 read:98

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter