Belajar dari Suksesi Manajerial Liga Primer Inggris

Sobat YOTers, kembali lagi saya akan sharing dengan mengambil tema sesuai passion saya yaitu sepakbola. Sobat YOTers tau nggak, sudah berapa banyak manajer yang dipecat dari kursi kepelatihan manager Liga Primer Inggris? Tentunya sudah banyak sekali. Saya ambil contoh mudahnya, yaitu sepanjang musim 2013/2014 terdapat 12 klub yang berganti manajer. Masa-masa itu memang dikenal tragis karena manajer banyak sekali yang dipecat karena performa melempem dari tim nya. Jika ditotal saat itu, berarti lebih dari separuh dari keseluruhan jumlah klub (20 klub) yang memecat manajernya di tengah ataupun akhir musim. Jumlah yang tentunya besar bagi kita.

YOTers, sadar nggak makin lama dunia olahraga, khususnya sepakbola mengharuskan klub untuk dapat meraih kesuksesan dalam waktu yang relatif singkat? Kita dapat lihat, bagaimana para pemilik klub-klub Liga Primer Inggris saat ini memiliki kecenderungan untuk memecat manajer-manajer klub mereka yang menuai hasil buruk dalam periode waktu tertentu. Semakin hari, periode waktu ini semakin sempit, yang mana dalam satu musim hampir bisa dibilang tidak dapat ditolerir kemerosotan klub tersebut, berujung kepada pemecatan sang manajer.

Lalu, apa yang bisa kita jadikan pelajaran di sini? Tentu saja bagaimana tekanan pekerjaan dapat beujung kepada berhentinya karir kita di suatu instansi atau perusahaan. Beratnya workload diiringi dengan tekanan apabila hasil yang dicapai buruk menyebabkan para manajer tersebut langsung dicecar dan terancam posisinya. Wajar saja, masih terkait dengan nilai bonus hadiah yang kini semakin besar dari Liga Primer Inggris membuat para pemilik klub lebih memilih muka baru untuk memimpin timnya agar tidak degradasi, which means penghasilan mereka dari uang TV Liga Primer Inggris akan tidak mereka dapatkan.

Lalu, apa yang dapat kita jadikan pembelajaran dari hal tersebut? Kita harus selalu dapat Learn from Our Mistakes,. Kita harus dapat selalu tahu apa kesalahan kita, dan menjadikannya pelajaran untuk action kita kedepannya. Sehingga, apabila demikian kita dapat meminimalisir berbagai kesalahan yang mana berpotensi mengganggu kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hasil-hasil baik pun akan menunggu kita

See You On Top!

 

Agung Tyanto

YOT Campus Ambassadors Batch 6

Universitas Indonesia

@aryhr

  




By : Ibnu Putrama Agung Tyanto

Posted on December 12, 2015 read:49

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter