Belajar Ikhlas

YOTers, baru-baru ini saya mendapatkan sebuah musibah yang cukup berat bagi saya. Saya baru saja kehilangan sepeda motor pemberian orang tua yang belum genap saya pakai satu tahun. Tentu hal ini sangat mengagetkan dan mengecewakan. Maka saya ingin berbagi dari musibah ini kepada YOTers sekalian.

Berhati-hati

Jelas, pelajaran pertama dari musibah ini adalah untuk selalu berhati-hati, bahkan dalam kondisi teraman sekalipun. Saya meletakkan motor saya di tempat biasa saya meletakkannya. Namun memang dalam beberapa kesempatan terakhir saya sangat jarang memberikan pengamanan lebih seperti gembok di roda yang dulu selalu saya lakukan di awal memakai motor. Walaupun itu memang nasib buruk, kita tetap harus waspada.

Jangan panik

Saat saya mendapati bahwa benar motor saya hilang, sejujurnya saya sangat panik. Saya takut banyak hal terganggu dari aktivitas saya sehari-hari. Namun saya berusaha menenangkan diri dan mengurai masalahnya satu-satu. Saya menyelesaikan masalah dengan melaporkan kepada polisi untuk perihal administrasi, lalu mencoba mengantisipasi masalah-masalah lain yang mungkin hadir. Setelah saya pikir-pikir, hambatan-hambatan yang ada masih sangat bisa saya atasi, kecuali satu hal yang paling saya takuti : mengecewakan orang tua saya. Maka saya selesaikan dengan cara menelepon orang tua, yang mana pasti orang tua saya shock, namun saya yang biasanya juga emosional memilih untuk menenangkan dengan berjanji akan menanggung sendiri konsekuensinya. Setelah itu, saya pun merasa jauh lebih tenang.

Bersikap positif

Membuat pikiran lebih tenang tidak serta merta menghilangkan kekecewaan saya. Namun hal-hal positif muncul berturut-turut, mulai dari bantuan teman-teman terdekat untuk menyebarluaskan kabar, niatan untuk membantu dari berbagai sisi, serta doa dan simpati yang berdatangan dari berbagai lingkaran pertemanan saya. Mereka menyerukan hal-hal positif, mulai dari mendoakan agar motornya ketemu, agar ikhlas, hingga yang lucu seperti “lo disuruh jalan biar kurus za!”. Saya senang hal-hal ini langsung datang. Banyak pula silaturahmi yang tersambung setelah lama tak berkomunikasi, dan hal-hal baik lain yang membuat kekecewaan saya berkurang dan lebih banyak tersenyum.

Ikhlas

Pada akhirnya, ikhlas lah yang menyelesaikan semuanya. Setelah berbagai dukungan datang, saya lah yang harus ikhlas menerima musibah ini. Sebagai orang yang beriman, mendorong diri untuk percaya bahwa ini jalan yang diberikan-Nya untuk saya agar menjadi lebih baik.

---

YOTers, musibah ini adalah yang terbesar yang secara personal terjadi dalam hidup saya. Semoga musibah yang saya alami bisa menjadi pelajaran untuk saya dan kita semua ya!

See you on TOP!

Teuku Yuza Mulia
Young On Top Campus Ambassador
Universitas Indonesia

yuzamulia.wordpress.com | @yuzamulia

  




By : Yuza Mulia

Posted on September 19, 2015 read:72

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter