BERBAGI DENGAN DONDAR

 

Ada yang sudah pernah melakukan donor darah? Jika sudah, sejak kapan kalian mulai mendonorkan darah? Apakah rutin setiap tiga bulan sekali? Jika belum, kapan mulai mendonorkan darah?

Khusus untuk artikel ini, saya akan membahas tentang serba-serbi donor darah, beberapa mitos tentang hal ini, informasi tentang rhesus, dan donor apheresis. Kenapa? Saya pikir, pembahasan tentang skills dan attitude sudah banyak ditulis di website Young On Top (YOT). Padahal, banyak hal lain yang belum tersentuh disini.

Jangan pikir bahwa pembahasan tentang donor darah tidak ada hubungannya dengan kesuksesan. Sukses tak akan didapat tanpa adanya kesehatan. Coba bayangkan, kita adalah seorang pemimpin perusahaan besar yang memiliki kekayaan melimpah. Namun, kita setiap hari harus melakukan kontrol ke dokter akibat penyakit yang kita derita. Apakah itu yang dinamakan sukses?

Tak hanya bagi pasien yang membutuhkan, donor darah memiliki banyak manfaat bagi pendonornya juga, salah satunya adalah menjadi lebih sehat. Berdasarkan penelitian dan testimoni orang-orang setelah mendonorkan darah, mereka merasa lebih bugar. Donor darah ibarat mendaur ulang darah di tubuh sehingga menjadi semakin lancar dan mengalami pembaharuan.

Setiap kali kita mendonorkan darah, sumsum tulang kita dengan otomatis akan mereproduksi sel darah merah baru untuk mengganti darah yang telah kita donorkan. Tidak usah khawatir darah kita akan berkurang, deh. Tak hanya itu, donor darah adalah salah satu metode diet karena dapat membakar 650 kalori setiap mendonor 450 ml darah. Rutin donor darah juga membuat kita semakin kecil mengalami risiko penyakit jantung, karena jumlah zat besi di dalam tubuh lebih stabil.

Kita mengenal empat golongan darah yaitu A, B, O, dan AB. Namun, apakah kalian tahu tentang rhesus? Maksudnya, golongan darah tersebut juga dibagi menjadi dua yaitu rhesus negatif dan positif. Lagi, pernahkah kalian mendengar donor apheresis? Saya akan membahasnya di paragraf berikutnya.

Secara umum, golongan darah ternyata bukan hanya empat golongan tersebut, namun terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu rhesus negatif dan positif. Status rhesus ini menggambarkan adanya partikel protein di dalam darah. Umumnya, rhesus negatif adalah ras Kaukasian seperti Amerika dan Australia. Sedangkan rhesus positif umumnya ras Melanesia, termasuk Indonesia.

Pemilik rhesus negatif tidak boleh ditranfusi oleh rhesus positif, begitupula sebaliknya. Jika kedua jenis golongan darah ini bertemu, akan terjadi penolakan. Salah satu rhesus akan menganggap ada benda asing yang masuk sehingga akan dihalangi, seperti virus dan bakteri. Makanya, hal ini penting untuk diketahui. Mulai sekarang, setiap donor darah jangan lupa untuk menanyakan rhesus kalian ya.

Satu lagi yang masih asing di telinga kita, donor apheresis. Apa yang dimaksud donor apheresis? Apheresis adalah donor darah khusus yang hanya mengambil salah satu komponen darah yang dibutuhkan menggunakan alat khusus. Menurut ketua Blood4Life, Ferdian Kelana, donor apheresis ini lebih lama daripada donor darah biasa, mencapai lebih dari dua jam.

Meski begitu, banyak yang membutuhkan donor apheresis ini. Donor apheresis sangat dibutuhkan oleh orang yang menderita leukemia, kanker, dan demam berdarah. Salah satu ciri orang yang potensial donor apheresis memiliki pembuluh darah besar dan terlihat jelas di lengan. Bagi kalian yang merasa potensial untuk berdonor apheresis, kindly contact akun Twitter resmi Blood4Life ( @Blood4LifeID dan @BFLApheresis ).

Mendonorkan darah adalah salah satu bentuk kebaikan yang bisa kita lakukan. Pendapat orang bahwa donor darah mengerikan hanyalah mitos. Rasa sakit saat berdonor darah hanya terasa ketika jarum suntik menancap di lengan kita. Setelah itu, tinggal menunggu kantung darah terisi penuh dan donor darahpun selesai. That is it.

Semakin rutin kita mendonorkan darah (meski bukan apheresis) setiap tiga bulan sekali, kita sudah membantu saudara yang membutuhkan uluran tangan kita. Jika finansial menjadi hambatan utama untuk berbagi, donor darah adalah salah satu alternatif yang baik. Tak hanya berbuat baik, kita juga mendapat manfaat. Seperti kata pendiri Akedemi Berbagi, Ainun Chomsun, berbagi itu membahagiakan.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador Batch 5                     

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Mari bersilaturahim di @azulfiyan

 

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on April 03, 2015 read:148

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter