BERBAGI DENGAN HATI

 

Mungkin, kita belum cukup kaya untuk menolong orang lain. Tapi, kita tidak perlu uang untuk menolong orang, hanya diperlukan waktu – Henny Kristianus, Pendiri Yayasan Tangan Pengharapan

Orang bilang, berbagi adalah pekerjaan yang mulia. Semua orang bisa berbagi untuk sebuah kebahagiaan. Secara umum, kita bisa berbagi banyak hal dalam kehidupan, bukan hanya sekadar finansial, namun juga hal lain yang membuat orang lain terbantu dan berbahagia.

Mungkin masih banyak orang yang enggan berbagi karena menganggap dirinya ‘kurang mampu’ untuk melakukannya. Kalau kata Henry Pradipta, salah satu mentor Young On Top, orang tipe ini memiliki mental ‘orang miskin’ meskipun mereka adalah orang kaya. Padahal, berbagi tak melulu soal berdonasi uang, namun ada banyak hal yang bisa kita bagikan selain uang. Jika belum bisa berbagi secara finansial, kita masih bisa kok berbagi yang lain.

Misalnya, kita bisa berbagi pemikiran melalui tulisan maupun kegiatan mengajar. Pemikiran kita, bisa jadi adalah sebuah hal yang bermanfaat untuk dibagikan, apalagi kepada orang yang belum tentu memiliki tingkat pendidikan setinggi kita. Lalu, kita juga masih bisa berbagi kebahagiaan melalui partisipasi dalam sebuah kegiatan sosial. Meski tak punya uang, kita mendukung berlangsungnya kegiatan tersebut sehingga sukses. See? Berbagi tak sesulit yang dibayangkan.

Namun, berbagi harus memiliki sebuah landasan kuat. Beberapa landasan yang perlu dipenuhi, pertama, kita perlu memerhatikan tujuan berbagi. Sebenarnya apa sih tujuan kita dalam berbagi suatu hal? Jika tujuannya hanya agar dipuji oleh rekan, saya yakin meaning berbagi tersebut tidak akan sampai kepada mereka yang kita bagikan sesuatu. Kita perlu memastikan bahwa kita berbagi untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Kedua dan yang paling penting, ketika kita berbagi, kita perlu memiliki sebuah ketulusan; berbagi dengan hati. Jika kita masih merasa terpaksa untuk berbagi karena alasan tertentu, artinya kita belum bisa berbagi dengan hati. Kita perlu melatih hati kita untuk dapat setulus mungkin dalam berbagi suatu hal kepada orang lain. Ketulusan akan membuat hal yang kita bagikan menjadi sebuah berkah bagi mereka yang membutuhkan.

Tak perlu takut ‘miskin’ setelah berbagi. Coba tunjukkan kepada saya orang yang mendonasikan kelebihan hartanya kemudian dia jatuh miskin? Beri tahu saya siapa guru yang setiap hari mengajari muridnya berhitung lalu ilmu berhitungnya hilang seketika? Bahkan, menurut ajaran agama saya, apa yang kita bagikan akan berbalik kepada kita dalam bentuk yang tak terduga. Yang pasti, berbagi akan membuat kita bahagia. Kata Ainun Chomsun, pendiri Akademi Berbagi, ketika kita berbagi untuk kebahagiaan orang lain, tanpa sadar kita juga membahagiakan diri kita. Mari berbagi kebahagiaan dengan hati.

 

Ahmad Zulfiyan, bisa dijumpai di azulfiyan27@gmail.com

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on January 03, 2016 read:107

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter