Berbicaralah Seperlunya

Dalam keseharian kita pasti ada orang yang bisa ngerocos tanpa henti dan juga ada yang malas untuk ngerocos, ada beberapa orang yang enggan dan tidak mau masuk dalam sebuah pembicaraan dan perbincangan, coba kita perhatikan sekitar kita, ada tidak orang seperti ini, biasanya orang orang seperti ini mungkin sudah tidak berminat dengan topik perbincangan tersebut jadi dia cuma senyum-senyum saja, karena bagi dia hanya menghabiskan waktu dan tenaga untuk berbicara yang tidak perlu.

Memang tidak ada salahnya seperti itu, melihat latar belakang setiap orang berbeda, minat dan kebiasaan juga, tentu hal-hal seperti itu sudah menjadi hal yang perlu kita pertimbangkan dalam diri kita, yang saya pelajari dari orang seperti itu, yaitu mereka punya dunia mereka sendiri mungkin bagi sebagian orang aneh, tapi apa hak kita untuk mengatakan yang mereka lakukan salah, salah dan benar itu kan merupakan sebuah kesepakatan dari sesepuh-sesepuh kita bukan berarti kita harus menaati mereka hanya taatilah yang sesuai dengan akal sehat kita, contohnya lihat saja anggota Dewan kita, mungkin dari dulu sesepuh para anggota Dewan emang sudah lazim melakukan lobby-lobby dan ketemu calon presiden dan di bilang " Amazing People" yah mungkin bagi mereka itu sudah lazim aja, benar-benar aja, ketika mereka berbicara kelihatan bukan sudah bersalah pura-pura bodoh lagi, mungkin emang bawaan kita bicara seperlunya kalau mau membela diri, kalau ada maunya saja.

Jadi, kalau begitu kenapa kita masih perlu berbicara? Kalau berbicara itu sendiri hanya untuk kepentingan sendiri bukan untuk orang luas, kalau kata pepatah " Tong kosong nyaring bunyinya" kalau begitu ada baiknya kita bicara seperlunya, jangan berbohong dan berkata apa yang kita tidak tahu, dalam diam sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita perlajari, diam adalah simbol dari berbicara itu seperlunya saja.

  




By : Kelvin Stanley

Posted on November 19, 2015 read:74

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter