Berkembang dan Mencapai Mimpi dengan Passion!

Saya merasa, 2 tahun terakhir ini adalah 2 tahun yang sangat signifikan bagi diri saya dalam hal pengembangan diri. Awalnya saya tidak tahu kenapa saya merasa seperti itu. Saya berpikir bahwa sudah sewajarnya saya berkembang pesat di rentang usia saat ini, apalagi dengan berbagai pengalaman berorganisasi di kampus. Namun sejak pertengahan hingga akhir tahun 2013 kemarin, saat saya melakukan introspeksi diri sambil melihat lembaran-lembaran lalu kehidupan saya, saya menyadari ada satu hal yang membuat saya merasa begitu berdaya : passion!

                Kata passion mulai familiar di telinga saya – baik secara kata maupun makna – sejak sekitar akhir 2011. Saat itu sedang masa pemilihan raya mahasiswa UI untuk lembaga kemahasiswaan, dan salah satu pasangan calon untuk salah satu lembaga berkampanye dengan menggaung-gaungkan kata passion. Setelah mereka terpilih, hal itu berlanjut selama setahun kepengurusan lembaganya. Kebetulan saya kenal cukup dekat dengan ketua dan beberapa pengurus intinya, maka sejak itu pula saya banyak melakukan brainstorming tentang kata passion. Pengetahuan saya bertambah pada suatu saat  dimana saya menemukan video TEDx Jakarta yang menampilkan Rene Suhardono, berbicara tentang Passion and Purpose of Life. Saya yang sangat tertarik pun memutuskan untuk membeli bukunya : “Your Job Is Not Your Career”. Setelah membaca buku itulah, saya mulai memahami tentang passion, bahwa passion adalah sesuatu yang ada dalam diri saya, membuat saya merasa sangat berdaya, dan merupakan kekuatan terbesar saya. Sejak itu pula saya mulai mencari passion saya.

                Tahun 2013, perjalanan pengembangan diri saya berlanjut  Dalam pencarian passion, saya mencoba berbagai hal, mempelajari beberapa hal baru, sekaligus tetap menjalankan tugas saya di organisasi yang sedang saya ikuti. Nah, menjelang berakhirnya kepengurusan organisasi yang saya ikuti, ada rasa sedih yang menghinggapi diri saya. Hal itu cukup mempengaruhi saya dalam menentukan perjalanan saya di tahun 2014. Saya menyadari bahwa kesedihan itu bukan hanya karena harus berpisah dengan teman-teman satu organisasi yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Saya menyadari bahwa saya akan merasa sangat kehilangan apa yang saya lakukan sehari-hari, mendekatkan diri kepada pengurus, memotivasi pengurus, menanamkan nilai organisasi kepada pengurus, mengembangkan kapasitas diri pengurus, dll yang berhubungan dengan SDM dan ide. Mungkinkah ini passion saya?

                Pencarian terus berlanjut hingga pada akhir 2013, saya melakukan sedikit flashback, dengan mengingat-ingat masa sekolah saya, dimana sangat sulit mendapatkan informasi tentang pendidikan berkualitas. Bahkan walaupun SMA saya adalah SMA unggulan di kabupaten, masih sangat sulit menembus perguruan tinggi favorit. Saya ingat, waktu itu saya mengajak beberapa orang teman untuk berjuang masuk UI, namun hanya satu orang yang berhasil diajak, itupun tidak lulus. Jadilah saya merantau seorang diri dari daerah saya, Aceh Selatan, karena alumni sekolah saya pun belum ada yang pernah masuk UI. Saya membayangkan bagaimana nasib murid-murid sekolah lain yang kualitasnya tidak lebih baik dari sekolah saya. Saat itulah saya merasa ada panggilan untuk memajukan pendidikan Indonesia, dan mungkin saya akan memulainya dari kampung halaman saya. Mungkinkah ini tujuan hidup saya?

                Ya, flashback itu adalah pelengkap puzzle saya dalam pencarian passion saya. Saya menetapkan mimpi besar saya untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengembangan manusia dan pemikirannya. Saya bermimpi Indonesia akan maju dalam berbagai bidang karena kualitas sumber daya manusianya sangat baik, hingga mampu mengembangkan berbagai sektor kehidupan dengan merata di seluruh nusantara. Saya optimis akan mampu mencapai mimpi besar itu, tentu bersama orang-orang di sekitar dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya sangat yakin dan sangat percaya, karena saya akan merasa sangat berdaya, karena saya merasa itu adalah kekuatan saya, karena saya akan merasa sangat nyaman, dan karena saya tidak akan pernah merasa bosan. Ya, karena ini adalah passion saya.

Ini adalah cerita tentang bagaimana saya berkembang secara individu dan menemukan suatu hal yang akan sangat membantu saya menjalani hidup dengan lebih bermakna : passion. Semoga cerita ini bisa menjadi gambaran tentang apa itu passion dan bagaimana kita berkembang dan bermanfaat dengan lebih maksimal dengan menjalankan passion kita. Terima kasih sudah membaca.

  




By : Yuza Mulia

Posted on March 21, 2014 read:191

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter