Bilingual Brain Gives Remarkable Advantages

Ni hao ma?”, “Annyeonghaseyo?”, “How are you?”, 

Jika YOTers dapat menjawab perkataan diatas ini dengan “Wo hen hao, xie xie. Ni ne?”, “Ne, annyeonghaseyo?”, “I’m fine thank you, and you? dan YOTers sedang membaca dan mengerti tulisan ini dalam Bahasa Indonesia, maka congratulations! karena kamu termasuk orang yang memiliki otak bilingual!

 

Mengetahui dan menguasai lebih dari satu bahasa jelas memberikan banyak kemudahan. Selain bermanfaat untuk traveling atau berpergian, menonton film tanpa bantuan subtitles, kemampuan multibahasa terbukti dapat menjaga kesehatan otak seperti menghambat penyakit Alzheimer yang disertai melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan jenis demensia lainnya.

 

Menurut studi, orang yang dengan lancar berkomunikasi dalam berbagai bahasa (bilingual) dapat memproses informasi jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan mereka yang hanya tahu dan menggunakan satu bahasa saja (monolingual). How is that possible? Otak bilinguals work differently.

 

Otak kiri berorientasi pada analytical dan logical, sedangkan otak kanan berorientasi pada emotional dan social secara dominan. Kemampuan berbahasa asing menggunakan keduanya.

 

Usaha dan perhatian yang dibutuhkan ketika seseorang berlatih menggunakan lebih dari satu bahasa dan mengganti penggunaan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain memicu kerja otak untuk lebih aktif dan berpotensi memperkuat dorsolateral prefrontal cortex, salah satu bagian otak yang berfungsi untuk memecahkan masalah, multitasking, dan menaruh fokus sambil memfilter informasi yang tidak relevan.

 

YOTers, if you guys are monolinguals don’t worry, tidak ada kata terlambat untuk mulai mempelajari lebih dari satu bahasa. When it comes to learning languages, listening is the key

  




By : Levina Caroline

Posted on January 22, 2016 read:65

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter