BUKAN HARTA, TAPI KEBAHAGIAAN

 

“Bukan soal berapa banyak harta yang kita miliki, melainkan berapa banyak yang kita bisa nikmati, yang membuat kebahagiaan” – Charles Spurgeon

Oleh: Ahmad Zulfiyan

            Sudah membaca lead diatas? Bagaimana kesan setelah membaca lead dari Spurgeon diatas? Kalau saya merasa tersentil. Dulu, banyak orang-orang yang menyuruh saya meneruskan pendidikan setinggi-tingginya agar saya bisa mudah mendapat pekerjaan. Singkatnya, pendidikan hanya dijadikan sebagai tunggangan untuk menjadi orang kaya! Semakin kesini, saya sadar bahwa perkataan mereka tak sepenuhnya benar. Tak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia membutuhkan uang untuk terus melanjutkan hidup yang serba komersil ini. Namun, apakah itu esensi sebuah kehidupan? Saya sih NO!

            Jika diamati, terutama di daerah Jakarta, banyak pekerja diperbudak oleh pekerjaannya. Berangkat subuh pulang petang, ditemani dengan kemacetan Jakarta sebagai sebuah keniscayaan. Sebenarnya bukan itu yang melatarbelakangi saya untuk menulis artikel ini. Saya merasa banyak orang tidak ikhlas dalam menjalankan aktifitas tersebut. Saya pernah menjumpai beberapa pekerja pada saat jam pulang kerja. Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju Depok untuk sebuah urusan. Mereka berbincang tentang pekerjaan yang menurut mereka sangat melelahkan. Mereka menggerutu seakan tak ikhlas dengan perkerjaannya.

            Bagaimana bisa begitu? Berdasar pendapat pribadi, mungkin mereka hanya mengejar harta di dalam hidupnya. Baginya, harta adalah pencipta kebahagiaan. Padahal tidak! Jika bekerja (baca; mengumpulkan uang) adalah menciptakan kebahagiaan, tidak mungkin banyak orang mengeluh atas pekerjaannya. Pekerja, yang mirip dengan robot tersebut seolah menjadi budak dari sebuah kepentingan.

            Kembali ke lead, hidup haruslah bahagia. Jika kita bekerja tapi kita mengeluh (baca; tidak bahagia, tidak menikmati), saya katakan hidup Anda sangat membosankan. Mentor saya di Young On Top selalu mengungkit masalah ini. Kita harus melakukan sesuatu dengan passion, bukan dengan paksaan. Ketika menikmati setiap proses di dalam pekerjaan kita, hasil tidak akan berkhianat. Benar kata Charles, kalau kita kaya harta namun tidak bahagia, ya percuma! Mari merenung.

 

Penulis adalah Young On Top Campus Ambassador, sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta. Mari membangun networking -> @azulfiyan

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on December 02, 2014 read:124

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter