BUTTERFLY EFFECT

Apakah teman-teman pernah menonton film “Butterfly Effect” yang dibintangi oleh Ashton Kutcher? Dalam film itu mengisahkan Evan (Asthon Kutcher) mengidap penyakit otak yang langka, sehingga dalam kesehariannya ia sering melupakan kejadian-kejadian yang baru saja ia alami. Untuk mengatasi hal tersebut, Evan menulis sebuah buku harian agar ia tidak lupa. Setelah beranjak dewasa, ketika ia menemukan kembali buku hariannya sewaktu ia kecil, ia membaca buku tersebut lalu ia kembali ke masa lalu sesuai dengan kejadian yang dituliskan di buku hariannya tersebut. Di situ ia mengubah satu hal kecil dan ia pun kembali ke masa dewasanya namun dengan kondisi yang berbeda.

Film tersebut sangat tepat untuk mengambarkan sebuah teori, teori yang dijadikan judul film ini, yaitu teori Butterfly Effect. Teori ini menggambarkan bahwa sebuah hal kecil mampu mengubah kehidupan kita untuk selamanya, bahkan digambarkan oleh sebuah seniman bahwa sebuah kepakan sayap kupu-kupu di belahan hutan Amazon mampu menghasilkan badai tornado di Toronto beberapa bulan kemudian.

Nah, sebagai seseorang yang memiliki masa depan yang panjang, kita tentunya tidak ingin sebuah hal kecil merusak masa depan kita, oleh karena itu penting bagi kita untuk memikirkan baik-baik setiap keputusan yang kita buat. Contoh nyata dalam kehidupan anak muda sekarang adalah ketika seorang anak muda ditawari untuk pertama kalinya mencoba narkoba. Keputusan yang dia buat pada saat itu menentukan hidup dia untuk selamanya. Perbedaan antara menerima dan menolak tawaran tersebut bisa sangat signifikan. Apabila iya memilih menerima, maka masa depannya akan dipenuhi oleh ketergantungan terhadap obat, kriminalitas, rasa bersalah, masa depan yang kelam, penjara, bahkan kematian. Namun apabila saat itu dia memutuskan untuk berani berkata tidak, maka masa depannya mungkin akan berisikan prestasi, kesuksesan, dan masa depan yang cerah.

Oleh karena itu, kita harus memikirkan baik-baik apa yang akan kita lakukan, karena kita tentunya tidak dapat kembali ke masa lalu. Ingat baik-baik bahwa anda yang sekarang adalah hasil perjalanan anda beberapa tahun belakangan, oleh sebab itu, apabila anda ingin melihat diri anda sukses dan berhasil

Terkadang pada saat kita sedang berada dalam kondisi emosional, kita sering membuat keputusan-keputusan yang spontan tanpa memikirkan keputusan tersebut. Hal itu sangat merugikan kita sendiri mengingat adanya teori Butterfly Effect ini, jangan karena emosi sesaat, kedepannya kita mengalami kesulitan dan penyesalan

Pilihan yang kita buat pun, selalu kita usahakan merupakan pilihan yang terbaik, agar kelak kedepannya kita mendapatkan hasil yang memuaskan. Pernah dalam suatu wawancara penerimaan pekerjaan, terdapat beberapa orang yang akan diinterview, setelah diinterview, mereka semua memiliki hasil yang sama-sama memuaskan, namun hanya ada satu orang yang akan diterima. Karena bingung memutuskan, sang interviewer memutuskan untuk rapat bersama beberapa orang stafnya. Ketika berjalan menuju ruang rapat, interviewer ini melewati orang-orang yang dia interview tadi, dan ada satu orang yang tersenyum dan menyapanya. Tahu apa yang terjadi kemudian, orang tersebutlah yang dipilih. Setelah berkarir beberapa tahun, ia mendapatkan promosi untuk posisi yang lebih tinggi, dan sekarang karirnya pun gemilang. Hanya satu senyuman kecil bisa membawa perubahan sebanyak itu! Bayangkan kalau ia memilih untuk tidak tersenyum pada saat itu, mungkin hasilnya akan lain

So, remember that little thing bring big thing, make sure you did every little thing as good as possible.

Adrie Octavianus Thioritz

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

Young On Top Campus Ambassador Batch 3

  




By : Adrie Octavianus Thioritz

Posted on August 15, 2012 read:785

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter