Colorful Campaigne in the "Party"

Pesta demokrasi Indonesia baru saja selesai digelar. Pesta tersebut semakin semarak dengan beragam warna kisah menarik sepanjang perhelatannya. Membedah nilai, sosok, latar belakang dan kisah masa lalu kedua sosok capres tersebut seakan tak ada habisnya. Berbagai “nyanyian” kabar burung meramaikan sosial media dan berita media masa, bahkan menjadi trending topic yang hangat di dunia maya dan dunia nyata. Kini, publik tinggal menanti realisasi tiap-tiap janji politik yang senantiasa lantang disuarakan. Tumpukan “pekerjaan rumah” negeri ini telah menanti diselesaikan oleh sang jawara perebut hati rakyat. Lantas bagaimana muara demokrasi negeri ini?

Sistem demokrasi Indonesia dinilai sudah cukup baik dibandingkan dengan negara demokrasi lainnya. Namun, bukan rahasia umum lagi jika implementasi dari  “demokrasi” itu sendiri sudah dinilai kebablasan dalam berbagai aspek aspirasi dan pemberitaan media. Adanya revolusi kebebasan pers, berkembang pesatnya teknologi dari dampak globalisasi dan sosial media yang merajai kehidupan hampir berbagai lapisan masyarakat seolah sebagai wadah yang sangat luas untuk mengekspresikan pendapat dengan berbagai bentuk aspirasi dan pemberitaan.

Latar belakang yang berbeda memang selalu menjadi sorotan utama publik tiap kali menilai kedua sosok calon pemimpin baru negeri ini. Jokowi, sang pemimpin yang jauh dari kata priyayi  dianggap berhasil membangun Koto Solo sebagai “The Spirit Of Java”.  Sampai Megawati membawanya ke ibukota, menyandingkannya dengan Basuki “Ahok” Tjahaya Purnama, charisma kerakyatan Jokowi masih terlihat jelas. Senada dengan itu, Publik pun disuguhi sosok tegas macam  Prabowo Subianto,  lengkap dengan background militernya. 

Mengungkapkan aspirasi tak ada salahnya. Lengangnya ikatan peraturan perundang-undangan dapat menjadi hal positif jika diperlakukan secara tepat pada tempatnya. Aspirasi yang baik diungkapkan dengan sistematika logika yang apik dan santun tutur bahasanya. Curahan kata dalam tulisan menjadi cermin sudut pandang dan penilaian alur pemikiran sang penulis dengan opininya. Namun, jika aspirasi itu menusuk tajam merobek nama baik seseorang dan membawa SARA dalam bahasan topiknya, sedangkan realita beritanya masih dipertanyakan maka akan menjadi secarik berita penyebar fitnah pemicu pertikaian.

Penghembusan isu ini adalah sebuah kemunduran demokrasi yang melebihi tapal batas. Isu tersebut seakan memecah belah masyarakat menjadi dua kubu. Isu semacam ini tidak hanya sensitif, tapi mengancam kerukunan antar umat beragama, berbagai suku dan daerah yang sudah terjalin di Indonesia selama ini.

Dalam teori pergerakan politik, terdapat beberapa tipe pemilih dalam mengambil pilihannya dalam pemilihan, yakni pemilih rasional, psikologis, dan sosiologis. Masyarakat idealnya harus dapat memosisikan diri sebagai kaum intelektual. Masyarakat adalah pemikir rasional, yaitu pemilih yang mampu berpikir secara kritis dan cerdas dalam menentukan pilihannya. Sikap masyarakat yang mulai proaktif dan peduli atas dunia pergolakan politik negeri menjadi harapan baru masa depan bangsa yang lebih baik.

Salah satu pilar demokrasi modern adalah meritokrasi, yaitu menyerahkan kepemimpinan kepada orang yang memiliki kemampuan. Harapannya masyarakat memenuhi hakikat sebagai seorang intelektual. Seorang yang berpikir kritis dan cerdas dalam menggali program, nilai, serta misi seraya tidak berkutat pada pribadi semata. Harapan  kepada masyarakat untuk memiliki refleksi mendalam agar mengukur kapasitas seorang pemimpin dalam menentukan arah perjuangan negeri ini nantinya semakin memuncak di era intelektual masa kini. Jika kita memang berada pada pijakan yang sama yakni keberagaman, maka sudah barang tentu pilihan yang kita ambil melepaskan segala unsur-unsur yang berpotensi memecah belah tersebut.

Semoga saja perpecahan semu yang terjadi kemarin hanya sebagai mimpi buruk yang akan berakhir saat terbangun dari tidur. Di saat mentari masih belum merenta dan malam belum menua, mari membuka mata dan biarkan secercah sinar itu hadir memberikan kehangatannya atas indahnya persatuan di negeri kita Indonesia.

By :

Lisa Amalia Artistry Ramadhani
Young On Top Campus Ambassador batch 5
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara'13

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on August 21, 2014 read:120

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter