Cut Off Lingkaran Hitam Korupsi

Disadari atau tidak, korupsi sudah menjadi penyakit kronis bagi bangsa Indonesia. Menurut data ICW (Indonesia Corruption Watch) sepanjang tahun 2013, total kerugian negara akibat korupsi adalah 7,3 triliun. Angka yang sangat fantastis besar, bayangkan jika uang sebanyak itu digunakan untuk pendidikan, pembangunan infrastruktur, kesehatan dan program penuntasan kemiskinan, akan banyak nyawa yang harusnya terselamatkan dan akan sedikit anak putus sekolah gara-gara tak mempunyai biaya.  Bahkan Indonesia tergabung dalam 60 besar negara terkorup di dunia versi Transparansi Internasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan korupsi sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain (sumber kbbi.web.id/korupsi). Sedangkan menurut Black’s Law Dictionary korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak resmi dengan hak-hak dari pihak lain secara salah menggunakan jabatannya atau karakternya untuk mendapatkan suatu keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain, berlawanan dengan kewajibannya dan hak-hak dari piak lain.

Dari kedua definisi tersebut, tersirat perbedaan diantara keduanya. Berdasarkan KBBI yang dikatakan sebagai korupsi lebih mengarah kepada hal yang besar terutama bagi orang . yang memangku jabatan tertentu di bidang pemerintahan atau swasta lainnya. Namun, ada perluasan makna jika kita analisis dari definisi korupsi  menurut Black’s Law Dictionary, dimana korupsi juga di tafsirkan sebagai perbuatan menguntungkan diri sendiri atau golongan tertentu yng melanggar kewajiban dan hak-hak orang lain.

 Hal ini cukup menarik bahwa definisi yang berfungsi sebagai pagar pembatasan dari makna korupsi, kini telah meluas dan menandakan korupsi bisa terjadi disemua bidang khususnya bidang pendidikan.dari situs kompasiana.com memberikan permisalan sederhana, yang terjadi pada anak sekolah, misal perbuatan menyontek, bisa saja dikatakan sebagai bagian dari bentuk korupsi. Bagi mahasiswa, korupsi bisa saja, dengan melalui plagiasi teori atau praktik ‘menitip tanda tangan di presensi’. Padahal para pelajar adalah calon punggawa penerus bangsa yang akan mewarisi kepemimpinan di republik ini. Sungguh memprihatinkan apabila budaya busuk zaman Orde Baru terus bercokol kedalam pribadi pelajar saat ini. Apalagi peran pelajar dan mahasiswa sudah semakin nyata saat menjadi pioneer terdepan reformasi 98 untuk menggulingkan rezim yang penuh korupsi dulu.

 

Oleh karena itu, salah satu langkah terbaik dalam mencegah dan mengakhiri regenerasi korupsi salah satu solusi yang tepat ada pada pembudayaan jiwa antikorupsi pada generasi penerus bangsa yakni para pelajar dan mahasiswa. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai salah satu sekolah tinggi ikatan dinas dibawah kementerian keuangan adalah salah satu lembaga pendidikan yang para lulusannya akan diangkat sebagai calon Punggawa Keuangan Negara di berbagai instansi keuangan pemerintah seperti Direktorat Jenderal Pajak, Badan Kebijakan Fiskal, BPPK, DJBC dan sebagainya. Mengingat betapa pentingnya kedudukan dan penempatan yang begitu strategis dalam jabatan pemerintahan, tim penulis memilih menjadikan STAN sebagai fokus arah dalam pemaparan langkah-langkah strategis dan upaya apa yang bisa dijadikan contoh dan masukan dalam penggemblengan serta penanaman mental tangguh anti korupsi pada para mahasiswa STAN.

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on November 20, 2015 read:85

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter