Darahku di Merah Putih

YOTers tau ga siapa Tatang Koswara? Mungkin yang ada dibenak YOTers pasti "Siapa itu?" atau "Oh beliau kan yang meninggal dunia setelah syuting acara talkshow di salah satu siaran televisi itu". Ya.. benar. Alm. Tatang Koswara ini dulunya adalah sniper Indonesia. He is our hero. He has a contribution for Indonesia.

Sniper legendaris TNI Peltu Tatang Koswara meninggal dunia usai syuting acara talkshow bersama Deddy Corbuzier. Prajurit berani ini meninggal dalam usia 68 tahun karena sakit jantung. Kehebatan Alm. Tatang ini diakui Peter Brookesmith dalam bukunya yang berjudul Sniper: Training, Techniques, and Weapon yang diterbitkan pada 2000. Nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia. Ironis, yang mengapresiasi hal tersebut bahkan dari orang luar.

Tatang bertugas di medan perang Timor Timur. Dia menorehkan banyak prestasi di medan tempur. Tatang juga pernah hampir meninggal di medan tempur saat kakinya terkena tembakan. Bayangkan YOTers... Beliau berjuang demi keamanan Indonesia. Namun di masa tuanya, Alm. Tatang hidup pas-pasan dan membuka warung makan di markas Kodiklat. Walaupun saat ditanya Deddy akan pendapatan yang masih belum mencukupi kebutuhan hidupnya, Tatang hanya menerima dengan ikhlas. Karena Tatang melakukan hal itu adalah untuk Indonesia.

Yang mengharukan, Deddy sempat mendengar ucapan tatang. "Sebelum meninggal, beliau berkata pada saya: "Darahku di merah putih"

"A hero is someone who has given his or her life to something bigger than oneself"-Joseph Campbell

Rasa nasionalisme yang dimiliki Alm. Tatang sangat kuat. Beliau begitu mencintai tanah kelahirannya itu, Indonesia. Sungguh miris apabila melihat nasib veteran di negeri tercinta ini. Sudah banyak di berita televisi yang mengatakan bahwa kehidupan veteran masih belum layak. Bisa dibandingkan dengan veteran yang ada di Amerika. Mereka hidup layak dan menerima tunjangan serta mendapat jaminan kesehatan. Sungguh hal yang setimpal dengan jasa yang telah dilakukan untuk negaranya. Bisa diakui bahwa Amerika tahu bagaimana memperlakukan orang yang berjasa untuk negara. YOTers pernah melihat film perang Amerika yang dimana biasanya prajurit akan diberi suatu penghargaan kan. Tidak hanya itu, semua memberi penghormatan dan rasa terima kasih. Disana seakan sangat diberi apresiasi.

Alm. Tatang hanyalah salah satu dari banyaknya veteran di Indonesia. So, bisakah kita seperti Amerika yang sangat menghargai orang-orang yang telah berjasa pada negaranya? Bisakah kita sebagai generasi yang bisa hidup dengan aman di Indonesia memberikan apresiasi pada para pahlawan kita mulai sekarang? 

See U on TOP!

 

Eriska Nugrahani

Universitas Al Azhar Indonesia

Young On Top Campus Ambassadors

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on March 14, 2015 read:110

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter