Demotivasi dalam Akademik

Demotivasi dalam Akademik

 

Pernahkah kamu merasakan semangat yang kian berkurang dalam menjalani atau mengerjakan sesuatu? Pernahkah kamu mengalami seolah-olah tenaga terkuras habis dan tidak tersisa sedikitpun di dalam dirimu? Pernahkah kamu merasakan untuk sebaiknya pergi menghindar dan tidak berada di posisi yang sedang ditempati? Jika jawabannya adalah iya, maka kamu sedang mengalami masa yang disebut dengan demotivasi atau penurunan semangat terhadap sesuatu.

Demotivasi bisa disebabkan oleh banyak faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti faktor psikologis, contoh: jenuh, bosan, dsb. Faktor eksternal merupakan faktor dari luar seperti tugas yang menumpuk, jadwal yang padat, tekanan dari berbagai pihak, dsb. Kedua faktor ini memiliki keterkaitan satu sama lain dan memiliki hubungan sebab-akibat.

Demotivasi merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, jika hal ini berlangsung terus-menerus maka akan merugikan bagi individu karena demotivasi bisa menyebabkan penurunan tingkat produktivitas. Lalu, bagaimana jika demotivasi terjadi pada bidang akademik? Biasanya, himpitan dan tuntutan dari perkuliahan yang terlalu tinggi tidak menghasilkan peningkatan produktivitas serta semangat kerja. Sebaliknya, hal tersebut akan mengakibatkan penurunan semangat untuk hadir dan melakukan perkuliahan.

Setiap mahasiswa mungkin pernah mengalami hal yang sama. Terlebih mahasiswa-mahasiswa yang sudah tergolong ‘tua’ yang berada di tingkat tiga atau empat perkuliahan. Perasaan jenuh kerap kali mengahampiri, walaupun baru menjalani setengah paruh pertama perkuliahan di semester ganjil. Tugas yang datang silih berganti dan tanpa belas kasih sering menjadi pelaku utama yang menyebabkan terjadinya demotivasi pada mahasiswa. Ditambah lagi dengan jadwal yang padat membuat mahasiswa harus ‘ngos-ngosan’ dalam mengerjakan deadline dan secara tidak langsung mengharuskan mahasiwa untuk ‘tetap melek’ di malam hari demi memperjuangkan nasibnya. Hal ini terjadi hampir setiap hari. Ini belum termasuk kegiatan yang dijalankan oleh para mahasiswa di luar kelas. Gimana gak demot? Setiap hari pikiran terkungkung oleh tugas-menugas dan segudang tanggung jawab yang menyebabkan urat syaraf otak menjadi menegang.

Untuk itu, diperlukan adanya pengalihan pikiran dari hal-hal tersebut. Tubuh butuh istirahat, pikiran butuh penyegaran, syaraf perlu dikendorkan. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan demotivasi, salah satunya yaitu dengan cara keluar sejenak dari himpitan-himpitan dunia dan bermainlah dengan hal-hal yang mampu meningkatkan mood, contoh traveling. Demotivasi merupakan hal yang lumrah, namun tidak baik untuk dipelihara. Segera buang jauh-jauh dan kembali lah menjalani sejuta kegiatan dengan penuh semangat!

 

Mory Wulandari. 15:00 WIB

  




By : Mory Wulandari

Posted on October 24, 2015 read:124

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter