Depresi Sosial Media

Hallo Yoters...

Kali ini gue bakal ngebahas mengenai sosial media. Pasti kalian tidak asing lagi dengan sosial media, iya kan? Setiap hari kalian pasti menggunakan sosial media untuk alat komunikasi. Dan sekarang banyak sekali sosial media yang menawarkan fitur-fitur tambahan selain untuk chatting, mengirim gambar, video, ataupun audio, sekarang beberapa sosial media dapat mem-share location, live video, dan masih banyak lagi.

Biasanya berapa lama sih kalian menggunakan sosial media?

Hmmm... kurang dari satu jam secara terus menerus, satu sampai dua jam terus menerus, atau dua jam lebih secara terus menerus. Kalian tau engga ada sebuah penelitian yang menerangkan bahwa penggunaan sosial yang berlebihan dapat mengakibatkan depresi. Wah... kenapa bisa depresi?

Jadi, mengapa sosial media dapat menyebabkan depresi?

Jejaring sosial dapat memicu emosi penggunanya. Apabila seorang pengguna sedang dalam kondisi emosi negatif, maka ke depannya akan memicu depresi. Depresi yang disebabkan oleh sosial media lainnya yaitu rasa iri. Rasa iri biasannya membuat seseorang pengguna membandingkan diri mereka dengan orang lain. Contohnya sesorang dalam sosial media menggambarkan dirinya yang sangat bermewah namun, sebenarnya tidak menggambarkan kehidupan sesungguhnya. Dan itu dapat memicu rasa iri kepada orang lain. Selain itu, depresi yang disebabkan karena pura-pura menciptakan citra baik didunia maya. Mereka yang terlalu iri dengan kehidupan teman-teman lainnya yang ada di dunia maya, akhirnya depresi, dan mereka menciptakan kehidupan pura-pura.

Kalau sosial media dihilangkan dalam kehidupan kita, itu pasti tidak mungkin terjadi. Namun bagaimana kita menyikapi sosial media itu saja J

 

  




By : Desi Lestari

Posted on January 22, 2016 read:83

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter