Dreams Come True (UI, Korea, Japan?)

Dreams Come True

(UI, Korea, Japan?)

 

            Pernah lihat video motivasi mas Danang Ambar Probowo, mahasiswa IPB, yang menulis 100 mimpinya di dua lembar kertas usang? Mas Danang menulis 100 mimpinya di dua lembar kertas dan ia menempelkannya di depan lemari bajunya. Namun, mas Danang berkata bahwa pada waktu itu tidak sedikit teman-temannya yang meremehkan semua mimpi-mimpinya karena menurut mereka tidak realistis. Dan akhirnya mas Danang memindahkan dua lembar kertas mimpinya tersebut ke atas tempat tidurnya dengan alasan agar ia bisa melihatnya setiap akan tidur dan bangun pagi. Dan ternyata secara tidak langsung satu persatu mimpinya menjadi kenyataan.

            Melihat video dan cerita mas Danang tersebut, saya menjadi termotivasi juga ingin mewujudkan semua mimpi-mimpi saya menjadi kenyataan. Akhirnya saya mulai menulis semua mimpi-mimpi saya. Kalau mas Danang menuliskan mimpi-mimpinya di dalam sebuah kertas dan menempelkannya diatas tempat tidur, berbeda dengan saya. Saya menuliskan semua mimpi-mimpi saya di dalam sebuah buku agar suatu saat ketika buku saya akan penuh dengan coretan-coretan stabilo warna kuning yang menandakan bahwa mimpi saya telah terwujud. Dan buku tersebut selalu saya letak di bawah bantal kamar tidur saya dan selalu saya baca setiap malam sebelum tidur. Ada alasan tersendiri mengapa saya tidak mau menempelkan mimpi  saya di  dinding kamar saya atau di atas tempat tidur seperti mas Danang, karena saya tidak ingin semua mimpi saya diketahui oleh orang lain sebelum semuanya terwujud. 

 Seiring dengan berjalannya waktu, buku saya sudah hampir 50% dipenuhi dengan coretan-coretan stabilo kuning menandakan bahwa mimpi-mimpi saya telah menjadi kenyataan. Walaupun mimpi-mimpi saya terwujud secara tidak berurutan. Ada 103 mimpi yang telah saya buat, dan sudah terwujud sebanyak 47 mimpi. Inilah beberapa mimpi yang bisa saya share ke teman-teman karena saya belum mau share semuanya terlebih dahulu sebelum semuanya terwujud. Untuk sementara: mimpi ke-8 “Dapet undangan masuk PTN”, mimpi ke-9 “Lulus di Universitas Indonesia”, mimpi ke-43 “Lolos PKM to PIMNAS didanai”, mimpi ke-11 “IP perdana qumlaude”, mimpi ke-25 “Menginjakkan kaki di Seoul, Korea Selatan”, mimpi ke-26 “Menginjakkan kaki di Tokyo, Japan”, mimpi ke-1 “Ingin kurus”, mimpi ke-51 “Punya IMT normal”,  mimpi ke-31 “Menginjakkan kaki di Namsan Seoul  Tower”, mimpi ke-32 “Menginjakkan kaki di Palace Seoul, Korea Selatan”, mimpi  ke-33 “Menginjakkan kaki di Tokyo Tower”, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Mengapa hanya mimpi-mimpi tersebut yang bisa saya share ke teman-teman? Karena saya merasa mimpi-mimpi yang telah terwujud ini adalah mimpi yang paling susah. Pertama untuk dapet undangan PTN saya harus berjuang selama dua setengah tahun di bangku SMA demi mendapatkan peringkat di kelas. Jujur, saya adalah orang yang tidak terlalu pandai, namun saya adalah orang yang rajin dalam segala hal. Hal itulah yang membuat saya mendapat nilai plus dalam segala bidang. Untuk dapat pergi ke Korea dan Jepang pun bukan karena saya sangat pandai di Kampus, melainkan memang karena saya rajin menulis paper dan mengirimkannya ke conferences yang ada di luar.

Itulah sekilas mengenai mengapa kita harus bermimpi dan menuliskan mimpi kita. Karena dengan menuliskannya, kita tidak akan lupa mimpi-mimpi yang telah lama kita buat dan akan membuat kita semakin berusaha untuk dapat mewujudkannya. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

 

Qonitah Azzahra

Gizi-FKM Universitas Indonesia 

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on September 19, 2015 read:106

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter