Dunia Baru

Sudah hampir dua minggu saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pinangsari, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bersama 29 mahasiswa lainnya dari kampus yang sama, kami ‘dibawa’ ke sini untuk mengabdi; memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Okay, tujuan tersebut terkesan berlebihan, sih. Persediaan waktu yang hanya sebulan dan minimnya dana menjadi alasan utama kenapa saya menyebut tujuan tersebut terlalu membumbung tinggi.

Anyway, I am not gonna talk about that matter. Saya hanya akan berbicara tentang dunia baru. Teman-teman pasti paham bagaimana sulitnya beradaptasi dengan hal-hal baru. Puluhan tahun membujang, pasti akan keki ketika mendapati bahwa kita telah menikah dan harus bertanggung jawab mengurus rumah tangga. Begitupula ketika harus tinggal di daerah baru. Beberapa dari kami sempat shocked dengan perbedaan disini.

Namun, seiring berjalannya waktu, kami sadar bahwa perbedaan memang sebuah keniscayaan. Jika kita tak membuka pikiran untuk sebuah perbedaan, saya kira sulit untuk berkembang. Dunia baru yang kami tinggali ini memberikan perspektif baru tentang kehidupan. Dari dunia baru tersebut, kita akan menemukan banyak perbedaan yang terkadang membuat kita kaget dan tak siap.

Ketidaksiapan itu yang membuat kita sulit maju. Ketika kita tidak siap, maka kita akan sulit untuk maju karena kita tidak bisa menerima hal baru dan selalu dalam kubangan pikiran negatif. “Ah, nanti kalau aku begini, nanti begini...” Hasilnya, kita hanya akan stuck di satu tempat dan tidak mendapat apa-apa. Padahal, dunia baru tersebut dapat kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih positif.

Pertama, dunia baru membawa kita ke lembaran baru kehidupan. Jika kita memiliki pengalaman hidup suram di masa lalu, lembaran baru ini bisa kita jadikan turning point untuk berbenah diri. Kedua, dunia baru adalah sebuah media belajar baru yang belum kita jamah. Kita bisa belajar sebanyak-banyaknya dari dunia baru tersebut.

Kemudian, dunia baru memberikan kita gambaran bahwa diversity is real. Di dunia lama, mungkin kita hanya menemukan sesuatu yang itu-itu saja. Nah, dunia baru yang membuka mata kita betapa beragamnya kehidupan kita. Kita dapat belajar untuk menerima keberagaman tanpa harus membanding-bandingkan sesuatu.

Jika kita jeli, kita akan mendapatkan banyak hal baru dari dunia baru tersebut. Pikiran kita akan lebih terbuka dengan sesuatu yang baru. Namun, jika kita memang susah untuk menerima hal baru, lalu bagaimana kita akan berkembang?

Ahmad Zulfiyan, azulfiyan27@gmail.com

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on January 29, 2016 read:113

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter