Faktor Penghambat Manajemen Waktu

Waktu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita. Kita hidup dalam waktu yang terbatas dan terus berjalan. Banyak hal yang harus dilakukan dalam waktu yang terbatas. Barangkali YOTers mengetahui pepatah ini “Apa yang terpanjang, tapi juga yang terpendek, yang tercepat, tetapi juga yang telambat, kita semua tidak mengindahkannya tetapi kita semua menyesalinya. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa itu, ia menelan segala yang terkecil dan membangun segala yang besar, ITULAH WAKTU

Waktu adalah yang terpanjang karena  ia adalah ukuran   keabadian dan terpendek karena tidak ada seorangpun yang mempunyai waktu yang cukup untuk meyelesaikan tugas kehidupannya. Bagi mereka yang gembira, waktu berlalu terlalu cepat. Tetapi bagi mereka yang menderita, waktu berlalu terlalu lambat. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa itu karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita. Waktu adalah unsur dasar bagi pembentukan kehidupan. Ia menelan semua yang tidak berfaedah dan mengekalkan semua yang hebat dan  berharga.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat menghambat kita dalam memanajemen waktu, faktor faktor penghambat tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Suka Menunda Pekerjaan.

Kita sangat senang untuk menunda pekerjaan dan lebih suka mengerjakannya jika sudah mendekati deadline. Deadline membuat kita frustasi dan menghambat penyelesaian tugas  sehingga membuat hasil kerja menjadi tidak maksimal. Padahal jika kita diberikan tugas dan langsung mengerjakan tugas tersebut dengan sesegera mungkin sebelum deadline menghampiri, pasti kita memiliki waktu untuk mengevaluasi hasil pekerjaan dan hasil pekerjaan kita pun akan menjadi lebih maksimal. Karena kebiasaan suka menunda, banyak waktu yang kita buang dengan sia sia. Mulai sekarang cobalah untuk menyusun rencana dan prioritas daftar yang akan dikerjakan supaya hasilnya akan menjadi lebih maksimal.

Kedua, Terlalu Perfeksionis.

Kita cenderung ingin tampil sebagai seseorang yang terlalu perfeksionis. Tanpa disadari sikap tersebut justru akan mengarahkan kita ke prokrastinasi sebab tanpa disadari kita telah membuang banyak waktu dengan percuma. Karena selalu ingin tampil sebagai seseorang yang sangat perfeksionis, kita sering merasa takut salah dalam mengerjakan pekerjaan sehingga kita akan mengulang kembali mengerjakan pekerjaan yang telah kita selesaikan. Dan kita akan kembali melakukan pekerjaan tersebut secara berulang ulang sehingga akan banyak waktu yang terbuang dalam menyelesaikan tugas. Kurangilah kadar yang terlalu perfeksionis dalam diri kita, karena segala sesuatu berlebihan itu tidaklah baik.

Ketiga, Tidak Mampu Membuat Skala Prioritas.

Karena belum bisa menilai pekerjaan (segera atau nanti), kita sering kali merasa bingung pekerjaan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal tersebut dapat diminimalisir dengan cara menetapkan kategori pekerjaan yaitu berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya. Jika kita sudah paham tingkat kepentingan atau tingkat urgensi dari pekerjaan tersebut maka kita dapat menyusun skala prioritas untuk memudahkan kita dalam mengerjakan pekerjaan.

Semoga bermanfaat YOTers, SEE YOU ON TOP !

 

 

Regards,

Devina Wulandari

  




By : Devina Wulandari

Posted on August 08, 2015 read:373

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter