First Time In Korea (Part I)

First Time in Korea

(Part I)

 

            Udah baca tulisan saya sebelumnya mengenai “Dreams Come True (UI, Korea, Jepang)? Udah pada tau dong bahwa mimpi ke-25 saya adalah “menginjakkan kaki di Seoul, Korea Selatan”. Pada bulan Agustus tahun 2014 saya diberi kesempatan untuk dapat pergi ke negara yang sering dijuluki dengan negara yang mempunyai K-Popers hampir di seluruh negara di dunia. Dan kali saya akan bercerita sedikit mengenai kehidupan disana yang sangat berbeda dengan kehidupan di Indonesia.

            Adapun maksud dan tujuan saya ke Korea pada waktu itu adalah untuk menghadiri conference dan membantu panitia disana dalam mengkoordinir acara ini. Alhamdulillah pada waktu itu transportasi dari Indonesia ke Korea saya mendapat bantuan dari sponsor dan untuk penginapan disana saya juga free dari panitia disana. Adapun acaranya dilakukan di Daejon, Korea Selatan yang merupakan salah satu kota pendidikan menurut saya karena daerah tersebut terdapat salah satu universitas teknik terbaik di seluruh dunia, KAIST. Buat kalian yang merasa anak teknik dan masih bingung mau lanjut kuliah dimana nantinya, saya saranin ambil KASIT ini aja.

            Pada waktu itu saya mengambil flight ke Busan, bukan langsung ke Seoul karena awalnya saya ingin bersama dengan senior saya. Ketika pertama kali saya sampai di bandara Gimhae Busan, Korea Selatan, hal yang pertama kali saya ucapkan adalah “Alhamdulillah, finally Korea kesampean juga”. Saya dijemput senior saya yang merupakan salah satu panitia conference disana sampai ke penginapan di Busan.

            Pada cerita part 1 kali ini, saya lebih menceritakan mengenai bagaimana kehidupan dan transportasi disana. Dikarenakan pada saat saya ke Korea merupakan musim panas, jadi waktu subuh disana adalah pukul 3 pagi, dan magrib pukul 7 malam lebih. Pukul 4 pagi disana sudah sangat terang dan mulai gelap pukul 7 malam lebih. Perbedaan waktu antara Korea dan Indonesia ada 2 jam. Korea lebih cepat 2 jam. Selama saya disana, saya melihat banyak perbedaan antara Korea dan Indonesia. Pertama adalah budaya pakaian. Mungkin karena disana sedang musim panas, jadi saya lebih banyak melihat mereka yang memakai pakaian yang minim. Dan ketika saya (yang memakai pakaian tertutup dari atas sampai bawah), mereka melihat saya sangat aneh. Ada sebagian dari mereka yang bertanya langsung mengapa saya memakai pakaian seperti ini, apakah tidak panas, dan ada juga sebagian dari mereka yang mencemooh dari belakang mengenai style berpakaian saya. Pasti pada bingung ya bagaimana saya mengetahui mereka bicara jelek dibelakang saya? Kebetulan pada saat itu saya sedang jalan dengan senior saya yang style pakainnya juga sama seperti saya. Berhubung beliau bisa berbicara bahasa Korea, jadi dia mengatakan hal itu pada saya. Nah, ketika saya jalan-jalan disana dan tidak ditemani oleh senior saya yang bisa Bahasa Korea, saya hanya bisa senyum ketika orang-orang melihat saya. Ya, saya merasa seperti artis dadakan gitu. Karena mereka melihat saya tidak henti-hentinya dari atas sampai bawah (kayak skrinning di bandara aja dari atas sampai bawah). Tetapi banyak juga sih yang ramah disana. Mereka tersenyum ramah sambil membungkuk hormat ke saya, ketika saya senyum dan membungkuk hormat ke mereka.

            Beralih ke hal lain. Hal yang paling saya kagumi ada transportasi disana. Di Korea ada subway (kereta) dan bus (untuk angkutan umum). Sistem pembayarannya pun memnggunakan kartu (T-Money). Selama saya disana saya selalu menggunakan T-Money dan tidak perlu mengeluarkan uang cash. Dan saya rasa pun dengan adanya transportasi ini dapat mengurangi kemacetan disana. Karena selama disana saya tidak pernah melihat ada kemacetan yang parah seperti di Jakarta, karena memang orang disana lebih banyak menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi. Sebenarnya di Indonesia pun ada transportasi seperti ini. Namun, tidak ada di seluruh Indonesia melainkan hanya ada di Jakarta, seperti Transjakarta dan Commuter Line. Jumlah opreasinya pun tidak sesering dan sebanyak seperti yang ada di Korea.

            Selain keadaan transportasi yang mempunyai perbedaan mencolok, kedisiplinan disana pun sangat bagus. Untuk jadwal transportasi baik bus dan subway selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal yang tertera. Jalur-jalurnya pun sangat banyak. Tidak hanya ada dua jalur. Jadi, saya tidak pernah merasa sesak nafas atau terlalu padat di dalam kereta karena memang orang disana tidak memaksakan untuk naik sampai padet sekali seperti di Jakarta. Untuk alur naik dan turunnya pun mereka sangat disiplin dengan mandahulukan orang mau keluar dari kereta, kemudian masuk secara berurutan sesuai antrian ketika memasuki kereta. Wah, saya jadi sedih ketika melihat fenomena ini. Karena berbeda jauh dengan di Indonesia. Sejujurnya saya tidak mau membanding-bandingkan dengan Indonesia, namun secara langsung saya merasakan perbedaan itu.

            Untuk transportasi antar kota juga ada bus antar kota dan Kereta Api. Kereta Api antar kota juga ada 3 jenis. Untuk yang ingin tiba ditempat tujuan dalam waktu singkat, bisa menggunakan KTX, namun harganya cukup mahal. Untuk yang ingin tiba tidak terlalu lama dan tidak terlalu bisa menggunakan Saemaul dengan harga menengah (tidak terlalu mahal). Nah, bagi yang tidak mau merogoh kantong terlalu dalam alias murah, bisa menggunakan Mugunghwa. Namun, untuk waktu tibanya cukup lama. Ya, seperti kereta ekonomi gitu. Saya sudah mencoba transportasi bus antarkota, bus dalam kota, dan mugunghwa. Jenis transportasi yang sudah saya coba adalah bus antar kota (dari Busan ke Daejon), bus local (Busan, Daejon, Seoul), dan kereta api antar kota jenis Mugunghwa (dari Seoul ke Busan).

Nah, teman-teman. Sebenarnya masih banyak sekali nih yang mau saya ceritain selama saya di Korea. Bagaimana kehidupan lainnya disana, bagaimana tempat-tempat disana, dan makanan-makanan apa aja sih yang udah saya makan disana dan tentunya halal. Tunggu cerita-cerita saya selanjutnya ya.

 

 

Qonitah Azzahra

Gizi-FKM Universitas Indonesia

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on September 19, 2015 read:119

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter