Gluten Free Diet

Gluten Free Diet

           

Tampil sempurna didepan umum merupakan impian bagi banyak orang. Tampil sempurna bisa dikaitkan dengan mempunyai tubuh yang ideal. Banyak orang rela melakukan berbagai cara demi mendapatkan tubuh yang ideal agar memperoleh kepercayaan diri tampil di depan umum. Hal ini pula yang membuat orang melakukan hal yang disebut dengan diet. Banyak jenis diet yang dapat dilakukan dan baru-baru ini diet yang sedang tren dikalangan tokoh dunia adalah Gluten Free Diet. Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan Gluten Free Diet. Tren Gluten Free Diet merupakan tren dunia yang diyakini dapat menurunkan berat badan. Banyak tokoh-tokoh terkemuka dengan bentuk badan yang ideal sangat aktif mempublikasikan mereka menjalankan gluten free diet. Namun, tahukah Anda pada awalnya Gluten Free Diet dilakukan oleh penderita Celiac Disease? Bolehkah semua orang menjalankan Gluten Free Diet ini?

            Apa itu gluten? Gluten adalah campuran dari dua protein yaitu gliadin dan glutenin.  Menurut Haas, et al (2012), gluten adalah protein yang umum ada pada gandum dan kerabat dekatnya (barley/jali, dan rye/gandum hitam) untuk membantu memberi bentuk pada makanan dan berfungsi sebagai lem yang dapat membuat bahan makanan menyatu satu sama lain. Namun, gluten ini dapat menyebabkan kerusakan usus bagi individu yang intoleransi terhadap gluten. Gluten mempunyai karakteristik sulit dicerna. Hal ini disebabkan oleh karena adanya peptida gluten α-gliadin 33-mer yang relatif tahan terhadap enzim proteolitik manusia di usus halus. Selain itu, gluten juga mempunyai karakteristik elastis dan lentur. Gluten membentuk jaringan elastic yang terikat dengan komponen-komponen lain seperti pati dan mampu menahan CO2 sehingga tekstur adonan menjadi baik dan membentuk porus pada roti.

            Bagaimana dengan Gluten Free Diet? Gluten Free Diet berarti menghindari produk yang mengandung gluten dari asupan makanan sehari-hari. Beberapa ahli dietetik memiliki ketidaksetujuan terhadap tren ini, karena makanan gluten free memiliki kandungan gizi yang rendah. Makanan yang mengandung gluten kaya akan serat, vitamin dan mineral terutama vitamin B dan Fe, sedangkan produk gluten free rendah akan serat. Sehingga orang tanpa penyakit celiac disease tidak memerlukan diet ini. Dan penderita celiac disease hanya 1% dari total populasi.

            Ketika penderita celiac disease mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, maka antibodi IgA dan IgG bakan bereaksi dengan gluten (autoimun) dan gluten akan menempel pada vili usus. Hal ini akan menyebabkan rusaknya lapisan usus dan mengganggu penyerapan zat gizi. Selain celiac disease ternyata ada lagi yang sensitif terhadap gluten, yaitu penderita alergi IgE. Antibodi IgE yang bereaksi dengan gluten dan menganggap sebagai alergen; respon alergi cepat, seperti gatal-gatal, gangguan pencernaan, dan gangguan pernapasan.

            Beberapa gejala penderita sensitif gluten kadalah sakit perut, diare, sembelit, kelelahan, kembung, mual dan muntah, kesulitan bernapas, nyeri sendi, penurunan berat badan, gatal-gatal, migrain, kram otot, ruam, pembengkakan bibir, kejang, dan depresi. Oleh karena itu muncullah diet Gluten-Free. Namun, saat ini banyak orang normal menyalahgunakan diet Gluten-Free sebagai salah satu metode untuk menurunkan berat badan. Padahal diet Gluten-Free digunakan para penderita celiac disease dengan tujuan untuk mengurangi prrevalensi dan frekuensi diare, mengurangi kejadian konstipasi, mengurangi mual dan muntah, dan mengurangi keluhan sakit perut. Sedangkan bagi orang normal yang menjalani diet Gluten-Free ini maka orang tersebut akan mengalami kekurangan zat gizi makro yang diperoleh dari gandum dan serealia, kekurangan zat gizi mikro (zat besi, kalsium, tiamin, riboflavin, niasin, asam folat), dan mengalami konstipasi.

            Adapun makanan yang dianjurkan bagi orang yang sensitif terhadap gluten adalah buah-buahan, sayur-sayuran, kentang, makanan yang mengandung tinggi protein seperti daging, ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan makanan yang dilarang bagi penderita yang sensitiv terhadap gluten, yaitu makanan yang tetbuat dari gandum atau tepung, seperti roti, mi, dan lain-lain.

            Jadi, apa kesimpulan dari “Gluten Free Diet? Kesimpulannya adalah Gluten Free Diet tidak dianjurkan untuk orang biasa tanpa penyakit tertentu karena dapat menyebabkan kekurangan serat, vitamin, dan mineral yang merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Mencapai tubuh yang ideal adalah keinginan setiap orang terutama bagi perempuan. Namun, cara apakah yang akan Anda pilih? Mungkin hal pertama yang ada dipikiran Anda adalah diet. Diet bukan berarti menurunkan berat badan, tetapi diet adalah mengatur pola hidup, mengatur pola makan. Apabila ingin menjalani diet dengan tujuan menurunkan berat badan, maka dietlah dengan menggunakan diet gizi seimbang dan olahraga teratur. Selain dapat menurunkan berat badan, juga dapat menjaga kesehatan tubuh kita. 

 

 

Qonitah Azzahra

Gizi - Universitas Indonesia

 

 

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on August 21, 2015 read:118

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter