HANYA SENYUM

 

Di dalam artikel ini, saya ingin membahas tentang sebuah aksi yang sebenarnya simple, namun maknanya amat luar biasa. Sebagai manusia normal secara fisiologis, kita semua bisa berekspresi sesuai suasana hati kita. Kita akan mengernyitkan dahi jika ada sesuatu yang membingungkan, akan melotot dan memerah ketika marah, dan akan tersenyum ketika melihat atau merasakan hal yang berkenan untuk kita.

Itulah manusia. Namun, saya hanya akan membahas the last matter; smiling. Pertanyaan sederhana sebelum pembahasan utama, sudahkan kita tersenyum hari ini? Saya sangat yakin jika Anda tersenyum ketika membaca artikel ini, Anda akan kelihatan semakin manis. Tuhkan, manis banget J

Cukup dengan melengkungkan bibir kita dan menunjukkan deretan gigi indah, kita bisa memberi energi positif bagi orang yang kita beri senyuman. Well, as simple as smiling, kita bisa membahagiakan orang lain. Coba kita pergi ke bank, ketika kita menginjakkan kaki di depan bank, ada satpam ganteng tersenyum manis kepada kita, “Ada yang bisa saya bantu?”, kemudian kita menuju ke customer service, disana mereka juga menyapa sambil tersenyum, bukankah kita akan bahagia?

Contoh lain, ketika kita sedang bingung mencari sebuah alamat, kemudian kita bertemu seseorang, dia menjelaskan alur menuju alamat yang kita cari dengan senyuman. Bukankah kita bahagia? Coba bayangkan ketika orang yang kita tanyai tersebut bersikap acuh atau hanya menjawab sekenanya saja, dongkol nggak lu?Atau ketika kekasih kita sedang marah dan sama sekali tidak tersenyum? Nggak enak, kan?

Senyuman yang tulus itu yang bisa memberi energi positif , bukan hanya untuk orang lain, namun juga untuk diri sendiri. Ingat ya, senyuman yang tulus, bukan senyuman yang dipaksakan atau yang sudah diformalisasi sebelumnya. Well, pernah merasa sapaan karyawan bank atau resepsionis sebuah perusahaan hanya sebuah formalitas? Mereka menggunakan kata sapaan yang sama ketika bertemu orang, bahkan orang yang berbeda. Itu karena ada kewajiban untuk bersikap santun kepada pelanggan. Namun, senyum yang memberi energi bukanlah senyuman seperti itu. Senyum energi adalah senyum yang tulus dari hati.

Jurus jitu ini juga dapat digunakan untuk menjalin networking dengan siapa saja. Dalam ilmu pemasaran, senyum menjadi sebuah hal yang harus dikuasai karena satu hal sederhana ini berdampak besar demi menggaet konsumen yang loyal. Namun, tak hanya untuk urusan bisnis, senyum juga harus dilaksanakan di kehidupan normal sekalipun karena seseorang tidak hanya butuh kebahagiaan di beberapa bagian hidupnya. Everyone needs happiness every single time. Kalau Young On Top punya motto, Learn and Share, senyuman adalah salah satu cara kita share values. Jadi, bagi yang belum senyum, yuk senyum. J

Temui saya di @azulfiyan

YOT Campus Ambassador UNJ

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on December 23, 2014 read:159

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter