Hikmah Kaki Kanan

Suatu malam selesai sholat maghrib ku terjatuh dari tangga di kampusku, kaki kanan ku terkilir tetapi tidak ada rasa sakit yang kurasa hanya aku tidak bisa berjalan dengan baik. Di hari itu karena ku telah berjanji untuk berkunjung ke rumah teman ku, aku pun memaksakan diri untuk berkunjung walaupun teman ku itu berkata bahwa tidak apa-apa jika aku tidak berkunjung karena Ia telah melihat kondisi berjalan ku yang picang-pincang. Kaki ku pada saat itu tidak sakit jadi ku pikir tidak apa-apa jika aku berkunjung. Sesampai dirumahnya, aku diberikan es batu yang dibalut dengan kain untuk mengkompres kaki kanan ku. Sambil mengkompres, kita pun berbincang-bincang. Tak terasa 3 jam berlalu, kaki kanan ku semakin membengkak dan kaki kanan ku sangat sakit untuk digerakkan. Aku pun menginap di rumahnya.

Keesokan harinya, kaki ku semakin membengkak dan sangat sakit untuk digerakkan. Temanku pun memijat kaki ku layaknya tukang urut. Aku tidak pernah diurut dan rasanya sakit sekali tetapi temanku tetap terus mengurut kakiku walaupun aku telah berteriak kesakitan. Setelah diurut, dia pun mengantarkan ku kembali ke kosan. Sesampainya di halaman kosan, muncul seorang kakek. Ya, dia tinggal di sebelah kosanku dan hampir setiap sore Ia duduk-duduk di depan rumahnya yang sederhana. Aku sangat susah untuk berjalan maka temanku pun memapah ku. Ketika temanku memamapah ku, kakek itu berteriak “Astagfirulahhh enenggg....kaki nya kenapa? Kamu terkilir yah? kamu tunggu kakek yah” dengan wajah panik, kakek itu masuk ke dalam rumahnya. Aku pun telah kembali ke kosan dan temanku harus meninggalkanku karena ada urusan yang lebih penting.

Ketika aku mengistirahatkan kaki ku, kakek itu datang ke kosan ku membawa minyak kelapa dari rumahnya. “Neng, kakek urut yah kaki kanan nya” lalu ada ibu-ibu lewat dan mengatakan “Neng, iya itu harus diurut, kakek itu satu-satunya tukang urut di  daerah sini” lalu akupun mengizinkan kakek mengurut kakiku, dengan meminta maaf dan mengucap bismillah kakek itu pun mengurut kaki kanan ku. Aku menahan rasa sakit yang sangat dasyat ketika kakek mengurut kaki ku.

“Neng ini jatuhnya kemarin yah? seharusnya setelah jatuh, langsung cepat-cepat diurut agar bengkaknya tidak sebesar ini” “Iya kek, saya jatuhnya kemarin, saya menginap dulu di tempat teman saya” “Oh, pantesan neng”, kata kakek itu.  Kakek itu menyuruh aku untuk jalan pelan-pelan, dengan sedikit air mata aku pun berjalan pelan-pelan. Sakit sekali rasanya untuk berjalan tanpa bantuan tetapi kakek mengatakan “Tidak apa-apa neng, ayo bismillah kamu bisa, biar cepet sembuh” karena semangat yang kakek berikan, aku pun berjalan sambil menahan rasa sakit. “Bagaimana neng sudah agak enakan?” “Iya kek sudah agak enakan, sekarang saya bisa berjalan pelan-pelan tanpa bantuan” “Syukurlah, yasudah saya pergi dulu kalau begitu, cepat sembuh neng”, kata kakek. Kakek itu pun pergi dengan cepatnya.

 

Kakek yang selama ini tinggal disebelah kosan ku, kakek yang mempunyai wajah jutek ternyata adalah seorang tukang urut yang mempunyai hati malaikat. “Kakek saya pergi kuliah dulu yah” “Kakek saya pergi dulu yah” “Kakek sedang apa?” “Kakek aku pulang kuliah” “Kakek aku mau pulang ke rumah yah” “Kakek bebek nya mana?” “Kakek ayamnya lucu yah”. Pertanyaan dan sapaan yang selalu aku ucapkan ke kakek ketika aku berpaspasan bertemu dengannya ketika aku berjalan ke gerbang kosan. Kakek berternak ayam, bebek, angsa, dan entok. Banyak teman-teman ku yang berkunjung mengeluh karena bau ayam dan menyuruhku untuk pindah tetapi aku tidak ingin pindah karena aku senang ayam-ayam itu biasa membangunkan ku di pagi hari, aku pun tidak keberatan dengan baunya.

Setiap pertanyaan dan sapaan yang aku ucapkan hanya dijawab seadanya dengan kakek, yang terkadang aku bingung apakah kakek merasa terganggu dengan pertanyaanku tetapi yasudahlah selama kakek tidak mengeluhkannya, aku akan terus menyapanya. Hampir setiap hari, ketika aku membuka gerbang aku menyapanya dan pada suatu sore sepulang kuliah, aku memberanikan diriku untuk berincang-bincang dengannya lebih dalam.

Dari perbincangan itu ternyata benar dugaanku, kakek hanya memiliki wajah yang jutek tetapi berhati malaikat. Ketika mengurut, kakek tidak meminta biaya sepersen pun dan itu alasan Ia cepat-cepat pergi. Kakek menjawab pertanyaan dan sapaanku seadanya karena Ia takut ada orang lain yang melihat diriku berbicara dengannya dan membuat ku malu lalu aku menjelaskan tidak terlintas sedikit pun bahwa aku akan malu jika berbicara dengan kakek lalu kakek tersenyum. Kakek pun bercerita tentang hewan ternaknya. Hewan ternak yang Ia miliki tidak ada yang Ia jual. Itu semua peliharannya. Dia amat sayang terhadap hewan ternaknya karena selama ini hewan ternaknya lah yang menemani hari-harinya. Ia sudah tua, anak dan cucunya jauh merantau di luar. Ya, aku pun sering melihat kakek memandikan hewan peliharannya di setiap sore. Setiap sore pula kakek membersihkan kandang-kandang hewan peliharaannya.

Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan dari kakek. Di tahun 2015 ini. Di era yang serba modern, kakek berternak ayam, bebek ,entok dan angsa di tengah kota depok tidak untuk Ia jual tetapi untuk dia pelihara sampai-sampai kakek harus memasukkan hewan ternaknya ke dalam rumahnya agar tidak mengganggu orang lain. Kakek tidak pernah mengharapkan apapun ketika Ia membantu orang lain. Kakek terkadang mengisolasi dirinya karena tidak ingin merepotkan orang lain.

Walaupun kakek tinggal dirumah yang sangat sederhana dengan halaman rumah yang sangat sempit, kakek tetap bersyukur pada apa yang Ia punya. Kakek mengajarkanku untuk menolong sesama tanpa melihat siapa orang itu. Kakek tidak pernah merasa kekurangan dengan apa yang Ia miliki. Dengan kesederhanaannya kakek mengajarkanku bagaimana menjadi manusia.

Sekarang aku senang, ketika aku menyapa kakek, kakek menyapa ku kembali dengan senyuman nya. Nilai moral yang diajarkan kakek tidak bisa diukur dengan materi. Apalah arti materi tanpa nilai moral didalamnya.             Materi saja akan memberikan kekosongan dalam hidup. Aku bersyukur kaki kanan ku terkilir dengan begitu aku bisa mengenal kakek lebih dalam.

Vidyani Ratna Pertiwi

Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Gunadarma

Young On Top Depok

 

  




By : Young On Top Depok

Posted on October 18, 2015 read:374

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter