Jadi Pemimpin, Bukan Bos

Kebetulan saat ini saya sedang memimpin sebuah kelompok kepanitiaan, kalau dilihat dari komposisi anggotanya memang kelihatannya kecil, walaupun kecil untuk bisa mengarahkan kelompok ini sesuai tujuan yang telah dicanangkan memang sulit. Banyak yang harus dihadapi, seperti anggota yang punya ego tinggi, seolah tak peduli dengan apapun yang terjadi, atau mungkin mereka sedang melakukan hal yang menurut mereka lebih  diprioritaskan, itu memang pilihan mereka, dan itu tidak bisa dipaksakan.

Ya memang untuk pertama kali memimpin sebuah kelompok dibutuhkan kesabaran dan hati yang teguh, kita sebagai pemimpin harus sebisa mungkin untuk memposisikan diri sebagai pemimpin bukan sebagai bos, dalam artian seorang pemimpin adalah seseorang yang rela untuk mengulurkan tangannya demi tujuan kelompok tersebut, rela duduk disamping mereka, tanpa sekat pemisah yang membedakan mana pemimpin mana bawahan. Jika hal ini dilakukan maka rasa hormat dari anggota itu akan muncul dengan sendirinya tanpa ada unsur paksaan.

Selain itu pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang tidak egois, dalam hal ini dalam suatu kelompok, pemimpin tidak melulu menonjolkan dirinya bahwa dialah yang paling hebat. Dia dengan tulus memberikan kesempatan untuk anggotanya agar bisa sehebat dirinya. Menurutnya kesuksesan anggotanya tidak mengurangi apa yang sudah dia punya.

Tak perlu koar-koar mengenai ambisi kelompok itu pada anak buahnya, pemimpin yang ideal justru bersikap setenang dan sebijaksana mungkin.

Alih-alih besar mulut saat kelompoknya menuai prestasi, seorang pemimpin justru tetap bersikap santai dan rendah hati. Bahwasanya kesuksesan yang tim itu torehkan merupakan hasil kerja kelompok, bukan soal kehebatan dirinya.

 

Alfan Yusuf R.P.

Mahasiswa Sosiologi, Universitas Indonesia

Young On Top Depok

  




By : Young On Top Depok

Posted on November 18, 2015 read:885

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter