Jakarta Tidak Takut

Mengingat seminggu yang lalu terjadinya aksi terror yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Pada saat itu, saya baru banget keluar kelas karena selesai mengerjakan UAS. Ketika melihat hp, ternyata di grup teman-teman banyak memberikan informasi bahwa baru saja terjadi bom di Sarinah. Seketika foto pos polisi di perempatan Sarinah sudah hancur. Dan berbagai informasi makin lama makin simpang siur. Saya tentu saja langsung menginfokan ini ke keluarga saya. Agar mereka lebih waspada dan berhati-hati.

Saya pun langsung mengikuti perkembangan kasus bom tersebut. Apakah sudah aman atau belum karena saat itu posisi saya sedang berada di kampus dan mau pulang namun takut. Karena kabarnya teroris tersebut ‘katanya’ sudah berjalan kearah Semanggi, dimana daerah tersebut sudah lumayan dekat dengan kampus saya. Jadi saya takut pulang…..

Adapun polisi langsung mengepung kawasan Sarinah dan terjadi aksi baku tembak dengan teroris yang sembunyi di salah satu café kopi terkenal asal US. Semua elemen keamanan langsung di terjunkan di daerah tersebut. Ada TNI juga yang turut serta melawan teroris dengan membawa ‘tank’(?). Sungguh aksi yang tanggap dari instansi keamanan Indonesia. Dari kejadian tersebut, kita bisa melihat sisi positifnya. Bagaimana polisi langsung sigap mengepung TKP, TNI yang juga ikut membantu, serta polisi yang mengintai dari helicopter. Disamping banyaknya konspirasi-konspirasi yang beredar, kita disadarkan bahwa betapa sigapnya polisi dalam mengamankan masyarakat Indonesia. Setelah mungkin selama ini image dari kepolisian Indonesia penuh dengan kritikan. Namun pada saat itu, polisi berhasil menunjukkan apa yang telah menjadi kewajibannya. Sehingga masyarakat merasa aman walaupun baru saja ada bom. Tapi buktinya masyarakat Indonesia tidak serta merta lari dan langsung menjauhi area bom. Namun malah menonton bahkan masyarakat yang tidak sedang berada di kawasan tersebut, dating hanya untuk menyaksikan kekalahan teroris tersebut.

Dikutip dari singindo.com, dalam kesempatan terpisah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan banyak kepala negara yang telah menghubungi presiden untuk menyampaikan sikap dan ucapan belasungkawa, diantaranya dari PM Malaysia, Raja Saudi Arabia, Kanselir Jerman, PM Australia serta Dewan Keamanan PBB, yang memuji respons cepat dan terukur aparat dalam mengatasi aksi teror. Selain pujian, dunia internasional juga menyampaikan kecaman terhadap aksi serangan teroris yang melanda ibu kota.

Dunia menyaksikan keberanian dan kesigapan Indonesia dalam menangani terorisme. Disamping itu, masyarakat Indonesia yang bersatu dalam memerangi teroris langsung membanjiri media social dengan jargon yang membangun, seperti Jakarta Tidak Takut, Indonesia berani, Indonesia United Against Terorist, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan, aksi terror tersebut gagal membuat ketakutan yang ada di Indonesia. Ini diluar perihal perekonomian Indonesia. Tujuan dari aksi terror tersebut adalah menumbuhkan rasa takut dan cemas. Namun nyatanya warga Jakarta sendiri tidak terbukti takut dan bahkan bisa dianggap kejadian bom tersebut adalah salah satu tindak criminal lainnya yang terjadi di Indonesia. Saya sendiri melihat fenomena ini salut dengan Indonesia. Dibanding Negara lain yang terkena aksi terror juga seperti US dengan 11/9 dan Paris, Indonesia lebih unggul disbanding Negara maju tersebut. Indonesia memang tidak takut, Indonesia bisa menunjukkan bahwa kita adalah Negara besar dan patut diperhitungkan oleh dunia.

#JakartaTidakTakut

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on January 23, 2016 read:74

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter