(Jangan) Menjadi Diri Sendiri

Pernah nggak sih kamu bete gara-gara udah belajar ampe rambut rontok tapi UTS masih ga nyampe 70?

Pernah nggak sih kamu sebel les fisika dari pagi ampe pagi lagi kaya orang dugem tapi masih remidi dua kali juga?

Pernah nggak sih kamu iri sama temen kamu yang jago nyanyi, jago piano, jago gitar, sampai yang jago nikung?

Pasti pernah kan pengen jadi kaya orang lain. Mau kaya, mau tinggi, mau pinter, mau ganteng, mau itu, ini, dan sebagainya.


Dalam hidup semua orang, pasti pernah memimpikan menjadi orang lain. Feel so depresed failing on your dreams and start looking "the ideal model" then tell your buddies about you wanna be "the other you".

But then people say to you, "It's nice just being you. Kamu harus bersyukur masih bisa kuliah, masih bisa ngewarkop, masih bisa eek, masih bisa ngupil, masih bisa ngorok, dan *balalala*".

Then, instead of moving yourself, you just noding your head hundred times and keep being you.

But NO!

(again) NO NO NO!

That's not how we do it!

Kalimat "Jadi dia enak ya. Aku mau deh berubah kaya dia gitu" adalah kalimat yang paling sering keluar ketika kamu merasa berada di bawah orang lain ketika mengalami konflik tertentu. Itu bukan salah sekitar kamu ketika mereka membuatmu tetap menjadi diri sendiri. Mungkin kamunya yang terlihat terlalu tidak menyukai dirimu sendiri. Sekitar melihat kamu mungkin akan kembali jatuh jika memaksakan diri menjadi sosok ideal kamu.

It's good being you!

Tuhan memberikan kamu segala hal yang patut kamu syukuri. Orangtua, teman, teman yang baik, teman yang gila, temannya teman, dan masih banyak lagi. Kamu diberkati dengan kemampuan menulis, membaca, mencontek, mencontek contekan, mencuri password wifi teman kos, dan sebagainya. Terkadang kita terlalu sering merendahkan diri  kita sendiri dengan selalu meminta untuk menjadi orang lain.

Kita terlalu sering merasa iri dengan orang lain.

Si A jadi Mapres ih.

Si B jadi anak Universitas Anuan hitz.

Semua yang ada disekitarmu selalu nampak lebih menyilaukan karena mereka telah berhasil menyalakan sumber cahayanya. Hasilnya, sinar dalam dirinya terpancar sampai ke arahmu. Tapi lihat, tidak semua sumber cahayanya sama. Ada yang asalnya dari lampu neon, ada yang dari lilin aroma terapi, ada yang dari lampu teplok, dan lain sebagainya. Penting dipahami, bukan seberapa terang, seberapa eksklusif, seberap mewah cahaya berasal dan terlihat dari luar. Tapi tentang seberapa mampu cahaya itu membantu menerangi sisa kegelapan yang ada.

Sekarang balik lagi ke kamu.

Kamu bisa nyanyi nggak? Enggak.
Kamu IQ nya 125 ke atas nggak? Enggak.
Kamu bisa main musik apa? Enggak ada.
Kamu kuliah jurusannya bagus nggak? (Kata orang sih) Enggak
Kamu jomblo nggak? Enggak. Eh, iya.
Makanya kamu pengen jadi kaya si Anu itu ya? Iya.
Soalnya dia memiliki apa yang aku mau.

"Tapi kamu bisa nggak jadi dia?"

That's the point!


Semua orang diciptakan dengan keahlian yang tidak sama. Sengaja Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan yang berbeda. Isaac Newton mungkin memang hebat dalam hal gravitasi, tapi apakah dia juga bisa mengatasi gangguan jiwa seperti yang dilakukan Sigmund Freud? Tentu tidak.

Kamu juga seperti itu.

Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa orang ingin kamu menjadi seperti ini. Padahal kamu itu tidak terlalu pintar, tidak terlalu ramah, tidak bisa serius. Mungkin karena sekitarmu ingin kamu tetap bahagia, mungkin memang bagi mereka kamu indah dengan begini adanya. Ada sesuatu yang kamu miliki dan baik untuk tetap seperti ini.

Namun bukan berarti kamu harus "hanya" menjadi diri sendiri. Itu bukan alasan untuk tidak bergerak sama sekali. Jangan hanya diam saja dan beranggapan bahwa "memang aku begini adanya".

You deserve more than this.

Ketika kamu merasa sama sekali tidak bisa apa-apa, masih ada bibir yang selalu tersenyum bagi orang lain. Satu senyum dari kamu bisa menyelamatkan nyawa orang lain loh! Bagi orang yang punya niat bunuh diri, ia akan menganggap dunia ini kejam, orang-orangnya kejam, tidak ada yang peduli padanya. Eh, tiba-tiba kamu tatapan sama doi dan senyum ke dia. Mindset tentang tidak ada yang peduli dalam pikirannya akan berubah dong. Yeay, congratulation! You save a life!

Satu hal sederhana yang bisa bikin kamu lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki. Tapi kamu masih mau yang lebih, iya kan? Memang itu yang harusnya kamu inginkan! Ayo kita cari sumber cahaya kita masing-masing!

Caranya:

1. Coba segala hal yang kamu tau ada di dunia ini!
                Bagaimana jika dulu Newton tidak mencoba duduk di bawah pohon apel namun hanya duduk di meja kerjanya. Tidak ada buah apel yang jatuh di kepalanya, gaya gravitasi pun mungkin tidak akan pernah ada. Ya seenggaknya namanya mungkin bukan gravitasi lagi. Sama seperti kamu! Bagaimana kamu sadar kamu ternyata jago piano kalo kamu latihannya kungfu. Selesai perkara.


2. Hal yang kamu coba, jangan gampang nyerah kalo nggak bisa!
                Seorang pemain basket terkenal yang saya lupa namanya siapa pernah bikin timnya kalah menyedihkan karena dia gagal memasukkan bola basket di detik-detik terakhir permainan. Tapi dia tidak kapok! Tragedi itu diulangi lagi. Mungkin akhirnya kesalahan itu membuatnya menemukan pola bahwa kegagalannya terjadi karena suatu hal yang sama. Entah sepatu kurang gede atau bajunya kekecilan sehingga menganggu permainan. Ya apapun itu, intinya dia bisa menjadi hebat karena kegigihannya dalam mengulangi kegagalan! Namun harus belajar juga untuk memahami batasan dalam mencoba hal yang sama.

3. Jangan lupa ketawain diri sendiri kalo gagal!
                Jangan terlalu fokus dalam meratapi nasib. Tertawakan ketotolanmu! Lagi dan lagi! Jangan biarkan putus asa yang bermain-main dengan trial and error kamu. Tertawakan kesalahanmu mengundang menteri keuangan ke acara Green Campus. Tertawakan kesalahanmu mengadakan rapat hari Jumat tanggal 5 padahal hari Jumat minggu ini tanggal 4. Tertawakan kesalahanmu memainkan lagu Gangnam Style saat seharusnya instrument Indonesia Raya yang diperdengarkan.


4. Jangan hanya tertawa saja dengan yang nomer 3!
                Eh, jangan enak aja habis ketawa terus tinggalin gitu aja ya. No! You gotta fix that. Kamu harus telpon baik-baik menteri keuangannya, bilang kamu sedang belajar dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Bilang ke pasukan rapat, kamu tidak sengaja membuat jadwal super gagal itu dan minta maaf dengan benar. Lagu Gangnam Style segera matikam dengan cepat, lalu meminta maaf dengan benar pada hadirin yang hadir. Jelaskan mengapa kamu bisa melakukan kesalahan. Mungkin memang kurang
menyenangkan respon yang kamu dapat. Tapi bukankah belajar itu tidak melulu tentang benar? Belajar itu sering salah. Ujian yang harus benar. Ini supaya kamu tidak takut untuk mencoba lagi.


5. Jadilah diri sendiri!
                Hindari membandingkan diri kamu secara spesifik terhadap orang lain.
Bandingkan secara general bahwa "Aku kurang bagus dari dia" bukan "Aku kurang pandai dari dia". Hal ini membantu kamu menemukan  sumber cahayamu sendiri kamu sendiri, bukan milik orang lain yang kamu paksa jadi cahayamu.. Semua orang punya sumber cahayanya sendiri, entah yang bersinar terang maupun yang biasa saja. Membandingkan diri kamu secara spesifik dengan orang lain membuatmu menutup potensi yang ada dalam diri kamu. Nanti kamu hanya akan menjiplak potensi orang lain. Bisa
saja benar ternyata sama. Tapi apakah pasti? Bukankah lebih baik kamu sibuk dengan diri sendiri dalam mencari.


6. Selalu bersyukur
                Sebagian besar dari kita sulit menemukan indahnya diri sendiri karena terlalu lama memuji keindahan orang lain. Pandangilah langit malam dengan ribuan bintangnya, hentikan waktu sejenak dan nikmati perlahan-lahan apa yang kamu miliki. Syukuri yang sekarangbisa menjadi poin penting untuk maju ke depan. Itu membuat kamu sadar bahwa tentu saja kamu punya hal-hal yang bagus juga dari Tuhan dan kamu yakin itu. Meski belum terlihat, tapi kamu yakin ada.


7. (Jangan) Jadi diri sendiri!
                Everybody have their flaws. Itulah mengapa menjadi diri sendiri seutuhnya sebenarnya sangat tidak bijaksana. You maybe good in public speaking but your mouth just like another kind of light saber. Tajem pisan euy. Nggak oke juga kan?  You are cute but you'll look so damn good if losing some weight. Kamu harus mau dong berubah. Tidak ada salahnya menjadi bukan dirimu sendiri. Tidak semua yang ada di diri kamu patut untuk dipertahankan. Saat kamu bisa menjadi pandai sekaligus berpenampilan menarik, mengapa menjadi diri sendiri yang hanya pandai membuat kamu merasa cukup?

Why you should just being you when you could be a better you?

Let's just fail again and again. It's FUN! You can laugh at yourself.
You can blame yourself. You can say you're suck. You will have bad days till the next week.

But what's the matter? All this failures sure will lead you to better
places, better person, better chances.


All that matter is YOU!

After all of this fall and down, don't ever forget to stand again and
lace your shoes tightly.

Please, run again!

With us.

Selamat menjalankan kegagalan-kegagalan selanjutnya!

Tapi jangan lupa untuk bangkit kembali.

 

Rahmawati Nur Pratiwi

Mahasiswa Psikologi, Universitas Indonesia

Young On Top Depok

  




By : Young On Top Depok

Posted on November 12, 2015 read:304

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter