Jarak - Komitmen (LDR)

Dear YOTers,

Kali ini saya ingin membahas tentang jarak dan komitmen, atau yah mungkin tentang LDR. Bukan LDR dalam hal percintaan sebenarnya. Hehe.. Tetapi tentang komitmen pekerjaan.

Saya adalah tipe perempuan yang sangat aktif, namun sangat moody. Kadang semangat saya sangat sangat membara namun bisa juga mager banget kemana-mana. Saya mengikuti beberapa kegiatan entah kepanitiaan, organisasi maupun mentoring program dan kebanyakan berfokus di daerah Jakarta. Sedangkan domisili saya di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

Saya tinggal sendirian di sebuah kamar kos. Saya anak rantauan dari Jawa Timur. Saya juga tidak memiliki akses kendaraan pribadi (motor). Jadi saya mengandalkan kendaraan umum untuk berkegiatan. Entah KRL, busway atau gojek dan sejenisnya.

Sebagai anak kos, saya juga patut mempertimbangkan budget keuangan dong. Dan dengan kuliah di salah satu kampus yang sangat akrab dengan kata Drop Out di setiap semester bisa dikatakan merupakan batasan-batasan yang cukup menyulitkan.

Terkadang dalam beberapa hal, saya selalu merasa 'take it for granted' karena yah seharusnya semua orang memahami posisi saya seperti yang telah saya utarakan di atas. Dan saya merasa 'berhak' untuk sedikit di anak emaskan karena hal-hal tersebut.

Sampai pada akhirnya dalam sebuah organisasi, saya bertemu sosok perempuan yang membuat saya malu. Bukan dalam arti dia memperlakukan saya dengan mengolok-olok atau bagaimana tetapi membuat saya sadar bahwa saya telah melakukan hal yang membuat level saya sangat dibawah.

Perempuan tersebut adalah Ajeng, salah satu YOTCA batch 6 dan menjadi Vice Director Marcoom di YOTCA batch 6. Dia berdomisili di Cikarang, dia memegang jabatan penting di organisasi, sibuk juga dan dia tidak pernah mengeluh. Dia selalu hadir disetiap kegiatan meeting dsb walau dia tahu bahwa dia akan sampai rumah setelah kegiatan mungkin jam 11 malam bahkan sampai pernah jam 1 dini hari.

Sedangkan saya? Saya maksimal sampai kos jam 10 jam 11 malam dan saya juga tidak ambil posisi penting dan mungkin saya tidak terlalu sesibuk Ajeng. Tapi saya mengeluhkan kondisi-kondisi yang jelas jauh lebih tidak ada apa-apanya.

Sejak saat itu saya berkomitmen pada diri saya bahwa saya akan tidak mengeluh lagi dan tidak akan melakukan hal-hal hanya sekedar untuk take it for granted. Dan saya akan menjadi sosok Amel yang lebih baik.

 

by :

Lisa Amalia A R
YOTCA batch 6 - Politeknik Keuangan Negara STAN

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on September 07, 2015 read:84

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter