Jurnalis Muda Independen

Sebagai Young On Top Campus Ambassador yang memiliki kecintaan di dalam dunia jurnalis, to be honest saya semakin kecewa dengan gaya penulisan pemberitaan jurnalis di media massa sekarang, khususnya media massa 'kelas rendah'

Tak jarang, para jurnalis memperhatikan dan mengutamakan nilai kode etik dalam unsur penulisan peliputan suatu peristiwa berita yang dilakukan. Masih banyak sekali terlihat kode etik yang dilanggar hingga pada akhirnya menimbulkan opini negatif dan kontroversial.

  1. Wartawan Indonesia tidak boleh membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul. Masih banyak berita cabul yang dimuat terutama di media massa "kelas rendah". Isi beritanya pun lebih ke arah cabul dibandingkan memberikan informasi yang bermafaat bagi kepentingan publik.
  2. Wartawan Indonesia harus selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Terlihat hingga kini, masih banyak jurnalis menyertakan identitas lengkap pelaku kejahatan beserta dengan foto identitas. Padahal, ini sama sekali melanggar kode etik dimana jurnalis seharusnya menyamarkan identitas pelaku kejahatan dengan cara memberi nama inisial / samaran / menyamarkan foto pelaku. Terlebih lagi jika pelaku kejahatan tersebut adalah anak-anak.

Saatnya sebagai generasi muda, jadilah penerus jurnalis muda yang memiliki gaya independen tinggi dan berjalan sesuai dengan kode etik yang memang benar sesuai dengan jalannya. Jangan seperti wartawan bodrek!

 

Semoga bermanfaat!

SEE YOU ON TOP!!
 
Charlie Coulson Simanjuntak
Universitas Tarumanagara
Young On Top Campus Ambassadors
  




By : Charlie Coulson Simanjuntak

Posted on December 11, 2015 read:266

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter