Keep in Touch with Our Old Friends

Beberapa hari yang lalu, saya tak sengaja melihat foto teman lama di akun Instagramnya. Dia sedang berpose dengan senyum di hamparan pasir putih pantai yang belakangan saya ketahui berada di Pulau Bali. Beberapa hari yang lalu pula, saya iseng membuka beberapa album foto kenangan saya dengan beberapa teman kala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka adalah teman dekat saya dari masa biru-putih sampai sekarang. Akhirnya, baper-pun melanda. Saya sangat merindukan mereka.

Rindu yang saya alami amat berasalan; kami dipisahkan oleh berkilo meter jaraknya, secara fisik. Keputusan saya untuk melanjutkan kuliah di Jakarta tentu membuat kami jarang bertemu muka. Pun, mereka beberapa tak lagi berada di Tulungagung, tempat masa kebersamaan kami kala itu. Beberapa teman juga memutuskan untuk merantau entah untuk bekerja, sekolah, maupun urusan lainnya. Otomatis, masing-masing dari kami amat jarang berkumpul secara live.

Thank God, sudah banyak media sosial yang dapat mewadahi komunikasi jarak jauh, baik dengan orang tua, teman, dan lainnya. Melalui media-media sosial tersebut, sebenarnya silaturahmi dapat dieratkan. Networking-pun akan tetap selalu terjaga sampai kapanpun. Namun, sudahkah kita memanfaatkan media sosial untuk perekat networking?

To be honest, secara pribadi saya sering merasa malas untuk menguhubungi teman-teman lama tersebut dengan berbagai asalan, seperti banyaknya aktivitas sampai pikiran egois untuk membiarkan mereka yang harus menghubungi dulu. Pun, saya sering enggan menghubungi mereka karena merasa meraka pasti sibuk dengan kegiatannya sendiri.

Salah satu value YOT, do not assume. Asumsi hanya membuat kita menemukan jawaban mengambang yang belum tentu benar. Kita perlu memeriksanya sendiri. ihwal koneksi dengan teman lama yang sedang saya bahas, bagaimana kita tahu mereka sibuk jika kita tak mencoba menghubungi?

Personaly, saya akan sangat senang ketika ada teman lama yang meluangkan waktunya untuk menghubungi kita, even sekadar bilang, “Hai, apa kabar?”. Terlebih, saya akan sangat senang ketika mereka memercayai saya untuk menjadi teman curhat. Nah, saya amat yakin merekapun akan senang ketika kita menghubungi mereka terlebih dahulu. Even we can’t chat them first, we can still reply.

Toh, menghubungkan kita dengan orang-orang lama di kehidupan amat mudah dengan media sosial. Sekali ketik, pesan kita bisa dibaca oleh mereka yang jauh dari kita secara fisik. Begitupula dengan telpon yang sudah ada fitus video call yang memudahkan kita tak hanya menelepon, namun juga dapat melihat wajah orang yang sedang kita telepon.

Mengutip lirik lagu RAN, “....jauh dimata, namun dekat dihati...”. Begitulah hubungan kita dengan teman-teman lama nan jauh disana. Dulu, kita teman. Meski sekarang semuanya semakin sulit bertemu, bukankah kita masih menjadi teman sampai ajal menjemput? Saya sangat setuju dengan kata, “Tak ada yang namanya ‘mantan teman’.”

            Tujuan saya menulis note ini bukanlah untuk menunjukkan bahwa saya sering menghubungi teman lama. Furthermore, saya berharap orang akan kindly menghubungi teman lama mereka setelah membaca note ini demi tetap menjaga networking dan for sure, friendship. That’s it. Keep in touch with those who had been in your circle because they are valueless.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta ‘13

azulfiyan27@gmail.com / @azulfiyan

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on September 04, 2015 read:125

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter