Ketika Organisasi Bentrok

Apabila rasa percaya lenyap, segala hubungan antarmanusia pun sia-sia – Livius (Penulis Sejarah Romawi)

Setiap perguruan tinggi pasti memiliki organisasi kemahasiswaan, yang biasa dikenal dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Berbagai jenis kegiatan seni, penelitian, tulis menulis, pemberitaan, olahraga, petualangan dan sebagainya termasuk dalam UKM. Ditambah lagi dengan banyaknya organisasi eksternal kampus yang terus berkembang juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih organisasi apa yang ingin digeluti, tentunya sesuai passion dan hati nurani.

Tak jarang mahasiswa mengikuti organisasi lebih dari satu, baik dalam maupun luar kampus. Hal tersebut memerlukan pembagian waktu yang pas agar semua organisasi dapat terus digeluti bersama. Namun, bagaimana jika masing-masing organisasi yang diikuti ternyata “bentrok jadwal”?

Masalah ini merupakan persoalan “wajib” yang dialami mahasiswa dengan organisasi lebih dari satu. Pasti akan ada suatu masa dimana satu organisasi yang digeluti mengalami bentrok dengan jadwal organisasi lainnya. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana menggunakan skala prioritas dan komitmen kita kepada organisasi.

Misal, ketika kita memiliki tiga organisasi, A, B dan C, dan ternyata pada hari D, ada jadwal kegiatan yang bersamaan dari organisasi A dan B. Mana yang harus kita pilih? Ingat, skala prioritas. Ikutilah kegiatan yang urgensinya lebih tinggi. Misal, kegiatan A adalah rapat kegiatan dan B adalah eksekusi kegiatannya. Jika hal ini yang terjadi, dahulukan kegiatan B karena merupakan hari H.

Dalam hal ini, penulis sama sekali tak melihat rapat sebagai hal yang tak penting. tapi jika kasus diatas yang terjadi, bisa jadi kegiatan pas hari H-lah yang lebih urgent. Bagaimana jika semua kegiatannya penting? tetap cari kegiatan yang memiliki urgensi lebih tinggi, menurut hati nurani. Yang jelas harus ada opportunity cost yang dikorbankan. But, if you can do it all, do it well. But, trust me, sometimes, the real cases is more complicated than it. So, follow your deepest heart.

Kedua, adalah komitmen. Hal ini merupakan faktor penting atas keikutsertaan kita dalam organisasi, apalagi ketika kita bergabung dengan lebih dari satu organisasi. Komitmen adalah “anak” dari rasa tanggungjawab kita terhadap organisasi.

Setiap organisasi pasti ingin “diperhatikan”. Komitmen kita untuk memperhatikan itulah yang harus dijaga. Kadang, ada pegiat organisasi yang memilih bergabung dengan dua organisasi, namun ia hanya fokus kepada salah satu organisasi dan mengabaikan yang lainnya. Hal ini bukanlah sebuah komitmen.

Komitmen adalah dimana kita dapat membagi waktu dan tenaga sebaik mungkin terhadap organisasi yang kita geluti, apalagi jika lebih dari satu organisasi. Organisasi tak akan berjalan baik jika pegiatnya tak punya komitmen terhadap organisasi tersebut. organisasi telah mempercayai kita sebagai pegiatnya, menerima kita sebagai penunggangnya, kita harus membayar kepercayaan itu dengan komitmen.

Last but not least, jangan sampai organisasi-organisasi yang kita geluti bisa merusak kegiatan perkuliahan kita. Organisasi adalah media eksplorasi yang tak didapat di kelas saat waktu perkuliahan berlangsung. Keduanya harus saling melengkapi.

Maksud penulis merangkai tulisan ini bukanlah untuk menggurui, namun untuk share positive things, and obviously, learn together. Tulisan ini juga merupakan media belajar bersama, especially, for me as a writer, dan semoga bagi pembaca juga. See you on TOP

 

Ahmad Zulfiyan, YOTCA Batch 5 Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on June 13, 2014 read:271

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter