Komentar terhadap Film "?"

KOMENTAR TERHADAP FILM “?”

Oleh: Mory Wulandari

 

Apakah kamu sudah pernah menonton film yang berjudul “?”. Film “?” merupakan film yang mengangkat kisah perbedaan kepercayaan masyarakat Indonesia. Setelah menonton dan memerhatikan dengan seksama film yang dibintangi para aktor dan aktris ternama ini, saya memiliki beberapa pendapat mengenai film “?”.

Film ini bertemakan pluralism atau keberagaman yang terdapat di antara masyarakat Indonesia, dalam hal ini adalah konsep keberagaman agama. Tidak hanya perbedaan agama, namun film ini juga mengusung kisah percintaan serta kehidupan yang dilematis. Film ini mengisahkan konflik-konflik yang sudah biasa terjadi di Indonesia yaitu konflik antar umat beragama. Menurut saya, “?” merupakan film yang menarik karena mengandung pesan akan perdamaian dan toleransi antar umat beragama. Memang pada awalnya diperlihatkan dengan jelas hal-hal yang memicu konflik seperti sikap tidak saling menghormati satu sama lain, kebencian, hingga peristiwa pembunuhan. Namun, masyarakat tidak bisa hanya melihat dan menilai dari satu sisi, masyarakat harus melihat pada makna yang terkandung di dalamnya. Bagi saya film ini adalah film yang berani karena mengangkat realita kehidupan masyarakat Indonesia yang bersinggungan dengan masalah pluralitas agama. Mengapa demikian? Karena hal-hal yang menyangkut kepercayaan adalah hal yang tabu untuk diangkat ke layar lebar, terlebih menyangkut masalah keberagaman dan kesenjangan yang mengakibatkan terjadinya konflik hingga pertumpahdarahan di masyarakat.

Tidak ada bagian dari film ini yang tidak layak untuk ditayangkan karena Indonesia memiliki lembaga perfilman yang bekerja untuk menyeleksi bagian-bagian yang tidak layak untuk dipertontonkan kemudian dilakukan penyensoran. Hanya saja perlu pengeditan di beberapa adegan untuk diperhalus agar terlihat lebih menarik. Menurut saya, masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan tontonan yang berani seperti ini. Apalagi film yang mengangkat konflik antar umat beragama yang serupa dengan realita di lapangan dan adanya adegan-adegan penghinaan secara langsung untuk sebuah agama dan etnis seperti “cino” (untuk etnis Tionghoa) serta bagian yang memperlihatkan hal yang negatif dari sebuah agama secara terang-terangan. Dalam pandangan saya, itulah salah satu penyebab dilarangnya penayangan film “?” kepada publik. Film “?” dianggap terlalu terbuka dan frontal dalam hal menyampaikan isi cerita yang bertemakan konflik pluralism di Indonesia. Namun, sesungguhnya “?” adalah tontonan yang berkualitas, bukan sekedar film komersil yang hanya berorientasi pada profit semata, namun lebih kepada pesan mulia yang disampaikan kepada masyarakat Indonesia betapa pentingnya sikap toleransi antar umat beragama dan betapa bahayanya sikap saling merendahkan pihak lain. Mengenai masalah larangan tayang film “?” jika dilihat dari kebebasan pers merupakan sesuatu yang kurang tepat karena setiap individu memiliki hal untuk menyuarakan pendapat dan mengekspresikan ide dan dirinya. Seperti yang dideklarasikan oleh Article 29 Declaration Universal of Human Right, hal yang dapat menghentikan kebebasan adalah sesuatu yang dapat mengganggu dan merugikan kebebasan orang lain. Pada film “?” saya tidak menemukan sesuatu yang bersifat merugikan pihak lain. Film ini tidak mengandung ajakan untuk membenci dan menyerang kelompok lain, melainkan sebaliknya. Oleh sebab itu, pelarangan film “?” untuk ditayangkan merupakan sikap yang kurang tepat karena tidak sesuai dengan konteks “harm” yang diangkat oleh Undang-Undang Kebebasan.

  




By : Mory Wulandari

Posted on August 21, 2015 read:125

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter