Kontradiksi dalam Hidup

“Kadang hidup memang selucu itu, bung!”, begitu kalimat yang sering dilontarkan. Saya mengiyakan, kalimat tersebut memang benar adanya. Ada banyak kejadian-kejadian dalam hidup ini yang membuat kita ternganga tidak bisa berkata karena kejutannya yang sungguh menghantam kenyataan, atau kejadian yang berkebalikan dari apa yang dimaksudkan.

Dalam hidup, manusia melakukan sesuatu karena dilandasi oleh sesuatu. Manusia memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai yang berangkat dari sebuah latar belakang. Namun, tidak jarang bahwa di tengah perjalanan manusia seakan terlupa mengapa ia harus berjalan di jalan tersebut. Terjadi kontradiksi antara tujuan awal perjalanan dengan apa yang sedang dilakukan.

Seorang anak jauh-juh menuntut ilmu dan rela meninggalkan kampung halaman demi gelar sarjana dan harapan akan membawa kesejahteraan bagi keluarga dan masa depannya. Seorang anak merantau mencari ilmu demi mengukir senyum dan perasaan bangga pada orang tuanya. Sekali lagi, bagi orang tuanya. Namun, apa yang terjadi? Tuntutan dan keadaan membuat si anak terpaksa semakin jarang bertemu dengan orang tua. Orang yang katanya menjadi alasan utama mengapa ia berjalan begitu jauh. Namun, terlalu jauh. Jadi, apa yang sebenarnya arti ‘membahagiakan’ ketika berjuang demi seseorang akan tetapi terkadang lupa untuk meluangkan waktu untuk orang tersebut. Apa sebenarnya arti ‘membanggakan’ ketika berjuang demi seseorang akan tetapi sibuk dengan urusan sendiri. Apa sebenarnya yang dicari? Karena ada begitu banyak kontradiksi yang terjadi di sepanjang perjalanan. Untuk itu, perlu ditarik ulang ke belakang dan menemukan latar yang mendasari mengapa maju ke depan. Agar berkurangnya kelucuan-kelucuan dalam hidup yang mana tujuan kontra dengan tindakan.

 

15:45 WIB

  




By : Mory Wulandari

Posted on October 24, 2015 read:97

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter