Lelahnya Dunia Kerja

Lelahnya Dunia Kerja

 

            Halo teman-teman. Kali ini gue akan cerita sedikit tentang pengalaman gue magang di Rumah Sakit. Kalo mendengar pengalaman temen-temen gue yang magang di perusahaan atau rumah sakit juga tapi dengan bidang yang berbeda, gue sangat envy, teman-teman. Why? Karena mereka cerita bahwa mereka sangat “gabut” ketika magang. Masuknya pun agak siangan, pulang pun tepat waktu. Sedangkan gue? Gue masuk Senin-Jumat, pukul 07.00, pulang pukul 15.00, itu yang tertulis. Kenyataannya adalah gue masuk pukul 04.00 pulang pukul 22.00. Dan itu full dari Senin sampai Minggu. Bahkan gue sampai nginep di rumah sakit dan tidak pulang ke kosan. Mungkin teman-teman ga ada yang percaya, tapi inilah yang gue alami. Sejenak gue sempat merasa menyesal telah memilih jalan ini. Namun, gue kembali berusaha positive thinking dan berusaha segera mungkin untuk tetap menjalaninya. Oh ya. Gue belum nyebutin sebelumnya kalo gue adalah mahasiswa jurusan Gizi Universitas Indonesia. Pada semester ini, gue ditugaskan oleh kampus untuk magang di salah satu rumah sakit di Jakarta.

            Kalau gue tanya ke temen-temen gue yang magang di perusahaan, apa saja kegiatan mereka, pasti  mereka menjawab “gue gabut”. Tapi kalau temen-temen tanya kegiatan gue di rumah sakit ngapain aja, jawabannya adalah “banyak dan melelahkan”. Pertama gue harus mencari kasus/pasien yang diperkirakan akan lama dirawat inap dan bisa diintervensi. Intervensi disini maksudnya adalah gue harus mengetahui riwayat makan pasien dan memberikan porsi makanan yang seharusnya sesuai dengan kebutuhan tubuh (bentuk tubuh) dan penyakit pasien. Gue harus bisa memperkirakan pasien tersebut tidak pulang atau meninggal dalam 5 hari kedepan. Bagaimana kalau dalam 5 hari kedepan pasien gue ada yang pulang atau meninggal? Gue harus mencari kasus/pasien baru alias mengulang. Inilah yang gue dan teman gue alami. Padahal tinggal satu hari lagi gue intervensi, tetapi ternyata dokter menyatakan bahwa pasien gue harus pulang. Dan gue ga bisa berbuat apa-apa. Pembimbing gue menyatakan gue harus mencari kasus baru dalam keadaan pada saat itu tidak ada pasien baru. Mau tidak mau gue harus mengambil pasien lama, namun masih lama dirawat dengan penyakit komplikasi.

            Selama intervensi, gue harus menyiapkan makan pagi, siang dan malam dan harus menunggu sampai pasien gue selesai makan selama 3 kali dalam 1 hari tersebut. Karena gue harus menimbang makanan yang akan diberikan baik sebelum makan maupun sesudah makan (sisa makanan). Yang paling melelahkan adalah ketika saat menyiapkan makan pagi dan saat menunggu selesai makan malam. Untuk makan pagi gue harus menyiapkan pukul 04.30. Sedangkan menunggu makan malam, tergantung dari nafsu makan pasien gue. Kalau dia ga nafsu, gue harus menunggu sampai dia mau makan, dan itu bisa sampai pukul 22.00. Setelah pukul 22.00 barulah gue bisa kembali ke ruangan mahasiswa. Gue kembali bukan untuk istirahat melainkan mengerjakan laporan. Terkadang bisa sampai jam 1 pagi kemudian tidur sebentar dan bangun jam 4 pagi. Sungguh disaat-saat seperti ini gue benar-benar sangat merindukan waktu satu jam untuk tidur di kasur. Karena tidur di ruangan mahasiswa pun tidak nyaman dan membuat badan sakit.

            Dibalik cerita melelahkan gue tersebut, satu hal yang bisa gue syukuri yaitu gue mendapatkan ilmu baru disana. Gue semakin banyak mengetahui penyakit-penyakit aneh yang belum pernah gue denger sebelumnya, namun ternyata sudah sangat biasa di dunia kedokteran. Gue juga semakin dekat dengan teman-teman gue karena kami semua sempat nangis bersama karena tidak sanggup mengahadapi tekanan fisik dan batin disini.

            Inilah cerita gue mengenai magang di Rumah Sakit yang membuat gue tidak ingin kembali lagi ke sini. Hihihi…   

 

 

Qonitah Azzahra

Gizi-FKM Universitas Indonesia 

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on October 24, 2015 read:84

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter