Let's Set Our Mindset

Young On Top Campus Ambassador (YOTCA) batch 6 sudah memasuki bulan kelima. Setiap waktu bersama mentor dan rekan-rekan sesama CA, selalu ada hal baru yang bisa dipelajari. Pada monthly meeting bulan Oktober lalu, saya mendapat oleh-oleh inspirasi dari Kak Jojo, salah satu mentor YOT yang juga founder Inspirator Freaks.

Inspirasi dari alumni YOTCA batch 1 ini adalah sebuah kisah fiktif yang bagi saya amat menyentuh. Mungkin, sebagian dari kalian pernah mendengar kisah inspiratif ini. Cerita ini mengisahkan dua saudara kandung, sebut saja si Sulung dan si Bungsu yang ditinggal mati ayahnya. Sebelum meninggal, sang ayah memberikan dua wasiat yang sama kepada kedua anaknya tersebut.

Kedua wasiat tersebut adalah tidak boleh menagih utang kepada siapapun dan tidak boleh terkena sinar matahari. Meski wasiat ayahnya terdengar aneh, namun mereka berdua tetap menyanggupi wasiat ayahnya yang sebentar lagi akan meninggalkan dunia untuk selamanya.

Beberapa tahun kemudian, sang ibu datang kepada kedua anaknya yang sudah dewasa. Pertama, sang ibu berkunjung ke rumah si Sulung yang sangat kecil. Rumah tersebut menunjukkan tingkat perekonomian yang buruk. Penasaran, ibunya bertanya kepada si Sulung, “Nak, kenapa hidupmu seperti ini?”.

Si Sulungpun menjawab, “Ini semua gara-gara ayah. Sebelum meninggal, ayah melarangku untuk menagih utang kepada siapapun. Akupun tak pernah menagih utang dari teman-teman sampai uangku habis. Lalu, ayah juga bilang kalau aku tak boleh terkena sinar matahari. Setiap hari, aku naik taksi ke tempat kerja agar tak terkena sinar matahari dan itu membuat uangku ludes!”.

Kemudian, sang ibu bertandang ke rumah si Bungsu. Ibunya kaget melihat rumah mewah dengan berbagai perabotan mahal terpajang di rumah anaknya tersebut; berbanding terbalik dengan keadaan si Sulung. Ketika bertemu, ibunya bertanya hal yang sama. Si Bungsu menjawab dengan senyum lebar, “Ini semua berkat ayah.” Ibunya kaget, lalu bertanya, “Apa maksudmu berkat ayah?”

Dulu, ayah melarangku untuk menagih utang kepada siapapun. Makanya, aku tak pernah mau memberi pinjaman karena takut uang yang aku pinjamkan tidak dikembalikan. Lalu, ayah juga melarangku terkena sinar matahari. Setiap hari, aku berangkat subuh dan pulang malam agar tak terkena sinar matahari. Aku bekerja giat sehingga bisa seperti saat ini, bu,” jawabnya.

Dari kisah diatas, kita tahu bahwa satu nasihat bisa dipersepsikan berbeda oleh beberapa orang yang diberi nasihat. Mindset orang berbeda-beda meski ada satu hal yang ada dihadapannya. Memiliki mindset yang bagus perlu dijaga sehingga kita dapat mencapai tujuan yang kita dambakan. meskipun terkesan out of the mind, namun mindset yang baik akan menemani kita menuju kesuksesan. Kisah diatas mengajarkan kita betapa pentingnya memiliki mindset yang baik. Lalu, pilih menjadi si Sulung atau si Bungsu? Kalau aku sih memilih menjadi Ahmad Zulfiyan J

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakartat

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on November 08, 2015 read:141

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter