Lima Hariku di Pusdikajen

Hai YOTers!

Apa kabar? Masih semangat kan ya buat baca corat coret saya.

Walaupun sudah terlewat jauh, saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya ketika mengikuti Leadership Camp pada 28 September 2015 – 2 Oktober 2015 di Pusat Pendidikan Ajudan Jendral (Pusdikajen) Lembang – Bandung. Saya merasa diri saya benar-benar ditempa saat berada di sana. Selama 5 hari itu, saya dipaksa keluar dari zona nyaman saya. Selesai kegiatan jam 11 malam dan jam 4 subuh sudah siap berkumpul untuk beraktivitas kembali.

Hal pertama yang diterapkan kepada kami saat baru tiba di sana adalah persamaan derajat. Di mata mereka, kami semua sama sebagai siswa. Itu ditunjukan dengan penyamaan seragam yang kami gunakan. And I weared the same uniform for those 5 days! Fortunately, semua teman-teman saya merasakan hal yang sama sehingga saya tidak perlu merasa tidak enak dengan kotor dan bau seragam saya. Hehe.

Aktivitas saya saat berada di sana sangatlah padat. Segala aktivitas yang disiapkan disini bukan untuk membekali kami dengan skill kemiliteran. Namun, mereka mencoba menanamkan value kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, jiwa sosial, kedisiplinan, dan kemandirian dalam diri kami melalui kegiatan-kegiatan yang berbau militer. Kami diminta duduk berjam-jam untuk mendengarkan berbagai seminar tentang kepemimpinan dan pertahanan negara. Kebanyakan dari kami pun tidak kuasa menahan kantuk akibat tidur yang kurang. Saat itu saya belajar untuk menahan diri serta melawan keinginan saya yang biasa ingin hidup enak dan sesuai kehendak sendiri. Mengapa tidak, cara duduk kami pun diatur. Duduk kami harus tegak, dengan kedua kaki menapak sejajar di lantai.

Pada hari kedua, saya dan teman-teman diberikan materi tentang conditioning. Materi ini berisi tentang teknik dasar yang diperlukan saat berperang, seperti merayap, merangkak, berguling, dan berlari sigsag. Kami harus melakukan itu semua berulang kali di bawah teriknya mentari dan ditengah debu yang bertaburan. Kemudian dilanjutkan dengan pelajaran yang paling erat dengan kemiliteran, yaitu PBB. PBB ini menjadi makanan sehari-hari kami saat berada di sana. Ada pula games-games seru yang bertujuan untuk membangun team work kami.

Pada hari selanjutnya, kami mendapatkan pelajaran yang lumayan menarik menurut saya. Bongkar pasang senjata. Jadi kami diajarkan untuk membongkar dan memasang kembali 2 buah senapan (ukuran besar dan kecil). Selain itu, kami juga diajarkan bagaimana dasar dari bela diri militer dan taktik perang. Pada hari keempat, saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk bermain paint ball. Jadi kami mencoba penerapkan taktik perang yang diajarkan. Ini seperti simulasi perang. Dalam perang itu sendiri, kejujuran kami sangat diuji karena kita bisa saja menyembunyikan kebenaran bahwa diri kita sudah tertembak saat perang. Saat itu, kami juga dibagi ke dalam beberapa kelompok yang didampingi pelatih. Pelatih di sana juga seperti menguji kejujuran kami dengan mencoba mendorong kami untuk berbuat tidak jujur.

Hal yang paling ditunggu-tunggu yaitu pada malam harinya. Kami melakukan caraka malam dimana setiap orang dari kami harus berjalan sendiri di dalam hutan dengan mengikuti tali yang sudah dipasang oleh para tentara. Rasa takut dan bayangan aneh pun kerap kali muncul saat berjalan dalam kegelapan malam, tanpa senter. Padahal saya sudah tahu bahwa para tentara telah berjaga sepanjang jalan untuk kami. Kalaupun ada hantu atau kuburan, itu hanya buatan mereka. Doapun terus saya baca sepanjang jalan untuk mengalihkan rasa takut saya. Nyali/keberanian saya benar-benar teruji di sini. Saat ada permainan yang lumayan berbahaya, kami pun diminta memilih apakah kami berani mencobanya atau tidak. Yang saya lihat terkait permainan menyeramkan ini adalah mereka mencoba menguji seberapa besar keyakinan kami terhadap diri sendiri untuk mengahadapi tantangan yang ada.

Setiap hal yang saya terima di sana memberikan pelajaran tersendiri untuk pribadi saya. Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih diri kita agar tidak selalu terpaku pada zona nyaman. Jika kita ingin bersaing, we have to do more and show our best!

  




By : Ni Putu Ayu Frida Ningsih

Posted on October 11, 2015 read:150

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter