Love; Uncountable

 

            Karena sedang hidup di bulan Februari, yang katanya “bulan cinta”, saya berpikir tentang bagaimana cinta bekerja pada hubungan anak dan orang tua. Di artikel sebelumnya, saya sudah menegaskan bahwa cinta bermakna universal. Cinta tidak hanya hinggap dan menetap pada garis Laki-Perempuan, namun juga pada garis Laki-Laki, Perempuan-Perempuan, Manusia-Hewan, Manusia-Binatang, Manusia-Lingkungan, dan Individu-Kelompok.

            Sejak awal, sejak Tuhan meniupkan nyawa kepada kita, cinta sudah melingkupi kehidupan. Bahkan, sejak proses pembuatan “kita”, orang tua kita melakukannya dengan cinta. Jadilah kita manusia dengan cinta. Kalau kita mendengar kata cinta, kita selalu berbunga-bunga. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang mengartikan cinta hanya untuk sang kekasih. Benarkan? Lalu, pernahkah kita berpikir betapa besar cinta orang tua?

            Ada sebuah kalimat agamis yang menjelaskan bahwa ridho Allah ada di ridho orang tua. Kasih sayang orang tua adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita. Tak bisa dibayangkan betapa besar kasih sayang Tuhan kepada kita selama ini. Nah, hal tersebut berhubungan dengan kasih sayang orang tua kita.

            Saya yakin tak ada satupun orang di dunia ini yang ingat semua bentuk kasih sayang orang tua semenjak kita dalam kandungan sampai sekarang berada di titik ini. Bahkan, saya berani berkata bahwa sedikit yang bisa menyebutkan sebagian besar bentuk kasih sayang orang tua kepada kita. Ya, kita memang tak salah tak bisa menyebut semuanya, karena memang kasih sayang orang tua tidak akan pernah bisa dihitung.

            Saya masih ingat bagaimana mereka menyuapi saya, bagaimana mereka membela saya ketika mendapat masalah, bagaimana mereka membasuh air mata yang menetes, cara mereka menyiapkan sarapan pagi di dapur, dan bagaimana mereka berjuang keras pagi, siang, bahkan malam bekerja demi anaknya, penerus masa depan mereka. Itu sebagian kecil dari kasih sayang orang tua.

            Kadang saya capek melihat mereka bekerja keras seperti itu, namun apa daya, jika saya ingin mereka berhenti, maka saya harus menggantikan mereka. Namun, kata mereka, masih belum waktunya. Saya hanya melihat mereka bekerja saja capek, betapa letihnya mereka yang menjadi pemeran utama dalam pekerjaan tersebut?

            Cinta orang tua sepanjang hayat. Benar! Meski ada sebagian dari kita yang sudah tidak bisa bermanja dengan mereka, meski mungkin ada sebagian dari mereka sudah tenang bersama Tuhan, yakinlah, cinta mereka akan tetap menyala. Cinta tak akan bisa kadaluarsa. Meski itu dilakukan beberapa tahun lalu, namun itu tetaplah bentuk cinta yang bisa kita rasakan sampai sekarang. Kadang cinta tak ditunjukkan dalam bentuk cinta.

            Jika ada yang merayakan hari Valentine, ada baiknya jika orang pertama yang ki

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on February 05, 2015 read:148

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter