Make Standard from the Real Example

Dear YOTers,

Kali ini saya ingin share sedikit sekuel dari value Lead by Example.

Kita sering mendengar tentang lead by example, bahwa seorang pemimpin harus mampu memberi contoh dan memimpin dengan contoh nyata agar pengikutnya mau mengikuti jejaknya dan mendapat respectnya.

Tapi, disisi lain, dengan lead by example kita juga memberikan standard atas pencapaian yang menjadi pemacu motivasi para staff atau timnya. Hal ini menjadi pelajaran yang tanpa ikut organisasi pun sudah ada lho, yaitu di lingkungan keluarga.

Di lingkungan keluarga, anak Pertama atau anak laki-laki tertua biasanya, tanpa sadar akan membawa amanah untuk menetapkan standard yg bagi adik-adiknya. Sebagai seorang kakak atau sosok anak yang dipanuti, secara tidak sadar kita akan terpacu untuk selalu menjadi yang terbaik diberbagai kesempatan.

Misalnya, dengan mendapat ranking yang tinggi, diterima di sekolah atau kampus favorit, dan berbagai prestasi lainnya. Secara tidak langsung hal itu bertujuan untuk "Smoga adik-adik saya bisa mendapat pencapaian yang jauh lebih tinggi dari saya."

Dengan kita menetapkan standard yg tinggi bagi adik-adik kita, pasti kita berharap mereka mencapai di atas standard kita tersebut.

Contoh nyata dari kisah saya, entah mengapa tanpa sadar sebagai anak perempuan pertama dengan dua adik saya yang laki-laki, saya selalu berusaha menjadi yang terbaik. Dengan saya harus diterima di sekolah favorit, dengan program RSBI (pada saat itu), dan diterima dikampus yang bagus juga. Hal itu saya maksudkan agar kedua adik saya yang notabene laki-laki harus melebihi pencapaian saya.

Saya berusaha menetapkan standar yang tinggi bagi adik-adik saya. Karena mereka laki-laki dan mereka akan menjadi pemimpin bagi keluarganya nanti.

Bagaimana dengan yang anak tunggal? Biasanya penetapan standar tersebut dilakukan oleh orang tua juga. Misal yang ortunya hanya lulusan SMA, beliau pasti sangat berharap bahwa anaknya harus minimal menjadi sarjana S1.

Pointnya adalah kita tidak perlu bersusah payah meneriakkan standarnya harus seperti ini itu tetapi cukup tunjukkan dengan aksi nyata dan pencapaian yang real. Hal tersebut secara otomatis menjadi standar untuk pencapaian generasi berikutnya.

So, keep Lead by Example and Make the standard from the real example!

by :
Lisa Amalia Artistry Ramadhani
Young On Top Campus Ambassador batch 6
Politeknik Keuangan Negara STAN

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on September 14, 2015 read:81

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter