Manusia Berhati Malaikat

Beberapa kali, ketika saya memandang wajah para mentor Young On Top (YOT), saya tersenyum. Bukan karena paras mereka yang (meski sudah berumur, namun) masih cantik dan tampan, namun lebih kepada apa yang telah mereka lakukan, terkhusus untuk YOT.

Banyak orang tahu, pemimpin sebuah perusahaan memiliki segudang tugas dan memegang tanggungjawab besar. Tak sedikit yang awam ihwal tugas seorang profesional yang menggunung, begitupula dengan pekerjaan seorang aktivis sosial yang selalu berat. Semua mentor YOT memiliki peran tersebut. Mas Billy dengan YOT-nya, Mas Gunawan dengan IBM-nya, Mbak Maya dengan Microsoft-nya dan semua mentor dengan kesibukannya. Kesepuluh mentor YOT Batch 6 memiliki segudang kesibukan masing-masing.

Namun, diluar kesibukan mereka masing-masing, nyatanya masih ada waktu bagi mereka untuk berkontribusi, salah satunya di YOT. Beberapa kali Mas Billy menegaskan kepada kami para YOT Campus Ambassadors (CA) untuk bersungguh-sungguh berada di YOT dan tidak sekali-kali take it for granted. Mereka bisa saja ogah memberi sharing session kepada kami jika mereka mau. Masih ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan sebagai seorang profesional ketimbang sekadar bertemu anak muda seperti kami. Buat apa buang-buang waktu untuk kami yang bahkan tak memiliki pertalian darah dengan mereka?

Mungkin, orang-orang dengan hati malaikat memang benar-benar ada, dan mungkin sebagian kecil dari orang-orang tersebut adalah para mentor YOT. Tanpa bayaran serupiahpun, mereka berani ‘meninggalkan’ pekerjaan mereka yang lebih menjanjikan banyak rupiah untuk ‘mengurusi’ anak-anak muda seperti kami ini. Mereka berani bertaruh banyak hal seperti waktu, pikiran, tenaga, bahkan uang, untuk kami semua. It’s such an honor for us.

Saya yakin, masih banyak manusia berhati malaikat di luar sana. Mereka yang rela meninggalkan keluarga demi mengajar anak-anak di daerah yang bahkan tidak aman, tak ada sarana mewah, tak ada sinyal, penuh kotoran, dan jauh dari rumah. Mereka yang rela menggelontorkan banyak hal untuk sebuah projek sosial yang bahkan tak dapat menghasilkan rupiah bagi diri sendiri. Pun, mereka yang tak segan mati demi kebaikan. Mereka adalah manusia berhati malaikat.

Banyak yang bilang, Indonesia penuh dengan orang-orang jahat. Tentu hal tersebut sengaja digeneralisasi. Tak semuanya jahat, kok. Banyak orang baik di negeri ini. Orang tua  yang rela menghabiskan banyak hal demi mengurusi kalian? Guru yang rela membagi ilmunya untuk kalian? Sahabat yang selalu berbaik hati menjadi sandaran kalian? Orang yang membantu membawakan barang bawaan kalian tanpa mau dibayar? Orang yang mengembalikan dompet kalian yang terjatuh? Orang yang menolong kalian ketika terjatuh? Orang yang sengaja meluangkan waktu untuk kalian? Bukankah mereka orang-orang baik?

Begitupula dengan mereka yang mau membantu tunanetra menyeberang jalan raya, mereka yang langsung mengejar perampok yang merambok seorang ibu di pasar, mereka yang menjawab tepat ketika kita bertanya arah sebuah tempat, mereka yang siap memberi makan orang yang belum makan seminggu karena tak ada uang, mereka yang mau meminjami kita uang ketika kesusahan, mereka yang menjadi tempat nebeng kita ketika ke kampus, dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan kita?

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

Twitter: @azulfiyan

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on September 05, 2015 read:137

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter