Menulis Itu (Memang) Mudah

Setiap orang punya impian hidup lebih bermakna dalam peziarahannya di dunia. Tapi berapa banyak yang dapat mengubah impian jadi kenyataan? Kenapa kegagalan acap kali menghantui. Bahkan impian-impian mulia menguap begitu saja sampai tiba saat tutup usia.

Ternyata akar masalahnya terletak pada konsep “sulit”, “mustahil”, “tak mampu” dll. Padahal saat baru lahir dan begitu anak mulai belajar berjalan,  kita sama sekali tak familier dengan sederet konsepsi tersebut. Walau terjatuh berkali-kali, toh kita tidak pernah merasa putus asa. Kita segera berdiri dan melangkah hingga akhirnya sungguh bisa mantap berjalan.
 
Tapi seiring anak tumbuh menjadi remaja, kita mulai mengenal konsep “sulit”, “tak mampu”, “mustahil”, dll. Walhasil, sekadar menghadapi kesulitan kecil kita buru-buru menyerah kalah. Walau sejatinya kita belum menggunakan seluruh kemampuan yang dikaruniakan-Nya.
 
Itulah kenapa banyak mimpi kita sejak kecil hingga detik ini hanya menjadi angan-angan belaka.
 
Lalu bagaimana solusinya? Pertama dan utama, kita harus membuang konsep lama tentang “sulit”, “tak mampu”, “mustahil” dan menggantinya dengan konsep baru  "mampu”, “bisa”, “niscaya”. Senada dengan petuah bijak Chaile Hedges, “Impian bukanlah sesuatu darimana Anda terbangun, tetapi sesuatu yang membangunkan Anda!”.
 
Misalnya dalam hal menulis. Saya hendak berbagi sebuah skrip hipnosis diri dari A.S Laksana http://as-laksana.blogspot.com/. Ia seorang penulis andal. Esainya rutin dimuat di rubrik Ruang Putih Jawa Pos setiap hari Minggu. Beberapa waktu lalu ia berbagi naskah hipno writing berikut ini di wall FB-nya:
 

Skrip Hipnosis Diri

Target: Membangun kebiasaan menulis setiap hari

(Skrip hipnosis diri ini tidak memerlukan kondisi tidur. Kau bisa membacanya dan membiarkan saja sugesti yang kaubaca melekat kuat dalam kesadaranmu. Yang terbaik adalah membacanya bersuara sehingga telingamu bisa mendengar suaramu. Waktu terbaik untuk membacanya adalah saat bangun tidur dan menjelang tidur. Jika skrip ini bermanfaat, kau bisa mencetaknya dan membacanya pada waktu-waktu yang sudah disebutkan tadi. Skrip ini akan lebih baik dibaca dalam situasi khusyuk, maka khusyuklah. Lakukan selama tujuh hari dan periksalah perubahan yang terjadi di dalam dirimu setelah tujuh hari melakukan sesi hipnosis diri.)

Sekarang, tiba waktunya mempercayai diri sendiri bahwa, seperti apa pun situasiku, aku bisa menulis setiap hari. Aku bisa melakukannya karena aku memiliki gairah menulis setiap hari dan aku bersedia meluangkan waktu untuk menulis setiap hari.

Aku tahu situasiku bisa menyenangkan bisa tidak menyenangkan, tetapi aku senang melihat diriku sendiri selalu bisa menulis dalam situasi apa pun. Aku senang melihat diriku sendiri selalu memiliki gairah menulis setiap hari, selalu memiliki waktu untuk menulis setiap hari. Dan itu hal yang kuinginkan...menjadi produktif menulis adalah hal yang kuinginkan sejak lama dan sekarang aku tahu apa yang bisa kulakukan untuk mewujudkannya. Yang terpenting, aku mau menyediakan waktu tiga jam setiap hari untuk menulis... dan aku sendiri yang menentukan kapan waktu terbaikku.

Dan aku bisa menyelesaikan satu tulisan sekurangnya 3.000 kata setiap hari karena aku bisa menulis dengan rileks saja. Dan aku bisa menulis dengan rileks, dengan lancar dan cepat, karena aku tahu aku hanya menulis draft. Dan itu draft yang buruk, yang bisa kukerjakan sangat cepat.

Aku bisa rileks saja menghasilkan tulisan buruk sebab aku menyadari sepenuhnya bahwa aku bisa memperbaiki draft yang buruk itu menjadi tulisan bagus.

Setiap penulis yang bagus mengakui bahwa mereka selalu menghasilkan draft yang buruk, dan mereka menjadikannya bagus dengan proses editing. Sekarang, belajar dari pengalaman mereka, aku menjadi sangat rileks untuk menghasilkan tulisan yang buruk. Sebab aku tahu bahwa aku bisa menjadikannya lebih bagus dengan proses editing.

Aku sudah mempelajari semua hal yang kubutuhkan untuk bisa menulis cerita yang bagus. Aku sudah memiliki pengetahuan yang memadai tentang seperti apa cerita yang bagus, dan aku sudah membaca banyak tulisan yang bagus. Dan aku mempercayai diriku sendiri bahwa aku bisa menulis cerita sebagus mereka atau lebih bagus dari tulisan mereka.

Sekali lagi kukatakan aku sudah tahu bahwa rahasia menulis bagus terletak pada editing. Seseorang pernah mengatakan: “Kau bisa menulis buruk, menumpahkan apa pun yang kau ingin sampaikan tanpa dibebani keharusan untuk bagus seketika itu juga. Kau bisa menulis dalam kalimat-kalimat yang buruk, sebab kau hanya menulis draft selengkap mungkin, dan kepentinganmu adalah menyampaikan apa saja yang kau ingin sampaikan.”

Dan aku bisa mulai menulis dari mana saja, bahkan kalaupun aku tidak tahu apa yang bisa kutulis. Aku bisa memulai tulisan dengan enteng saja: “Sekarang aku tidak tahu apa yang harus kutulis.... tetapi tidak ada masalah karena aku bisa menuliskan ketidaktahuanku. Aku bisa menuliskan kesulitanku...."

Ya, aku bisa menuliskan apa saja yang ada di dalam benakku. Dan aku bisa menuliskan apa saja tidak peduli apakah tulisanku menarik atau tidak menarik.

Aku tahu bahwa menulis adalah sebuah tindakan, dan sekarang aku menulis. Aku hanya memberikan pengalaman kepada jari-jariku untuk menghasilkan kata-kata, sebanyak mungkin, secepat mungkin, dan aku tidak peduli apakah jari-jariku akan menuliskan kalimat yang bagus atau tidak bagus.

Dan aku tahu bahwa gagasan sering muncul pada saat aku menulis. Maka, aku menulis setiap hari dan dari jari-jariku mengalir kata-kata, dan kata-kata menyusun kalimat, dan kalimat demi kalimat menyusun paragraf. Dan aku bisa menulis sangat cepat karena aku mahir menulis buruk.

Sekarang, mudah saja bagiku untuk menulis buruk sepanjang 3.000 kata. Aku tidak harus berpikir keras untuk menghasilkan tulisan yang buruk. Aku bahkan tidak peduli pada pikiranku yang selalu cerewet. Kubilang saja kepadanya, 'Kau tidak perlu cerewet, wahai pikiranku, aku toh hanya menulis buruk. Jika kau menginginkan tulisan yang bagus, urusanmu nanti adalah memperbaiki tulisan buruk itu menjadi tulisan bagus. Yang penting semua yang ingin kusampaikan hari ini sudah kusampaikan. Giliranmu adalah menjadikan draft itu tulisan yang bagus. Bukankah kau sudah tahu seperti apa tulisan yang bagus? Bukankah kau sudah mempelajari semua hal yang diperlukan untuk menghasilkan tulisan bagus? Sekarang, biarkan aku menulis dengan caraku, serileks mungkin dengan caraku.”

Begitulah, aku senang melihat diriku sendiri bisa menulis sangat rileks setiap hari, dan aku senang melihat diriku bisa menulis secara mudah dan lancar setiap hari. Dan aku senang melihat diriku khusyuk di depan mesin tulisku, membebaskan diri selama tiga jam setiap hari dari urusan-urusan lain dan hanya menulis. Dan aku melihat diriku menulis secepat-cepatnya. Dan itu situasi sangat menyenangkan yang kulihat tentang diriku sendiri.

Sekarang, dalam situasi sangat rileks, aku akan menikmati sejenak pemandangan yang menyenangkan itu. Seseorang sedang khusyuk di depan mesin tulis dan jari-jarinya bekerja dengan cepat dan lancar dan seluruh perhatiannya hanya terpusat pada aktivitasnya menulis. Dan orang itu adalah aku.

(Nikmatilah sejenak gambaran dirimu sedang khusyuk di depan mesin tulis. Setelah cukup menikmati gambaran itu, sekarang kembalilah ke situasi semula.)

Sekarang aku akan bangun dari kondisi hipnotik dengan menghitung 1 sampai 5. Ketika sampai hitungan ke-5, aku akan kembali ke situasi sepenuhnya sadar. Satu... mulai terbangun dari kondisi hipnotik... Dua... mulai menyadari situasi sekelilingku... merasa puas, tenteram, dan nyaman.... Tiga... aku merasakan munculnya harapan besar akan keberhasilan sesi hipnosis diri ini... Empat... ada perasaan yang benar-benar biasa di dalam kesadaranku.... Lima... sepenuhnya terjaga sekarang.

Sumber: https://www.facebook.com/aslaksana/posts/490822194337095

**

Saya sendiri sudah membuktikan keampuhan teknik tersebut. Berikut ini dokumentasi tulisan-tulisan saya http://local-wisdom.blogspot.com/.

Intinya, dalam menulis kita tak melulu mengandalkan 12 persen pikiran sadar, melainkan melibatkan 88 persen kemampuan bawah sadar yang terpendam. Hasilnya tentu kita menjadi lebih kreatif dan produktif.

Akhir kata, situs belajar (learn) dan berbagi (share) Young on Top https://www.youngontop.com ini bisa menjadi sarana untuk mempraktikkan skill dan kebiasaan menulis setiap hari. Terimakasih kepada Billy Boen dan tim YOT yang telah memfasilitasinya. Salam pena and See You on Top!

**

Jika Anda memperoleh manfaat dari note ini, monggo silakan bagikan kepada teman-teman dan orang-orang yang Anda kasihi. Sebab dengan memberi kita menerima :-). See U on TOP! Thank you so much __/\__

Nama Bank: Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Nomor Rek: 0245-01-009321-50-4

Cabang      : Katamso Yogyakarta

Atas Nama: Nugroho Angkasa

 





By : Nugroho Angkasa

Posted on August 17, 2013 read:300

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500