Menurutmu Bagaimana?

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman penulis tentang kehidupan kampus. Disini, penulis akan memaparkan dua pandangan yang saling berseberangan. Beberapa dosen yang mengajar penulis di semester genap ini benar-benar menganggap pakaian sejajar pentingnya dengan memeroleh nilai bagus. Banyak dosen yang menuntut mahasiswa untuk selalu berpakaian formal -Kaos berkerah, kemeja, celana bahan, dan sepatu-. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh alasan klasik, kesopanan dan kultur akademik di kampus. Pendapat yang kontra dengan beberapa dosen itu datang dari mahasiswa. Beberapa bulan lalu, penulis berbincang dengan salah satu teman yang juga pengurus organisasi. Dia beranggapan bahwa kuliah itu tak harus menomorwahidkan segi fisik. "Yang penting kan ilmunya. Emang pendidikan harus dibeda-bedakan ya? Pakaian mah bebas," katanya. Dia melihat kaos oblong, celana jeans (yang bergaya pensil), rok mini, dan sandal jepit merupakan hal yang sah untuk dikenakan ketika berada di kampus. 

Dalam persoalan ini, penulis belum bisa berpihak kepada pendapat siapapun. Di satu sisi, penulis sependapat dengan dosen yang mewajibkan mahasiswa untuk berpakaian formal karena alasan kesopanan, terlebih dengan identitas kampus yang merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri. Namun, di sisi lain, penulis juga sangat setuju dengan pendapat mahasiswa tadi. Iya, seharusnya tak perlu mengotak-kotakkan mahasiswa harus berpenampilan seperti apa. Semua sama saja. Yang penting ilmunya. Toh, kaos oblong, jeans pensil, dan sandal juga bisa menutup aurat. Yang penting bersih dan tidak najis, jika dilihat dari perspektif religi. Jadi, menurutmu bagaimana?

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on May 28, 2014 read:196

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter