MM #1 YOTCA batch 6

            Young On Top Campus Ambassador mulai didirikan pada tahun 2010. Pada saat itu berawal dari seorang mas Billy Boen yang hadir ke beberapa kampus di sekitar Jabodetabek untuk sharing ilmu dan pengalaman kunci sukses di usia muda. Awal mula niat terbentuknya program mentoring ini adalah karena mas Billy Boen ingin berbagi lebih kepada para pemuda untuk lebih intens memberikan kunci suksesnya sehingga terbentuklah program mentoring setahun penuh untuk beberapa mahasiswa terpilih yang menjadi Campus Ambassador dan orang pertama yang diwawancarai untuk menjadi YOTCA batch 1 adalah yang saat ini juga menjadi mentor YOT yaitu kak Jojo (Jonathan Christian).

            Berawal dari belasan mahasiswa yang terpilih pada program Young On Top Campus Ambassador batch 1, mulailah program ini merintis menjadi program yang lebih terstruktur dengan baik. Mulai dengan bergabungnya beberapa mentor baru seperti mas Ricky Setiawan di Monthly Meeting kedua YOTCA batch 1 dan seterusnya.

            Fokus dari program mentoring YOTCA adalah attitude dan karakter yang membuat para CA berbeda dengan anak muda lainnya. Intelegensi dan kemampuan akademik lainnya dianggap hal yang mampu dipelajari dengan mudah, tetapi untuk membentuk attitude dan kebiasaan harus membutuhkan kemampuan perubahan dan transformasi yang benar-benar niat dari awal.

            Program Young On Top Campus Ambassador adalah program yang benar-benar selektif dalam memilih Campus Ambassadornya. Dengan berbagai tahapan seleksi terpilihlah perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus Jabodetabek untuk bergabung dan belajar bersama. Menjalani program mentoring Young On Top Campus Ambassador bukanlah hal yang mudah dan mulus-mulus saja. Saya yang juga sebagai Young On Top Campus Ambassador batch 5 merasakan betapa menjaga komitmen dan mengatur berbagai prioritas untuk akhirnya bertahan dan menyelesaikan program ini bukanlah hal yang mudah.

            “Setiap orang mampu mengawali tetapi tidak semua orang mampu mengakhiri dengan baik. Dan tidak hanya menyelesaikan sampai akhir tetapi juga menjadi yang lebih baik dan terbaik.”, hal itu yang disampaikan oleh kak Jojo dalam Monthly Meeting pertama sebagai penyambutan dan perkenalan awal untuk YOTCA batch 6.

            Latar belakang yang khusus mendasari program ini adalah anak muda Indonesia yang kurang memiliki karakter kuat untuk Indonesia yang lebih baik. Mas Ricky Setiawan sebagai HR Manager mengatakan bahwa di zaman seperti ini tidak mudah untuk mencari bibit fresh graduate, anak muda yang memiliki top talent. Cita-cita para mentor adalah para YOTCA ini adalah anak-anak yang dicari oleh perusahaan karena kualitasnya yang sangat baik, memiliki attitude yang juga sangat baik dan integritas yang tidak dapat dibantahkan.

            Kenapa program ini dibentuk dengan sistem mentorship? Setiap orang sukses memiliki mentor. Para mentor YOTCA pun juga memiliki mentor, karena beliau-beliau masih membutuhkan banyak belajar dari orang lain. Analogi yang dijelaskan mas Ricky adalah, sehebat-hebatnya tukang potong rambut, dia tidak bisa mencukur atau memotong rambutnya sendiri. Ia membutuhkan orang lain. Jika kita tidak punya mentor untuk menjadi guru, guidance yang mampu mendevelop kita dapat dipastikan kita termasuk golongan generasi muda menengah yang biasa saja dan tidak sukses.

            Program ini tidak berbayar. Sama sekali. GRATIS. Karena bagi para mentor, beliau tidak membutuhkan bayar, mereka membutuh passion para anak muda yang memiliki kemauan dan niat yang kuat untuk belajar. Gratis bukan karena dianggap murah atau murahan tapi priceless, sesuatu yang memang tidak mampu diukur dengan jumlah nominal uang. Banyak dari alumni YOTCA saat interview kerja terlihat “beda”, beda yang positif karena mereka telah melalui proses yang panjang, “hutan” yang mendewasakan dan membuat mereka lebih terlatih.

            Program mentoring YOTCA juga tidak hanya berfokus pada skill dan softskill saja tetapi juga berfokus pada kesehatan dan kebiasaan yang sehat. Memulai kebiasaan sehat tidak harus menunggu sukses dulu, kaya dulu, menjadi CEO dan sebagainya, tetapi kebiasaan sehat itu harus dimulai sejak sekarang, sejak muda. Percuma jika kita aktif, sibuk dan berprestasi tetapi tidak sehat maka akan banyak hal yang tertinggalkan jika saat sakit.

            Para mentor yang tergabung dalam Young On Top Campus Ambassador hanya memposisikan diri sebagai guidance, katalis jika dianalogikan dalam proses kimia dan para CA adalah ingredients utamany. Sukses atau keberhasilan para CA bukan murni dari para mentor, tetapi kemauan dan niat perubahan yang dimulai dari diri sendiri para CA. Para mentor akan membantu, tetapi para mentor juga berharap komitmen para CA untuk memiliki kemauan yang sama untuk menjadi lebih baik. Don’t take it for granted. Itu adalah kata-kata yang selalu diucapkan oleh mas Billy berulang-ulang. Untuk bertahan, kita harus tahu mengapa alasan untuk bergabung. Mas Ricky mengatakan kita harus mampu menjawab WHY dengan baik. Jika kita tidak dapat menjawab WHY dengan baik maka kita tidak akan mampu menjawab pertanyaan lainnya.

            Jika kita percaya dengan apa yang kita suka, apa yang kita lakukan. Maka lakukan dengan baik dan intens dan jadilah yang terbaik. Kak Sirley merasakan betapa pentingnya seorang mentor dan beliau merasakan kesuksesan beliau di bidang Public Relation juga karena mentor beliau. Dari YOTCA juga kita dapat belajar how to live our passion dan benar-benar menghidupkan passion itu untuk membantu kita lebih baik. Mentoring di YOTCA tidak hanya sekedar berbicara tentang YOT tetapi juga jika kita butuh advice dan sharing kepada mentor untuk membantu kita menjadi lebih baik maka bisa sharing dengan terbuka kepada para mentor.

            Mas Taufan mengatakan bahwa ada 3 hal utama modal dalam menjalani kehidupan. Religius, Intelektual dan Sosial Capital. IPK hanyalah gerbang awal menuju karier, tetapi yang membuat kita berbeda dan mampu menjadi person yang outstanding adalah sosial capital. Kemampuan untuk bersosialisasi. Softskill.

            Evaluasi yang terjadi dari batch sebelumnya adalah belum pernah ada batch YOTCA jumlah yang masuk sama dengan jumlah yang keluar. Selain itu, sebagai sesama campus ambassador yang menjalani mentoring satu tahun, lebih baik jika sesama CA dapat saling akrab dan menjalin kekeluargaan yang kuat.

            Harapan besar para mentor untuk batch 6 adalah bisa menjadi batch yang jauh lebih baik dari batch sebelum-sebelumnya. Mas Gunawan mengatakan bahwa Individual contribution itu penting tetapi teamwork itu better. Manfaatkan program mentoring ini dengan baik, curi ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor dan ambil hal-hal positif darinya. Dalam mentoring ini kita dapat belajar awareness, perhatikan hal-hal kecil. Showing your actions, the real actions! Set your target untuk satu tahun ke depan, benar-benar investasikan waktu selama satu tahun ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mas Didip berkata, apapun yang kita hadapi di depan nanti lakukan semua dengan baik dan terbaik.

Created by :

Lisa Amalia Artistry Ramadhani
(YOTCA Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on August 12, 2015 read:108

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter