Monthly Meeting #1 YOTCA Batch 6

FIRST MONTHLY MEETING

YOUNG ON TOP CAMPUS AMBASSADOR BATCH 6

1 AGUSTUS 2015

Oleh: Mory Wulandari

 

            Monthly Meeting pertama diadakan pada hari Minggu, 1 Agustus 2015. Tema MM pertama ini adalah “All about YOT, Integrity, and Commitment”. Semua mentor hadir dan satu per satu memperkenalkan diri kepada anggota YOT Campus Ambassador. Tidak hanya sekedar perkenalan, namun juga pemberian pesan, pencerahan, serta nilai-nilai YOT kepada seluruh CA dalam menjalankan proses mentorship di Young On Top selama setahun ke depan. Sebelum para mentor memperkenalkan diri, agenda MM ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat.

            Berikut rangkuman pembahasan dari para mentor:

 

1.      Mas Jonathan (Jojo)

Mas Jonathan atau yang akrab disapa Jo ini merupakan alumni YOTCA batch 1 yang dibentuk pada tahun 2010 silam. Beliau bercerita bahwa ia langsung tertarik mendaftarkan diri sebagai YOTCA pada saat Mas Billy Boen mengisi seminar di London School. Beliau sangat tertarik ketika Mas Billy bercerita bahwa ia ingin berbagi kepada anak muda Indonesia dengan cara menjadi mentor mahasiswa selama setahun penuh. Pada saat itu, Mas Jojo merupakan orang pertama yang diinterview. Lalu, beliau bercerita tentang agenda YOTCA batch 1 kala itu. “belum tau mau ngapain”, katanya. Ketika memasuki bulan ke-5 dan ke-6 barulah mulai terbentuk format yang lebih jelas dari sebelumnya.

Sekarang beliau sudah memasuki tahun ke-4 mengisi posisi sebagai mentor di YOTCA ini. Beliau menyampaikan beberapa pesan kepada para Campus Ambassador bahwa janganlah terlalu cepat berbangga hati telah bergabung di YOT karena ini merupakan awal, baru pertama-tama. Masih ada banyak bulan-bulan berikutnya. Namun, kabar baiknya adalah semakin ke sini semakin berkurang jumlah CA yang dikeluarkan maupun mengundurka diri. Mas Jo melanjutkan bahwa tidak semua orang yang mendaftar di YOT berhasil diterima, ada orang-orang yang mempunyai keinginan untuk belajar akan tetapi tidak lolos dalam seleksi. Jadi, CA diminta untuk memanfaatkan kesempatan bergabung di YOT sekarang dengan sebaik-baiknya karena sudah menjadi orang-orang yang beruntung. Mas Jo juga mengingatkan bahwa semua orang bisa bergabung, namun tidak semua orang tersebut mampu bertahan hingga akhir dan mengakhiri dengan baik, “semua orang bisa memulai segala sesuatu akan tetapi tidak semua orang bisa mengakhirinya”. Sekali lagi beliau menegaskan bahwa jangan berbangga diri sebagai CA akan tetapi berbanggalah ketika bisa menyelesaikan program ini sampai akhir. Tidak hanya itu, CA juga dituntut untuk bisa menjadi yang terbaik, “jangan jadi yang biasa-biasa saja tapi bisa memberikan sesuatu lebih”, ungkapnya.

Selain itu, Mas Jo juga berbicara mengenai permasalahan yang sering muncul di program YOT ini yaitu kesukaran CA untuk berbaur dengan mentor. Padahal mentor merasa senang jika CA berinisiatif untuk dekat dan bertanya. Beliau mengatakan jangan ada mindset bahwa mentor adalah orang hebat yang perlu ditakuti. Namun, berbaulah dan sharing dengan mentor agar terbentuk hubungan yang dekat. Permasalahan yang kedua yaitu mengenai kekompakan CA. Tidak semua CA bisa berbaur. Ada yang susah berbaur dan ada juga yang sibuk di organisasi lain. Namun, beliau menggarisbawahi bahwa semua tentang komitmen. Para CA harus punya hati di YOT agar tidak dengan mudahnya keluar dari program mentorship ini. Beliau juga mengingatkan agar CA tidak mudah berkecil hati dan tersinggung ketika dinasihati karena semua ini dilakukan murni untuk kebaikan CA itu sendiri.

Mas Jo selalu bilang “welcome to the jungle!”. Nikmati perjalanan di hutan hingga nanti para CA bisa keluar dari hutan tersebut. Beliau berpesan bahwa di YOT bukanlah tempat untuk ‘enak-enakan’ karena ini adalah tempat untuk mentoring dan benar-benar untuk belajar.

Beliau memiliki harapan agar jumlah CA masuk sama dengan jumlah CA yang keluar (graduation). Terakhir, beliau berpesan bahwa CA jangan hanya bertemu di MM, namun cobalah untuk dekat satu sama lain dan juga dekat dengan mentor agar  kita semua mempunyai hubungan kekeluargaan yang erat hingga kemudian hari.

 

2.      Mas Ricky Setiawan

Mas Ricky memasuki tahun ke-6 menjadi mentor untuk Campus Ambassador. Beliau berprofesi sebagai Talent Manager yaitu merecruit dan develope talent. Di samping itu, beliau juga berprofesi sebagai konsultan. Passionnya adalah develope people. Berhubungan dengan profesinya tersebut, beliau mengungkapkan kesulitannya dalam menemukan top talent dari para freshgraduate. Beliau bercerita mengenai alasannya ingin membentuk program mentorship yaitu karena “capek sama keadaan generasi sekarang”. Indonesia sesungguhnya memiliki sumber daya (harta karun) yang gemilang yaitu manusianya, namun untuk membentuk harta karun tersebut menjadi sesuatu yang gemilang dibutuhkan sebuah proses. Prosesya itu ada di YOT. Beliau bercita-cita suatu saat nanti CA akan menjadi generasi muda Indonesia yang berkualitas. CA merupakan orang yang tidak mencari kerja akan tetapi orang-orang yang dicari oleh pekerjaan.

Mas Ricky melempar pertanyaan, “Kenapa mentorship?” jawabannya adalah  karena sehebat-hebatnya orang masih membutuhkan orang untuk belajar dan membentuk diri menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Beliau memiliki filosofi tersendiri tentang mentorship yaitu “sehebat-hebatnya tukang potong rambut, mereka butuh orang lain untuk motongin rambut”. Jadi, kita butuh orang lain (guru, guide, atau siapapun itu) untuk belajar agar menjadi orang yang matang.

Beliau menegaskan bahwa program mentorship tidak dipungut biaya dan tidak ada keuntungan ekonomi di dalamnya, “we don’t need your money, but we need your passion and energy.” Akhir kata, beliau berharap agar kita semua diuntungkan dan beliau menutup dengan sebuah kalimat pamungkas, “seharusnya di ruangan ini ada masa depan cerah Indonesia.” J let’s say aamiin...

 

3.      Mas Anggia Silalahi

Mas Anggia Silalahi atau yang biasa dipanggil Anggi ini merupakan seorang  personal trainer, membentuk movement dengan tujuan yaitu membuat habit (kebiasaan) yang lebih sehat setiap hari.

Beliau mengungkapkan kerinduannya melihat anak muda zaman sekarang untuk melakukan suatu hal atau kebiasaan yang baik tanpa harus menunggu untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu terlebih dahulu. Beliau mengajak CA untuk peduli terhadap kesehatan dan juga peduli terhadap diri sendiri. “Jaga kesehatan, karena itu penting”, ujarnya. Sesungguhnya kesehatan itu amatlah penting karena semua akan terasa percuma apabila kondisi tubuh yang tidak sehat. Sekali lagi beliau mengajak CA untuk melakukan kebiasaan baik dan kebiasaan sehat walaupun dimulai dari hal kecil. Contoh: kebiasaan membawa tumbler dari rumah/kost. Beliau sangat mengapresiasi tindakan tersebut.

 

4.      Mas Gunawan

Peran sebagai mentor sudah dilakoni oleh Mas Gunawan semenjak tahun kemarin yaitu dimulai dari YOTCA batch 5. Beliau bercerita tentang alasannya untuk bergabung dengan YOT. Ketertarikannya bergabung didasari oleh keinginan untuk membantu “niupin debu biar cemerlang”, begitu katanya. Beliau ingin menjadi bagian dari kesuksesan para CA, namun beliau juga mengingatkan perihal komitmen CA. Semua ini membutuhkan komitmen yang kuat dari CA agar kesuksesan itu dapat diraih.

Mas Gunawan memiliki ekspektasi bahwa batch 6 harus lebih baik dari batch 5, namun batch 5 juga harus membantu batch 6. Beliau mengatakan bahwa individual contribution itu perlu akan tetapi team work jauh lebih penting. Tidak lupa juga beliau mengingatkan CA untuk menggunakan kesempatan di YOT untuk belajar lebih banyak dari mentor dan juga dari sesama CA. Bentuklah mindset “setiap saat belajar”, pesannya. “Show the real actions! Show intension!” para CA diharapkan memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi lebih baik untuk ke depan. Beliau berharap bahwa satu tahun lagi CA mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari diri yang sekarang. Beliau menyemangati CA untuk memasang target atau mimpi untuk setahun ke depan agar CA memiliki semangat belajar, mengimprove, dan menaklukan tantangan sehingga berhasil menggapai mimpi-mimpi tersebut di tahun mendatang. Sebagai penutup, beliau berkata “setelah itu lihat lagi ke belakang dan lihat apakah kalian hanya buang waktu atau benar-benar menginvestasikan waktu untuk hal yang benar”. Super!

 

5.      Mas Taufan Anggari

Mas Taufan lebih senang disebut sebagai Educater. Beliau tidak berbicara panjang lebar. Singkat, namun padat. Mas Taufan mengingatkan CA bahwa hidup membutuhkan tiga modal yaitu modal spiritual, modal intelektual, dan modal sosial. Kita tidak bisa hanya mengandalkan salah satu di antara tiga tersebut, misalnya modal intelektual saja. Ketika bekerja, IPK hanya sebagai ‘gerbang awal’ untuk masuk, sedangkan yang akan dilihat atau sesuatu yang membuat seseorang menjadi luar biasa adalah emosional intellegecy. Beliau pun meyakinkan bahwa YOT adalah tempatnya. Tempat yang tepat untuk mengasah kecerdasan emosional dan kemampuan. Ada yang membuat CA berbeda dari anak muda pada umumnya yaitu dari segi mental. Mental tersebut dilatih agar mampu menaklukan tantangan di masa depan. Namun, ketika berbicara perihal tantangan, terdapat hal penting yang tidak jarang dilupakan yaitu social capital yang terdiri dari trust, network, dan pranata sosial. Mas Taufan mengatakan bahwa ketika seseorang bisa menunjukkan kualitasnya, maka ia akan mendapatkan trust. Di samping trust ada hal yang tidak kalah penting yaitu network. Percuma saja memiliki otak cerdas atau keturunan raja apabila tidak memiliki jaringan. Dan yang terakhir adalah pranata sosial. Mas Taufan mengatakan bahwa dengan mentorship kita bisa mendapatkan semua itu. Jadi, ketika terjun di masyarakat, CA memiliki perbedaan dari orang lain.

 

6.      Mas Hendri Pradipta (Didip)

Mas Didip sudah terjun ke dalam YOT sebagai mentor mulai dari tahun 2010/2011. Tidak banyak yang disampaikan Mas Didip, beliau lebih banyak bertanya kepada CA mengenai impian setelah di YOT. Beliau mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang akan membuat mimpi kita menjadi nyata selain diri kita sendiri.

Satu kalimat yang menarik dari Mas Didip yaitu “Yang gratis bukan berarti murahan. Karena terlalu mahal, maka tidak bisa dibayar dengan uang”. YOT merupakan program mentorship yang tidak memungut biaya ‘sepeser’ pun, namun bukan berarti program ini merupakan program murahan. Beliau juga berpesan, “Apapun yang kita kerjakan, apapun yang ada di hadapan, kerjakan dengan sepenuh hati”. Beliau mengajak CA untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab. Lalu, beliau menutup dengan satu kalimat yang cukup membakar semangat, “Let’s do the amazing!”.

 

7.      Mba Sirly Nasir

Sebelum menjadi mentor, Mba Sirly merupakan salah satu anggota dari YOTCA batch 2. Kesibukan beliau saat ini adalah sebagai Public Relations Manager. Di samping itu Mba Sirly juga aktif terjun dalam membantu komunitas anak muda seperti Indonesia Future Leaders.

Beliau memulai dengan mengungkapkan alasannya ikut bergabung dengan CA. Pada saat itu beliau melihat CA sebagai tempat yang bagus untuk improve kemampuan. Beliau melihat orang yang benar-benar memiliki komitmen yang tinggi untuk berusaha bagi dirinya sendiri dan komunitas. Tidak hanya itu, beliau juga melihat potensial di YOTCA, walaupun ada sisi positif dan negatifnya akan tetapi beliau merasa salut pada saat graduation bisa melihat CA benar-benar bertransformasi, mengalami perubahan yang besar dari awal masuk hingga akhir program mentorship. “Contohnya yaitu berani ngomong, mengutarakan pendapat, dll”, ungkapnya.

Tidak lupa juga beliau mengingatkan bahwa mentor adalah tempat yang tepat untuk berkonsultasi. Apapun yang terjadi baik di YOT maupun di lingkungan kampus, CA sangat dipersilakan untuk bertanya, meminta saran serta masukan kepada mentor. “tidak ada yang namanya mantan mentor”, beliau menambahkan.

Selanjutnya yaitu mengenai tantangan. Tantangan terbesar CA adalah  komitmen. Untuk satu tahun ke depan, CA sangat dituntut memiliki target dan usaha untuk berkomitmen. Beliau sangat ingin melihat orang yang berkemauan kuat untuk bertransformasi. Beliau juga menaruh kepercayaan kepada CA. Jadi, beliau berpesan agar CA tidak menyia-nyiakannya dan mampu menggunakan kesempatan di YOT ini dengan sebaik-baiknya.

 

8.      Mba Maya

Mba Maya memiliki latar belakang sebagai professional. Skillnya berfokus pada sales dan marketing. Tidak hanya itu, beliau juga berprofesi sebagai penulis, kontributor kaskus, public speaker/public lecture, dan human development-soft skill. Luar biasa!

Tahun ini merupakan tahun kedua beliau menjadi mentor di YOT. Dalam pengalamannya menjadi mentor, beliau melihat bahwa intellegence dari para CA sudah tidak diragukan lagi, namun hal yang membedakannya adalah attitude. “Percuma saja pintar tapi tidak punya attitude yang bagus”, ungkapnya.

Beliau percaya bahwa salah satu cara belajar yang paling baik adalah belajar dari orang lain (mentorship). Oleh sebab itu, CA harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, jangan take it for granted!. CA harus bisa membuktikan kepada mentor bahwa waktu dan tenaga yang dihabiskan para mentor untuk CA itu tidak sia-sia, namun semua ilmu yang dibagikan tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya. Terakhir, beliau berpesan kepada CA agar berinteraksi tidak hanya dengan sesama anggota, namun juga dengan para mentor. Gunakan waktu setahun ke depan untuk berkenalan dan berinteraksi dengan mentor.

 

9.      Kak Eva Yuliandari

Mentor yang satu ini akrab disapa Kak Eva. Beliau berprofesi sebagai dokter gigi. Tidak banyak hal yang disampaikan, singkat, namun padat. Beliau mengawali dengan mengingatkan CA bahwa belajar saja di YOT tidaklah cukup, namun juga harus diiringi dengan kontribusi. Kemudian beliau membahas mengenai passion. Belum tentu hal yang dipikir passion adalah passion, begitu pula sebaliknya. Intinya, jangan terlalu cepat dan mudah menklaim sesuatu itu adalah “passion saya” atau bukan. Sebaiknya, coba dan lakukan banyak hal. Dari sana lah kita dapat mengetahui the real passion. Beliau berpesan, walaupun kita bersekolah atau bekerja tidak sesuai dengan passion, namun sebisa mungkin untuk bertahan di sana karena ada tanggung jawab kepada orang lain yang kita emban. Tidak sekedar bertahan, namun berusaha untuk menjadi yang terbaik seperti yang telah dilakukan oleh Kak Eva itu sendiri.

 

10.  Mba Dini

Sesungguhnya Mba Dini bukanlah seorang mentor, namun Mas Billy menyebutnya sebagai ‘kepala sekolah’ di YOT. Awal pertama kali mengurus YOT yaitu pada saat perpindahan batch 1 ke batch 2.

 Beliau flash back pada memori awal ketika ditawari untuk terjun membantu YOT. Awalnya beliau merasa tidak ada ketertarikan namun, singkat cerita, ketika ikut MM pertama beliau merasakan sesuatu yang berbeda. Beliau merasa takjub melihat kemauan dan usaha dari para CA dalam mengikuti mentorship. Harapan yang beliau gantungkan pada CA adalah suatu hari nanti para CA juga menjadi mentor untuk generasi selanjutnya. Beliau juga berharap bahwa CA menjadi generasi yang menggantikan pemimpin-pemimpin bangsa yang kacau-balau ini di kemudian hari. Beliau juga kembali mengatakan bahwa CA akan dibentuk seperti di dunia kerja. Tidak hanya itu, beliau juga mengharapkan adanya perubahan pada diri CA, “perubahan adalah salah satu cara membalas ilmu”. Terakhir, beliau berpesan agar CA tidak membeda-bedakan para mentor karena sejatinya mentor itu adalah sama.

11.  Mas Billy Boen

Mas Billy Boen menjadi mentor penutup dari sesi perkenalan dan pembekalan kepada anggota CA. Beliau juga memutar video dan menampilkan beberapa slide.

Beliau bercerita tentang sejarah YOT, awal mula lahirnya YOT. Beliau terinspirasi dari sebuah email yang berasal dari pemuda Medan, yang mengubah segalanya. Selain itu, juga bermula dari ajakan untuk menulis sebuah buku yang dirasa akan menjadi cool. Semenjak itu, beliau merasa tergugah untuk membantu anak muda Indonesia mencapai kesuksesan tanpa harus menunggu masa tua. Pada saat itulah Young On Top lshir dengan segala nilai-nilai dan kebaikan yang diusungnya.

Mas Billy juga membahas tentang integritas (walk the talk) dan komitmen (finish what you started) sesuai dengan tema pada Monthly Meeting pertama ini. Sebagai penutup, beliau mengatakan bahwa jika kita sudah percaya pada visi dan nilai-nilai dari YOT, maka mari kita semua untuk bergerak bersama!

 

            Kemudian agenda dilanjutkan dengan pengumuman Key Positions YOTCA batch 6. Sebagai penutup, semua CA dan mentor melakukan sesi foto bersama. J

  




By : Mory Wulandari

Posted on August 13, 2015 read:146

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter